Home
>
News
>
Publication
>
Aktivitas Pelabuhan Utama Rusia Kembali Normal, Laju Minyak Terkoreksi Melesu
Aktivitas Pelabuhan Utama Rusia Kembali Normal, Laju Minyak Terkoreksi Melesu
Monday, 17 November 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1622

-0.15%

GBPUSD

1.3171

-0.17%

AUDUSD

0.6530

-0.15%

NZDUSD

0.5673

-0.23%

USDJPY

154.37

0.19%

USDCHF

0.7929

0.23%

USDCAD

1.4015

0.12%

GOLDUD

4,106.70

-0.70%

COFU

59.80

-0.54%

USD/IDR

16,705

0.13%

Fokus Utama:

  • Aktivitas pelabuhan Novorossiysk di Laut Hitam kembali normal, dua kapal tanker mulai memuat minyak pada hari Minggu.
  • Ekonomi Jepang mengalami kontraksi pertama dalam enam kuartal akibat tarif AS, ungkap data resmi pemerintah.

==================================================================================

Senin, 17 November 2025 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak terkoreksi bearish dipicu oleh sentimen dari kembali dimulainya aktivitas pemuatan di pelabuhan penting Rusia, dan sinyal melesunya ekonomi di negara importir minyak terbesar keempat dunia.

Aktivitas di pelabuhan Novorossiysk, di Laut Hitam telah kembali normal setelah dua kapal tanker terlihat ditambatkan di Novorossiysk pada hari Minggu untuk melakukan pemuatan, ungkap dua sumber industri dan data LSEG yang dikutip oleh Reuters. Dimulainya kembali operasional di pusat ekspor utama Rusia itu turut meredakan kekhawatiran gangguan pasokan setelah sebelumnya dilakukan penangguhan operasi selama dua hari akibat serangan drone Ukraina pada pekan lalu.

Turut membebani harga, ekonomi Jepang menyusut hampir 2% dalam tiga bulan hingga September, yang diakibatkan oleh penurunan ekspor karena tarif AS yang menyebabkan kontraksi pertama dalam enam kuartal, ungkap data pemerintah yang dirilis pada hari Senin. Selain itu, untuk konsumsi swasta tumbuh 0,1% sesuai perkiraan pasar, namun angka ini lebih rendah dibandingkan 0,4% pada kuartal kedua. Melesunya pertumbuhan ekonomi Jepang turut memicu kekhawatiran akan berdampak pada penurunan permintaan minyak di negara importir minyak terbesar keempat dunia tersebut.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu mengatakan bahwa Partai Republik sedang menyusun undang-undang untuk menjatuhkan sanksi kepada negara mana pun yang berbisnis dengan Rusia, dan ia mengatakan Iran mungkin akan ditambahkan ke dalam daftar tersebut. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan memperketat pasokan minyak Rusia setelah sebelumnya AS menjatuhkan sanksi terhadap dua perusahaan minyak utama Rusia, Lukoil dan Rosneft.

Dari Timur Tengah, Iran pada hari Sabtu mengonfirmasi bahwa pasukan Garda Revolusi telah menyita sebuah kapal tanker di perairan Teluk yang membawa muatan petrokimia menuju Singapura atas dugaan pelanggaran, lapor media pemerintah Iran. Penyitaan yang terjadi pada hari Jumat tersebut merupakan laporan pertama Teheran menyita sebuah kapal tanker sejak serangan Israel-AS terhadap Iran pada bulan Juni.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $62 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $57 per barel.


Data Ekonomi Hari Ini

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - NY Empire State Manufacturing Index

 

6.1

10.70

21:00

USA - Fed Williams Speech

 

 

 

21:30

USA - Fed Jefferson Speech

 

 

 

Sumber: Riset ICDX.
Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788