Home
>
News
>
Publication
>
Ancaman Tarif Donald Trump Masih Membayangi Penurunan EURUSD
Ancaman Tarif Donald Trump Masih Membayangi Penurunan EURUSD
Thursday, 20 February 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0432

-0.13%

GBPUSD

1.2590

-0.13%

AUDUSD

0.6355

-0.44%

NZDUSD

0.5703

-0.19%

USDJPY

151.46

-0.65%

USDCHF

0.9029

0.18%

USDCAD

1.4223

0.14%

GOLDUD

2933.9

0.29%

USD/IDR

16352

0.07%

Fokus EURUSD:

  1. DXY melemah ke zona 107.10
  2. Kekhawatiran tarif Trump

Kamis, 20 Februari 2025 - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0427. Kenaikan kinerja pasangan mata uang Euro yang terus melemah akibat meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap dampak tarif yang direncanakan oleh Presiden AS Donald Trump. Ancaman tarif hingga 25% pada sektor otomotif, semikonduktor, dan farmasi memberikan tekanan pada ekonomi Eropa, terutama Jerman yang sangat bergantung pada ekspor. Data terbaru dari Zona Euro juga memberikan sinyal yang kurang menggembirakan, dengan indeks Sentimen Ekonomi ZEW Jerman yang naik ke 26.0 dari sebelumnya 10.3, tetapi masih di bawah ekspektasi 19.9. Meskipun sentimen investor membaik, ketidakpastian mengenai kebijakan perdagangan dan potensi perlambatan ekonomi tetap menjadi hambatan bagi Euro.

Selain itu, ekspektasi terhadap kebijakan moneter European Central Bank (ECB) juga berkontribusi terhadap pelemahan EUR. Dengan inflasi yang menunjukkan tanda-tanda moderasi, pasar memperkirakan ECB akan memangkas suku bunga hingga tiga kali sepanjang tahun ini. Spekulasi ini semakin menekan nilai tukar Euro, mengingat perbedaan kebijakan antara ECB yang lebih dovish dibandingkan dengan Federal Reserve yang masih mempertahankan sikap hawkish. Sementara itu, ketegangan geopolitik terkait perang Rusia-Ukraina tetap menjadi faktor risiko, terutama dengan pembicaraan damai yang masih belum mencapai titik terang.

Di sisi lain, Dolar AS menguat karena didukung oleh meningkatnya permintaan aset safe-haven serta pernyataan hawkish dari pejabat The Fed. Risalah pertemuan FOMC terbaru menegaskan bahwa bank sentral AS tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga, dengan fokus utama masih pada pengendalian inflasi. Selain itu, pasar juga menantikan rilis data ekonomi utama AS, termasuk klaim pengangguran mingguan dan indeks manufaktur Philly Fed, yang dapat memberikan lebih banyak indikasi terkait prospek ekonomi AS. Jika data ini menunjukkan ketahanan ekonomi yang lebih kuat, maka USD berpotensi terus menekan pasangan EURUSD dalam jangka pendek.

Harga pada pasangan mata uang EURUSD melemah. Support terdekatnya di zona 1.0383 dan resistance terdekatnya di zona 1.0447. Support lanjutan di zona 1.0340 dan dilanjutkan ke zona 1.0300. Resistance lanjutan di zona 1.0480 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.0520.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2587. PAsangan mata uang Poundsterling mengalami pelemahan di tengah meningkatnya ketidakpastian kebijakan moneter Bank of England (BoE) setelah data inflasi Inggris menunjukkan kenaikan signifikan. Laporan Consumer Price Index (CPI) untuk Januari mencatat kenaikan 3,0% YoY, melampaui ekspektasi 2,8% dan lebih tinggi dari angka Desember sebesar 2,5%. Kenaikan inflasi ini dapat memperlambat langkah BoE dalam memangkas suku bunga, meskipun ekonomi Inggris menunjukkan tanda-tanda stagnasi. Namun, reaksi pasar terhadap data ini justru berujung pada pelemahan Poundsterling, karena investor menilai bahwa BoE mungkin tetap pada jalur pelonggaran kebijakan moneter untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, Dolar AS mendapat dukungan dari meningkatnya sentimen risk-off setelah Presiden AS Donald Trump mengkonfirmasi tarif 25% untuk impor farmasi dan semikonduktor mulai April, serta mempertahankan tarif yang sama untuk mobil asing. Support terdekatnya di area 1.2550 dan resistance terdekatnya di zona 1.2637.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6338. Turunnya kinerja mata uang Aussie terjadi setelah rilis data ketenagakerjaan Australia yang dirilis pada Kamis menunjukkan kenaikan tingkat pengangguran menjadi 4,1% di Januari dari 4,0% pada Desember. Meskipun angka perubahan pekerjaan sebesar 44K lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 20K, angka ini masih lebih rendah dibandingkan revisi Desember yang mencapai 60K. Selain itu, keputusan Reserve Bank of Australia (RBA) untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,10% juga berkontribusi terhadap tekanan pada Dolar Australia. Gubernur RBA Michele Bullock memperingatkan bahwa meskipun pemotongan suku bunga telah dilakukan, masih terlalu dini untuk menyatakan kemenangan atas inflasi, yang membuat pasar ragu akan kemungkinan pemangkasan lebih lanjut dalam waktu dekat. Support terdekatnya di zona 0.6312 dan resistance terdekatnya di zona 0.6371.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5701. Pasangan mata uang NZDUSD mengalami tekanan negatif, diperdagangkan di sekitar 0,5695 selama sesi Asia pada Kamis ini. Pelemahan ini terjadi setelah Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) memangkas suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin menjadi 3,75% pada Rabu, 19 Februari 2025. Langkah ini menandai pemangkasan keempat berturut-turut oleh RBNZ, yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah inflasi yang moderat. Gubernur RBNZ, Adrian Orr, mengindikasikan kemungkinan penurunan suku bunga lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang, dengan proyeksi suku bunga mencapai sekitar 3% pada akhir tahun. Selain itu, ketegangan perdagangan global turut mempengaruhi sentimen pasar. Presiden AS, Donald Trump, yang baru saja dilantik bulan lalu, telah memberlakukan tarif 10% pada semua impor dari China, di samping tarif yang sudah ada hingga 25%. Baru-baru ini, Trump menyatakan kemungkinan penerapan tarif sekitar 25% pada mobil asing, serta peningkatan bea masuk untuk chip semikonduktor dan obat-obatan. Support terdekatnya di area 0.5674 dan resistance terdekatnya di zona 0.5734.

USDJPY – Pasangan mata uang Yen turun ke zona 150.60. Pasangan USDJPY terus melemah, diperdagangkan di pertengahan level 150,00-an setelah Yen Jepang (JPY) mendapatkan momentum penguatan yang signifikan. Ekspektasi pasar bahwa Bank of Japan (BoJ) akan kembali menaikkan suku bunga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) ke level tertinggi dalam lebih dari satu dekade. Penyempitan perbedaan suku bunga antara Jepang dan negara lain membuat Yen lebih menarik bagi investor, mempercepat arus modal masuk ke mata uang berimbal hasil lebih rendah ini. Selain itu, data ekonomi Jepang yang kuat, termasuk pertumbuhan PDB kuartal keempat yang positif dan inflasi yang tetap tinggi, semakin memperkuat spekulasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh BoJ, yang memberikan dukungan tambahan bagi Yen. Di sisi lain, Dolar AS (USD) masih kesulitan menarik minat beli meskipun risalah pertemuan FOMC terbaru menegaskan pendekatan hati-hati dalam memangkas suku bunga. Pernyataan hawkish dari beberapa pejabat The Fed, seperti Philip Jefferson dan Austan Goolsbee, tidak cukup untuk menopang USD di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan proteksionisme Presiden AS Donald Trump. Support terdekatnya di area 150.10 dan resistance terdekatnya di zona 151.50

USDCAD – Mata uang Loonie naik ke zona 1.4228. Kenaikan Loonie didorong oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama. Pernyataan hawkish dari beberapa pejabat Fed, termasuk Mary Daly dan Patrick Harker, menegaskan bahwa inflasi masih menjadi perhatian utama, yang memperkecil peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Di sisi lain, meskipun data inflasi Kanada menunjukkan sedikit kenaikan, pasar tetap skeptis terhadap kemungkinan Bank of Canada (BoC) menaikkan suku bunga, dengan ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan yang lebih longgar. Kombinasi kebijakan moneter yang berbeda antara AS dan Kanada ini memperkuat Dolar AS, mendorong USDCAD ke level tertinggi baru dalam beberapa bulan terakhir. Support terdekatnya di zona 1.4189 dan resistance terdekatnya di zona 1.4295.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.9030. Naiknya performa mata uang Swiss ditengah penguatan Greenback didukung oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, sebagaimana ditegaskan dalam risalah pertemuan FOMC terbaru. Meskipun pasar tetap mencermati ancaman tarif 25% dari Presiden AS Donald Trump terhadap impor mobil, farmasi, dan semikonduktor, sentimen risiko tetap relatif stabil. Sementara itu, Franc Swiss (CHF) melemah karena Swiss National Bank (SNB) diperkirakan akan mempertahankan kebijakan moneter yang sangat dovish untuk mengatasi tekanan inflasi yang turun ke 0,4%, level terendah sejak Mei 2021. Kombinasi ini memberikan momentum lebih lanjut bagi USDCHF untuk terus menguat dalam jangka pendek. Support terdekatnya di area 0.9012 dan resistance terdekatnya di zona 0.9063.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

2:00am

USD

FOMC Meeting Minutes

-

-

-

2:10am

NZD

RBNZ Gov Orr Speaks

-

-

-

5:00am

USD

President Trump Speaks

-

-

-

5:00am

USD

FOMC Member Jefferson Speaks

-

-

-

7:30am

AUD

Employment Change

44.0K

19.4K

60.0K

7:30am

AUD

Unemployment Rate

4.1%

4.1%

4.0%

8:00am

CNY

1-y Loan Prime Rate

3.1%

3.1%

3.1%

8:00am

CNY

5-y Loan Prime Rate

3.6%

3.6%

3.6%

2:00pm

CHF

Trade Balance

-

3.55B

3.49B

2:00pm

EUR

German PPI m/m

-

0.6%

-0.1%

Tentative

EUR

EU Economic Forecasts

-

-

-

6:00pm

GBP

CBI Industrial Order Expectations

-

-30

-34

8:30pm

CAD

IPPI m/m

-

0.8%

0.2%

8:30pm

CAD

NHPI m/m

-

0.1%

-0.1%

8:30pm

CAD

RMPI m/m

-

2.4%

1.3%

8:30pm

USD

Unemployment Claims

-

215K

213K

8:30pm

USD

Philly Fed Manufacturing Index

-

19.4

44.3

9:35pm

USD

FOMC Member Goolsbee Speaks

-

-

-

10:00pm

EUR

Consumer Confidence

-

-14

-14

10:00pm

USD

CB Leading Index m/m

-

-0.1%

-0.1%

10:30pm

USD

Natural Gas Storage

-

-191B

-100B

11:00pm

EUR

German Buba President Nagel Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788