Home
>
News
>
Publication
>
Aksi Profit-Taking Tekan Harga Emas, Investor Tunggu Data CPI AS
Aksi Profit-Taking Tekan Harga Emas, Investor Tunggu Data CPI AS
Wednesday, 12 February 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0353

0.14%

GBPUSD

1.2432

0.17%

AUDUSD

0.6287

0.16%

NZDUSD

0.5652

0.19%

USDJPY

152.34

0.73%

USDCHF

0.9133

-0.23%

USDCAD

1.4295

-0.11%

GOLDUD

2900.8

-0.59%

USD/IDR

16369

0.04%

Fokus Emas:

  1. Aksi profit taking emas pasca menyentuh level tertinggi
  2. Menanti data inlasi AS dalam menentukan prospek suku bunga

Rabu, 12 Februari 2025 – Harga emas melemah ke level $2.900 per troy ons, seiring aksi profit-taking oleh sebagian pelaku pasar setelah logam mulia ini mencatatkan rekor tertinggi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap perang dagang global akibat tarif baru yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump. Selain itu, fokus investor kini beralih ke laporan utama inflasi AS yang akan rilis hari ini.

Pada Selasa (11/2), Meksiko, Kanada, dan Uni Eropa mengecam keputusan Trump untuk menerapkan tarif impor baja dan aluminium mulai bulan depan. Kebijakan ini semakin memicu kekhawatiran terhadap eskalasi perang dagang, di tengah antisipasi investor terhadap potensi kebijakan tarif tambahan dalam waktu dekat.

Pasar kini menantikan laporan inflasi AS, khususnya Indeks Harga Konsumen (CPI) AS, yang dijadwalkan rilis pada malam ini. Sementara itu, pada Selasa (11/2), Chairman The Fed, Jerome Powell, menyampaikan testimoni tahunan di hadapan Senat Komite Perbankan, Perumahan, dan Urusan Urban. Hari ini, Powell dijadwalkan kembali memberikan pernyataan di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS. Dalam testimoninya, Powell menyatakan bahwa ekonomi AS masih berada dalam kondisi solid, sehingga The Fed tidak terburu-buru menurunkan suku bunga, namun tetap siap melakukannya jika inflasi melemah atau pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

Berdasarkan konsensus pasar, CPI AS untuk Januari 2025 diperkirakan meningkat 0,3% MoM untuk seluruh kategori, sementara secara tahunan tetap stabil di 2,9% YoY. Sementara itu, CPI inti, yang tidak mencakup sektor pangan dan energi, diprediksi tumbuh 0,3% MoM dan 3,1% YoY, sedikit lebih rendah dibandingkan 3,2% pada Desember. Angka ini menunjukkan bahwa inflasi AS masih cukup tinggi, yang dapat mempengaruhi prospek kebijakan moneter The Fed. Secara historis, emas dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Emas dianggap sebagai nilai lindung terhadap inflasi, tetapi suku bunga yang lebih tinggi melemahkan daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil ini.

Dari sisi teknikal, support terdekat harga emas saat ini berada di kisaran $2.881 hingga $2.873, sementara resistance terdekat berada di rentang $2.898 hingga $2.907. Support terjauh berada di $2.856, sedangkan resistance terjauh di $2.924.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

3:30am

USD

FOMC Member Bowman Speaks

-

-

-

3:30am

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

3:40am

USD

President Trump Speaks

-

-

-

8:30pm

USD

Core CPI m/m

-

0.3%

0.2%

8:30pm

USD

CPI m/m

-

0.3%

0.4%

8:30pm

USD

CPI y/y

-

2.9%

2.9%

10:00pm

USD

Fed Chair Powell Testifies

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788