Home
>
News
>
Publication
>
USDJPY Tertekan Pasca BOJ Membuka Waktu Kenaikan Suku Bunga
USDJPY Tertekan Pasca BOJ Membuka Waktu Kenaikan Suku Bunga
Monday, 18 November 2024

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0533

-0.07%

GBPUSD

1.2610

0.22%

AUDUSD

0.6452

0.36%

NZDUSD

0.5858

0.14%

USDJPY

154.41

-0.07%

USDCHF

0.8875

-0.06%

USDCAD

1.4090

-0.11%

GOLDUD

2561.09

0.42%

USD/IDR

15840

0.00%

Fokus USDJPY:

  1. Gubernur Bank of Japan (BOJ), Kazuo Ueda, mengisyaratkan kenaikan suku bunga secara bertahap namun tanpa jadwal yang jelas
  2. Komentar ketua The Fed Jerome Powell

Senin, 18 November 2024 – Pergerakan pasangan mata uang USDJPY turun ke zona 154.41 setelah Gubernur BOJ Kazuo Ueda mengindikasikan potensi kenaikan suku bunga. Meski begitu, Ueda tidak memberikan panduan pasti, membuat pasar tetap waspada terhadap kebijakan BOJ yang akan datang.

Dalam pidatonya, Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda mengatakan pada hari Senin bahwa ekonomi Jepang pulih secara moderat meskipun ada tanda-tanda yang lemah. Ueda menegaskan bahwa kebijakan kenaikan suku bunga akan bergantung pada perkembangan ekonomi dan risiko global, termasuk dari AS. Pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 0,25% pada pertemuan BOJ bulan Desember. Selain itu, risalah BoJ dari pertemuan bulan Oktober menyoroti perpecahan di antara para pengambil kebijakan mengenai kenaikan suku bunga tambahan. Namun demikian, bank sentral mempertahankan pandangannya, menunjukkan bahwa mereka dapat menaikkan suku bunga acuan menjadi 1% pada paruh kedua tahun fiskal 2025, yang merupakan total pengetatan kebijakan sebesar 75 basis poin dari suku bunga saat ini.

Data ekonomi Jepang pada hari Jumat melaporkan, Produk Domestik Bruto (PDB) awal Jepang tumbuh 0,2% q/q di kuartal ketiga, turun dari 0,5% di kuartal sebelumnya, sesuai dengan ekspektasi pasar. Pertumbuhan PDB tahunan Jepang untuk Kuartal III sebesar 0,9%, melampaui konsensus pasar sebesar 0,7%, tetapi menunjukkan perlambatan tajam dari pertumbuhan 2,2% sebelumnya di Kuartal II.

Di sisi Dolar AS, sebelumnya, Ketua The Fed Jerome Powell mencatat bahwa kinerja ekonomi AS baru-baru ini "sangat baik", sehingga memberikan ruang bagi The Fed untuk secara bertahap menurunkan suku bunga. Sementara itu, Presiden The Fed Richmond Thomas Barkin menyatakan bahwa meskipun The Fed telah membuat kemajuan yang kuat sejauh ini, masih ada lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menjaga momentum tetap berjalan. Dari sisi data, Indeks Harga Produsen (IHP) AS naik 2,4% dari tahun ke tahun di bulan Oktober, mengalami kenaikan dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 2,3%. Sementara itu, IHP Inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, naik 3,1% thn/thn, sedikit di atas prakiraan 3,0%.

Harga pada pasangan mata uang USDJPY menurun. Support terdekatnya di zona 154.10 dan resistance terdekatnya di zona 154.65 Support lanjutan di zona 153.75 dan dilanjutkan ke zona 153.43 Resistance lanjutan di zona 154.96 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 155.50

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0540. Tekanan terhadap Euro meningkat akibat komentar hati-hati dari pejabat Federal Reserve (Fed) dan data Penjualan Ritel AS yang lebih baik dari perkiraan. Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa ekonomi AS tetap kuat dengan pasar tenaga kerja yang kokoh dan inflasi yang masih tinggi, sehingga tidak ada urgensi untuk memangkas suku bunga. Selain itu, indeks manufaktur NY Empire State mencatat kenaikan tak terduga, mendukung penguatan Dolar AS. Di sisi yang sama, Euro terus tertekan akibat sikap dovish Bank Sentral Eropa (ECB) yang diperkirakan akan memangkas suku bunga pada pertemuan Desember. Inflasi di Zona Euro diproyeksikan turun signifikan menjadi 2,4% pada 2024 dari 5,4% pada 2023. Sementara itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi Zona Euro untuk 2024 tetap di angka 0,8%, namun revisi turun untuk 2025 menjadi 1,3%. Komisioner Ekonomi Uni Eropa, Paolo Gentiloni, optimis bahwa pertumbuhan konsumsi dan investasi akan mendorong pemulihan bertahap dalam dua tahun mendatang, didukung tingkat pengangguran yang rendah. Support terdekatnya di zona 1.0490 dan resistance terdekatnya di zona 1.0580.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound naik ke area 1.2630. Pound Inggris berhasil pulih sebagian dari tekanan jual sebelumnya, didukung oleh pelemahan moderat Dolar AS. Meski demikian, sentimen terhadap GBP tetap dibayangi oleh data ekonomi Inggris yang lemah, termasuk kontraksi GDP sebesar 0,1% pada September dan perlambatan pertumbuhan upah, yang memicu spekulasi bahwa Bank of England (BoE) dapat menunda pemangkasan suku bunga pada Desember. Di sisi lain, Dolar AS masih mempertahankan momentum positifnya setelah data inflasi produsen yang lebih tinggi dari ekspektasi pada Oktober, meskipun pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang berhati-hati meredakan reli Greenback. Powell mengindikasikan fleksibilitas kebijakan moneter berkat performa ekonomi AS yang solid. Dengan absennya rilis data ekonomi utama pada awal pekan ini, GBP/USD berpotensi diperdagangkan dalam rentang terbatas hingga ada sinyal lebih jelas terkait langkah kebijakan moneter BoE dan Fed. Support terdekatnya di area 1.2580 dan resistance terdekatnya di zona 1.2670.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie naik ke zona 0.6470. Kinerja mata uang Aussie terdorong menguat didukung oleh Penjualan ritel di Tiongkok tumbuh 4,8% secara tahunan pada Oktober, naik tajam dari 3,2% di bulan sebelumnya dan melebihi estimasi pasar sebesar 3,8%. Lonjakan ini, yang merupakan pertumbuhan tercepat sejak Februari, didorong oleh libur panjang dan langkah stimulus pemerintah, termasuk penurunan suku bunga serta pelonggaran pembatasan pembiayaan untuk pembelian saham dan rumah. Meskipun demikian, upaya ini dinilai belum cukup untuk memulihkan ekonomi sepenuhnya, sehingga Beijing menghadapi tekanan untuk mengambil langkah tambahan seperti pelonggaran moneter lebih lanjut. Perkembangan positif di Tiongkok ini menjadi kabar baik bagi Australia, mengingat Tiongkok adalah mitra dagang terbesar mereka. Di sisi lain, Reserve Bank of Australia (RBA) masih mempertahankan suku bunga pada 4,35% selama delapan pertemuan berturut-turut, menjadikannya berbeda dari mayoritas bank sentral lainnya yang telah memangkas suku bunga. Inflasi Australia turun menjadi 2,8% pada kuartal ketiga, level terendah sejak awal 2021, meskipun inflasi inti masih tinggi. RBA diperkirakan akan mempertahankan suku bunga hingga akhir tahun, dengan potensi pemangkasan pada awal 2025 jika inflasi terus menurun. Support terdekatnya di zona 0.6430 dan resistance terdekatnya di zona 0.6500.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi naik ke area 0.5860. Kenaikan pada kinerja mata uang Kiwi didorong oleh data ekonomi Selandia Baru yang lebih baik dari perkiraan. Data menunjukkan Indeks Harga Produsen (PPI) Input meningkat 1,9% kuartal-ke-kuartal (QoQ) pada Q3, naik dari 1,4% sebelumnya, sementara PPI Output tumbuh 1,5% dari 1,1%. Indeks Kinerja Jasa (PSI) juga membaik menjadi 46,0 di Oktober dibandingkan 45,7 di September. Data ini memberikan dukungan pada Dolar Selandia Baru (NZD), meskipun pergerakannya dibatasi oleh penguatan Dolar AS yang didukung ekspektasi kuat terhadap ekonomi AS. Support terdekatnya di area 0.5830 dan resistance terdekatnya di zona 0.5910.
USDCAD – Pergerakan pasangan mata uang ini turun ke zona 1.4090 oleh penurunan kinerja Dolar AS, data ekonomi AS pada hari Jumat yang dilaporkan oleh Biro Sensus AS bahwa Penjualan Ritel meningkat 0,4% di bulan Oktober, melampaui ekspektasi untuk kenaikan 0,3% namun turun dari kenaikan 0,8% di bulan September. Di sisi Kanada, para pelaku pasar memprakirakan Bank of Canada (BoC) akan memangkas suku bunga lagi sebesar 50 basis poin (bp) menjadi 3,25%. Support terdekatnya di zona 1.4050 dan resistance terdekatnya di zona 1.4135.

USDCHF – Pergerakan pasangan mata uang ini turun ke zona 0.8875 setelah indikasi Powell yang mengatakan bahwa kinerja ekonomi AS baru-baru ini "sangat baik", sehingga memberikan fleksibilitas bagi Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga secara bertahap. Di sisi Swiss, data ekonomi sebelumnya menunjukan inflasi Swiss turun menjadi 0,6% di bulan Oktober, terendah dalam lebih dari tiga tahun terakhir, yang menandakan bahwa inflasi terkendali. Selain itu, Wakil Ketua SNB Antoine Martin menyatakan bahwa SNB tidak berkomitmen untuk melakukan pemotongan suku bunga tambahan pada bulan Desember. Support terdekatnya di zona 0.8840 dan resistance terdekatnya di zona 0.8899.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

4:30am

NZD

BusinessNZ Services Index

46.0

-

45.7

4:45am

NZD

PPI Input q/q

1.9%

1.0%

1.4%

4:45am

NZD

PPI Output q/q

1.5%

0.9%

1.1%

6:50am

JPY

Core Machinery Orders m/m

-0.7%

1.4%

-1.9%

7:01am

GBP

Rightmove HPI m/m

-1.4%

-

0.3%

8:05am

JPY

BOJ Gov Ueda Speaks

-

-

-

1:30pm

AUD

RBA Assist Gov Kent Speaks

-

-

-

3:00pm

EUR

German Buba President Nagel Speaks

-

-

-

5:00pm

EUR

Trade Balance

-

7.9B

11.0B

8:15pm

CAD

Housing Starts

-

239K

224K

8:30pm

CAD

Foreign Securities Purchases

-

10.50B

9.97B

10:00pm

USD

FOMC Member Goolsbee Speaks

-

-

-

10:00pm

USD

NAHB Housing Market Index

-

42

43

Day 1

All

G20 Meetings

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788