Home
>
News
>
Publication
>
Angka PPI AS Yang Meningkat, Angkat Kinerja Mata Uang Poundsterling
Angka PPI AS Yang Meningkat, Angkat Kinerja Mata Uang Poundsterling
Wednesday, 15 January 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0287

0.18%

GBPUSD

1.2196

0.14%

AUDUSD

0.6181

0.21%

NZDUSD

0.5596

0.14%

USDJPY

158.06

-0.15%

USDCHF

0.9135

-0.13%

USDCAD

1.4360

-0.11%

GOLDUD

2671.1

0.24%

USD/IDR

16275

-0.10%

Fokus GBPUSD: 

  1. DXY melemah ke zona 109.20
  2. Data PPI meningkat

Rabu, 15 Januari 2025 – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.2200. Kinerja mata uang Inggris mengalami kenaikan menjelang rilis data inflasi Inggris dan data inflasi AS. Inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) Inggris diperkirakan tetap stagnan di 2,6% YoY, yang mendukung harapan bahwa tekanan harga mulai stabil. Penguatan pound juga didorong oleh ekspektasi pasar bahwa Bank of England (BoE) mungkin mempertahankan kebijakan suku bunga dalam waktu dekat, memberikan sedikit dukungan terhadap sentimen terhadap mata uang Inggris.

Di sisi lain, Dolar AS kehilangan momentum setelah data inflasi Indeks Harga Produsen (PPI) yang menunjukkan kenaikan moderat pada 3,3% YoY untuk headline dan 3,5% YoY untuk core, namun masih di bawah ekspektasi pasar. Pasar menunggu data CPI AS yang diperkirakan meningkat menjadi 2,9% YoY dari 2,7%, meskipun tetap jauh di atas target tahunan Federal Reserve (Fed) sebesar 2,0%. Data ini diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai langkah kebijakan Fed di masa depan.

Fundamental Inggris saat ini menghadapi tantangan dari pertumbuhan ekonomi yang melambat dan ketidakpastian politik. Kebijakan fiskal pemerintah, seperti kenaikan pajak dan pengeluaran yang tinggi, menimbulkan kekhawatiran akan tekanan tambahan terhadap perekonomian. Di sisi lain, data ekonomi yang mengecewakan dari sektor manufaktur dan jasa menambah kekhawatiran investor terhadap prospek pertumbuhan di Inggris. Kondisi ini membuat pasar terus memantau keputusan dan kebijakan BoE untuk memberikan kejelasan lebih lanjut terkait arah ekonomi Inggris.

Harga pada pasangan mata uang GBPUSD naik. Support terdekatnya di area 1.2139 dan resistance terdekatnya di zona 1.2244. Support lanjutan di zona 1.2100 dan dilanjutkan ke zona 1.2050. Resistance lanjutan di zona 1.2200 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.2150.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro naik ke zona 1.0306. Kenaikan pada pasangan mata uang ini didukung oleh harapan kesepakatan di Prancis yang dapat mencegah krisis politik. Sentimen pasar membaik setelah data inflasi Indeks Harga Produsen (PPI) AS menunjukkan kenaikan lebih rendah dari perkiraan. Meski demikian, tekanan inflasi tetap bertahan, dengan PPI utama meningkat menjadi 3,3% YoY dari 3,0% sebelumnya, dan PPI inti naik menjadi 3,5% YoY dari 3,4%. Data ini mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve, menjaga kekuatan Dolar AS dan memberi tekanan pada Euro. Sementara itu, imbal hasil obligasi AS terus meningkat, mendukung penguatan Dolar AS di tengah data ekonomi yang kuat dan ketahanan pasar tenaga kerja. Fokus pasar kini beralih ke rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada Rabu, yang diharapkan memberikan wawasan lebih lanjut terkait inflasi. Di sisi lain, data PDB China yang akan dirilis Jumat diperkirakan akan mempengaruhi prospek ekonomi global dan permintaan ekspor dari zona Euro. Kombinasi ini memperkuat sentimen bearish pada EURUSD, meskipun ada sedikit pemulihan dari level terendah multi-tahun. Support terdekatnya di zona 1.0245 dan resistance terdekatnya di zona 1.0327.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6193. Naiknya kinerja mata uang ini didukung oleh lemahnya kinerja mata uang USD setelah data Indeks Harga Produsen (PPI) menunjukkan peningkatan sebesar 3,3% YoY untuk headline dan 3,5% YoY untuk core, namun keduanya berada di bawah ekspektasi pasar. Data ini mendorong penurunan imbal hasil Treasury AS, memberikan dukungan sementara bagi AUDUSD. Disisi AUD, Indeks sentimen konsumen Australia yang dirilis oleh Westpac mencatat penurunan untuk bulan kedua berturut-turut, turun menjadi 92,1 pada Januari dari 92,8 pada Desember 2024. Penurunan ini mencerminkan pesimisme konsumen terhadap prospek ekonomi, dengan keyakinan terhadap lapangan kerja terus melemah. Menariknya, mayoritas konsumen memperkirakan suku bunga akan naik, meskipun ada indikasi bahwa langkah pertama Reserve Bank of Australia (RBA) mungkin justru berupa penurunan suku bunga, bukan kenaikan. RBA belum mengubah suku bunga selama lebih dari satu tahun, dan tingkat suku bunga saat ini sebesar 4,25% masih memberikan tekanan pada bisnis dan konsumen. Data inflasi kuartal ketiga Australia yang akan dirilis pada 29 Januari menjadi fokus utama, karena hasil yang lebih rendah dari ekspektasi dapat memicu keputusan bersejarah berupa penurunan suku bunga. Support terdekatnya di zona 0.6164 dan resistance terdekatnya di zona 0.6206

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5602. Kenaikan mata uang ini didorong oleh langkah-langkah stimulus terbaru dari China, termasuk pernyataan Gubernur Bank Rakyat China (PBOC), Pan Gongsheng, yang menegaskan bahwa suku bunga dan rasio cadangan wajib akan digunakan untuk menjaga likuiditas tetap melimpah. China juga berencana meningkatkan defisit fiskal dan melakukan penyesuaian kebijakan kontra-siklus untuk menjaga stabilitas mata uang Yuan. Dengan hubungan dagang erat antara Selandia Baru dan China, kebijakan ekonomi ini memberikan sentimen positif terhadap dolar Selandia Baru. Selain itu, pelemahan Indeks Dolar AS (DXY) setelah rilis data inflasi Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang lebih rendah dari ekspektasi turut memberikan angin segar bagi NZDUSD. Support terdekatnya di area 0.5581 dan resistance terdekatnya di zona 0.5630.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 158.07. Yen Jepang (JPY) tertekan mendekati level terendah beberapa bulan terhadap Dolar AS di tengah ketidakpastian pasar terkait rencana kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ). Meskipun tanda-tanda tekanan inflasi di Jepang semakin meluas, yang membuka peluang kenaikan suku bunga pada Januari atau Maret, pernyataan Deputi Gubernur BoJ Ryozo Himino tidak memberikan petunjuk kuat tentang keputusan mendatang. Sementara itu, beberapa investor memperkirakan BoJ mungkin menunggu hingga negosiasi upah musim semi sebelum mengambil langkah tegas. Di sisi lain, perbedaan imbal hasil antara obligasi AS dan Jepang semakin melebar akibat kebijakan hawkish Federal Reserve (Fed), sehingga menambah tekanan pada Yen. Support terdekatnya di area 157.45 dan resistance terdekatnya di zona 158.33.

USDCAD – Mata uang Loonie turun ke zona 1.4353. Kinerja mata uang Loonie melemah akibat lemahnya kinerja USD pasca rilis data PPI AS. Di sisi lain, penguatan harga minyak mentah mendukung penguatan Dolar Kanada (CAD), mengingat posisi Kanada sebagai eksportir minyak utama ke AS. Sanksi tambahan AS terhadap minyak Rusia turut mendorong kenaikan harga minyak, memberikan keuntungan pada CAD sebagai mata uang terkait komoditas. Meski data ekonomi Kanada relatif sepi minggu ini, ekspektasi bahwa Bank of Canada (BoC) akan terus memangkas suku bunga sementara Fed cenderung menahan pemangkasan suku bunga, dapat memperlebar perbedaan imbal hasil antara CAD dan USD. Support terdekatnya di zona 1.4327 dan resistance terdekatnya di zona 1.4376.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss turun ke zona 0.9124. Pelemahan ini dipengaruhi oleh turunnya Indeks Dolar AS (DXY) yang saat ini berada dibawah tekanan pasca data yang mengecewakan. Di sisi lain, Franc Swiss (CHF) mendapat dukungan dari potensi aliran dana safe haven, terutama di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Perkembangan terkait data inflasi AS, termasuk Indeks Harga Produsen (PPI) dan Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk Desember, menjadi fokus utama investor karena hasil yang lebih tinggi dari ekspektasi dapat memperkuat Dolar AS. Selain itu, langkah Swiss National Bank (SNB) untuk terus memangkas suku bunga demi mendorong tekanan inflasi juga menambah tekanan pada CHF terhadap USD. Support terdekatnya di area 0.9103 dan resistance terdekatnya di zona 0.9165.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

2:00am

USD

Federal Budget Balance

-86.7B

-77.6B

-366.8B

3:00am

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

6:50am

JPY

M2 Money Stock y/y

1.30%

1.20%

1.20%

1:00pm

JPY

Prelim Machine Tool Orders y/y

-

-

3.0%

2:00pm

EUR

German WPI m/m

-

0.1%

0.0%

2:00pm

GBP

CPI y/y

-

2.6%

2.6%

2:00pm

GBP

Core CPI y/y

-

3.4%

3.5%

2:00pm

GBP

PPI Input m/m

-

0.2%

0.0%

2:00pm

GBP

PPI Output m/m

-

0.1%

0.3%

2:00pm

GBP

RPI y/y

-

3.8%

3.6%

Tentative

CNY

Foreign Direct Investment ytd/y

-

-

-27.9%

2:45pm

EUR

French Final CPI m/m

-

0.2%

0.2%

4:30pm

GBP

HPI y/y

-

3.50%

3.40%

5:00pm

EUR

Industrial Production m/m

-

0.3%

0.0%

Tentative

GBP

10-y Bond Auction

-

-

4.33|2.9

Tentative

EUR

German 30-y Bond Auction

-

 

2.55|3.6

8:30pm

CAD

Manufacturing Sales m/m

-

0.4%

2.1%

8:30pm

CAD

Wholesale Sales m/m

-

-0.6%

1.0%

8:30pm

USD

Core CPI m/m

-

0.3%

0.3%

8:30pm

USD

CPI m/m

-

0.4%

0.3%

8:30pm

USD

CPI y/y

-

2.9%

2.7%

8:30pm

USD

Empire State Manufacturing Index

-

2.7

0.2

9:20pm

USD

FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

10:00pm

USD

FOMC Member Kashkari Speaks

-

-

-

10:30pm

USD

Crude Oil Inventories

-

-1.0M

-1.0M

11:00pm

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

11:30pm

GBP

MPC Member Taylor Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788