Home
>
News
>
Publication
>
Ancaman Meluasnya Perang Tarif Trump Buat Minyak Ikut Tertekan
Ancaman Meluasnya Perang Tarif Trump Buat Minyak Ikut Tertekan
Monday, 17 February 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.04830

0.19%

GBPUSD

1.25770

0.16%

AUDUSD

0.63440

0.44%

NZDUSD

0.57180

0.44%

USDJPY

152.190

-0.22%

USDCHF

0.90020

-0.11%

USDCAD

1.41890

-0.21%

GOLDUD

2,878.780

0.62%

COFU

70.69

-0.23%

USD/IDR

16,280

-0.16%

Fokus Crude Oil:

  • AS selidiki manipulasi mata uang setiap negara jelang batas waktu kebijakan tarif bulan April, kata Menteri Keuangan.
  • China akan meladeni AS sampai akhir jika AS terus melakukan intimidasi sepihak, kata Menteri Luar Negeri Wang Yi.

***********************************************************

Senin, 17 Februari 2025 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish dibebani oleh potensi meluasnya perang dagang secara global. Meski demikian, meredupnya harapan kesepakatan damai Ukraina, serta sinyal eskalasi tensi antara Iran dengan AS dan Israel berpotensi mendorong harga kembali bullish.

Presiden AS Donald Trump berencana melihat lebih jauh dari sekadar tarif dan hambatan non-tarif, dengan mengarahkan tim ekonominya untuk mengkaji manipulasi mata uang saat mempelajari masalah tersebut menjelang batas waktu paling lambat tanggal 1 April, kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada hari Jumat. Rencana kebijakan tarif timbal balik pada setiap negara yang mengenakan pajak atas impor AS, memicu kekhawatiran akan meningkatkan risiko perang dagang global.

Turut membebani pergerakan harga, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, pada hari Jumat menegaskan bahwa China akan menanggapi dengan tegas praktik intimidasi sepihak yang dilakukan oleh AS sampai akhir, meskipun China tidak ingin berkonflik dengan AS dan berharap AS dapat bekerja sama dengan China dalam arah yang sama.

Sementara itu, serangan terbaru drone Ukraina yang dilancarkan di wilayah Krasnodar Rusia telah melukai satu orang dan merusak sedikitnya 12 rumah, kata Veniamin Kondratyev, gubernur wilayah Rusia selatan pada Senin pagi. Sebelumnya, Ukraina mengatakan berencana menargetkan infrastruktur energi Rusia di wilayah Krasnodar, yaitu kilang minyak Ilsky, salah satu kilang terbesar milik Rusia yang memiliki kapasitas sekitar 138.000 bph. Berita tersebut meredupkan ekspektasi akan segera tercapainya kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina.

Dukungan lainnya datang dari pernyataan dukungan Israel terhadap AS dalam upaya meredam ancaman Iran, pasca pertemuan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada hari Minggu. Dalam pertemuan itu, Israel dan AS menyepakati akan memastikan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan juga sepakat bahwa agresi Iran di kawasan itu harus diredam.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $73 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $68 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:30

USA - Fed Harker Speech

 

 

 

22:20

USA - Fed Bowman Speech

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788