| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1677 | 0.02% |
GBPUSD | 1.3603 | 0.02% |
AUDUSD | 0.7120 | -0.07% |
NZDUSD | 0.5930 | 0.22% |
USDJPY | 158.14 | 0.22% |
USDCHF | 0.7974 | 0.24% |
USDCAD | 1.3808 | -0.02% |
GOLDUD | 4,521.40 | -0.60% |
COFU | 84.40 | 0.50% |
USD/IDR | 17,839 | 0.00% |
Kamis, 20 Agustus 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish dipicu oleh sentimen dari ancaman sanksi ekonomi terbaru AS terkait Iran, dan peringatan Teheran terhadap negara-negara Teluk, yang membuat harapan kelanjutan negosiasi untuk mengakhiri konflik Iran semakin memudar.
Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mengatakan akan meluncurkan kampanye baru berskala besar yang menyasar perekonomian Iran, serta mengancam akan menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap negara mana pun yang membantu atau berbisnis dengan Teheran. Menanggapi ancaman Trump tersebut, angkatan bersenjata Iran memperingatkan negara-negara Teluk untuk tidak membantu militer AS, ujar Kepala Staf Angkatan Bersenjata Teheran, Ali Abdollahi, pada hari Rabu.
Masih dari Timur Tengah, Kementerian Luar Negeri UEA pada hari Rabu mengumumkan penangguhan seluruh perdagangan, pertukaran komersial, dan transaksi keuangan dengan Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut. Embargo perdagangan itu dilakukan pasca Kementerian Pertahanan UEA menyatakan telah mendeteksi dua rudal balistik yang diluncurkan dari Iran; di mana satu rudal jatuh di luar perairan wilayah negara itu, sementara satu lainnya mendarat di dalam wilayah perairan tersebut.
Turut mendukung harga, ekspor minyak dari pelabuhan-pelabuhan barat Rusia turun sekitar 15 persen di bawah target volume yang direncanakan akibat gangguan operasional di Novorossiysk pasca serangan Ukraina, ungkap sejumlah sumber industri pada hari Rabu. Selain itu, kegiatan pemuatan di pelabuhan-pelabuhan Rusia mengalami keterlambatan lebih dari dua minggu dari jadwal, kargo yang seharusnya diekspor pada akhir Juli baru dikapalkan dalam beberapa hari terakhir, tambah sumber tersebut.
Dari sisi pasokan, EIA merilis laporan pada Rabu malam yang menunjukkan stok minyak mentah AS naik sebesar 4,41 juta barel pada pekan yang berakhir 14 Agustus, yang sekaligus menandai kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Untuk stok bensin juga dilaporkan naik sebesar 688 ribu barel. Laporan EIA itu mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar energi AS.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $87 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $82 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 210K | 209K |
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1790K | 1777K |
19:30 | USA - Philadelphia Fed Manufacturing Index |
| 25 | 41.4 |
21:00 | USA - CB Leading Index MoM |
| 0.1% | -0.2% |