| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0562 | -0.10% |
GBPUSD | 1.2731 | -0.07% |
AUDUSD | 0.6384 | -0.06% |
NZDUSD | 0.5831 | -0.14% |
USDJPY | 150.06 | 0.03% |
USDCHF | 0.8783 | 0.07% |
USDCAD | 1.4157 | 0.02% |
GOLDUD | 2634.40 | 0.43% |
USD/IDR | 15850 | -0.06% |
Fokus USDJPY:
Senin, 09 Desember 2024 – Pergerakan pasangan mata uang USDJPY naik ke zona 150.06 di tengah rilisnya data ekonomi Jepang yang menunjukan bahwa perekonomian Jepang berkembang pada Juli-September lebih cepat dari yang dilaporkan sebelumnya berkat revisi kenaikan dalam investasi modal dan ekspor, menjaga ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga jangka pendek oleh bank sentral tetap hidup. Selain itu rilisnya data ekonomi AS yang positif membawa kenaikan Dolar AS meskipun terdapat komentar dovish dari salah satu pejabat The Fed.
Produk domestik bruto (PDB) naik 1,2% secara tahunan dalam tiga bulan hingga September, data revisi Kantor Kabinet menunjukkan pada hari Senin, lebih tinggi dari perkiraan median ekonom dan perkiraan awal pertumbuhan 0,9%. Data tersebut akan menjadi salah satu faktor yang akan diteliti oleh BOJ pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 18-19 Desember, pelaku pasar memperkirakan kenaikan suku bunga jangka pendek dari 0,25% saat ini. Selain itu, Yoshihiko Noda, pemimpin partai oposisi terbesar di negara itu, mengatakan pada hari Jumat bahwa Bank of Japan harus menaikkan suku bunga dan terus menghapuskan program stimulus kontroversial yang dianggap menyebabkan penurunan yen yang tidak diinginkan.
Di sisi Dolar AS, data ekonomi AS pada hari Jumat laporan pasar tenaga kerja menunjukkan bahwa jumlah pekerja baru yang direkrut lebih tinggi dari yang diperkirakan. Laporan tersebut menunjukkan bahwa Nonfarm payrolls menambah 227 ribu pekerja baru, setelah naik sebesar 36.000 pekerjaan pada bulan Oktober dan lebih tinggi dari prakiraan 200 ribu. Sementara itu, Tingkat Pengangguran naik menjadi 4,2% di bulan November dari angka sebelumnya 4,1%. Di sisi lain, dalam berita yang beredar, Gubernur Federal Reserve Michelle Bowman mengatakan pada hari Jumat bahwa ia lebih memilih untuk memangkas suku bunga dengan hati-hati, menekankan bahwa inflasi yang mendasari masih "tidak nyaman" di atas target 2% bank sentral. Selain itu, Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Austan Goolsbee mengatakan pada hari Jumat bahwa pasar tenaga kerja tampaknya sebagian besar stabil meskipun ada serangkaian data yang tidak menentu mengenai pekerjaan AS.
Harga pada pasangan mata uang USDJPY naik. Support terdekatnya di zona 149.10 dan resistance terdekatnya di zona 150.65 Support lanjutan di zona 148.75 dan dilanjutkan ke zona 148.43 Resistance lanjutan di zona 150.96 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 151.50
EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0830. Pasangan mata uang Euro menghadapi tekanan imbas penguatan yang dialami oleh performa Dolar AS pasca rilis data NFP pekan lalu. Namun disisi lain, Laporan GDP kuartal ketiga Zona Euro menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,4% q/q, naik dari 0,2% pada kuartal sebelumnya. Namun, tantangan ekonomi terus berlanjut, terutama di Jerman, di mana sektor manufaktur mengalami kontraksi dengan PMI tetap di 43,0 pada November. Data produksi industri Jerman juga mencatat penurunan 1% pada Oktober. Sementara itu, krisis politik di Prancis semakin memperburuk situasi, dengan jatuhnya pemerintahan akibat mosi tidak percaya, yang berdampak pada ketidakpastian ekonomi di kawasan tersebut. Support terdekatnya di zona 1.0770 dan resistance terdekatnya di zona 1.0870.
GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2730. Turunnya pasangan mata uang ini akibat penguatan Dolar AS yang didorong oleh data tenaga kerja yang solid. Laporan Nonfarm Payrolls AS untuk November menunjukkan penambahan 227 ribu pekerjaan, jauh di atas ekspektasi 200 ribu, meskipun tingkat pengangguran naik tipis menjadi 4,2%. Data ini menegaskan ketahanan pasar tenaga kerja AS, yang memberikan kepercayaan lebih pada potensi kebijakan moneter yang tetap ketat dari Federal Reserve. Sentimen ini diperkuat oleh kenaikan PMI Manufaktur ISM menjadi 48,4 dari 46,5 pada Oktober, menandakan perbaikan di sektor manufaktur AS. Sementara itu, sektor jasa mengalami pelemahan, namun tidak cukup untuk membebani sentimen positif terhadap Dolar AS. Di sisi lain, Pound Sterling tertekan akibat minimnya katalis positif dari Inggris. Data PMI Jasa Inggris tetap stagnan di angka 50,0, menandakan pertumbuhan yang datar. Ketidakpastian terkait kebijakan Bank of England juga membebani Pound, dengan komentar hati-hati dari anggota MPC yang menunjukkan kemungkinan pendekatan dovish dalam beberapa bulan ke depan. Dengan Dolar AS yang menguat dan melemahnya fundamental Inggris, GBP/USD diperkirakan akan tetap berada dalam tekanan hingga ada perbaikan signifikan dalam ekonomi Inggris atau pelonggaran di kebijakan moneter AS. Support terdekatnya di area 1.2660 dan resistance terdekatnya di zona 1.2820.
AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6380. Mata uang Aussie mengalami penurunan setelah data ketenagakerjaan AS yang kuat dirilis pada hari Jumat. Nonfarm Payrolls (NFP) untuk November melampaui ekspektasi dengan kenaikan 227.000 pekerjaan, jauh di atas prediksi 200.000, sekaligus menunjukkan pasar tenaga kerja AS tetap solid. Meskipun tingkat pengangguran naik menjadi 4,2%, pertumbuhan pendapatan rata-rata per jam yang mencapai 0,4% mendukung penguatan Dolar AS. Sentimen ini diperkuat dengan ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat dibandingkan bank sentral lainnya, termasuk Reserve Bank of Australia (RBA). Dari sisi Australia, prospek ekonomi melemah dengan data pertumbuhan GDP kuartal ketiga yang lebih lemah dari perkiraan. Sementara RBA diperkirakan mempertahankan suku bunga di 4,35% pada pertemuan mendatang, meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga pada April 2024 memberi tekanan tambahan pada Dolar Australia. Sikap hati-hati dari RBA dan ekspektasi pemangkasan suku bunga kontras dengan penguatan Dolar AS, menciptakan tekanan bearish lebih lanjut pada AUD/USD. Kombinasi antara fundamental domestik yang lemah dan penguatan Dolar AS ini memperburuk posisi AUD terhadap Greenback. Support terdekatnya di zona 0.6340 dan resistance terdekatnya di zona 0.6460
NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5830. Pelemahan Dolar Selandia Baru (NZD) didorong oleh ekspektasi kuat bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan melanjutkan kebijakan pelonggaran agresifnya. Setelah memangkas suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25% pada pertemuan November, RBNZ diperkirakan akan kembali menurunkan suku bunga hingga 3,75% pada pertemuan Februari jika kondisi ekonomi terus sesuai proyeksi. Support terdekatnya di area 0.5780 dan resistance terdekatnya di zona 0.5890.
USDCAD – Pergerakan pasangan mata uang ini naik ke zona 1.4157. Di sisi Loonie, penambahan tenaga kerja baru tetap kuat di bulan November, sementara tingkat pengangguran melonjak ke rekor tertinggi sejak September 2021. Perekonomian menambahkan 50.000 pekerja, jauh lebih tinggi dari prakiraan 25 ribu dan rilis sebelumnya 14.000. Tingkat Pengangguran naik ke 6,8%, lebih cepat dari estimasi 6,6% dan sebelumnya 6,5%. Pelaku pasar menilai tingkat pengangguran yang lebih tinggi mendorong ekspektasi pasar pada kemungkinan penurunan suku bunga yang lebih besar oleh Bank of Canada (BoC). Pada pertemuan sebelumnya BoC telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 125 basis poin (bp) menjadi 3,75%. Support terdekatnya di zona 1.4100 dan resistance terdekatnya di zona 1.4185.
USDCHF – Pergerakan pasangan mata uang ini naik ke zona 0.8783 terdorong oleh kinjera Dolar AS yang meningkat pasca rilisnya Nonfarm Payrolls (NFP) AS menunjukkan bahwa 227 ribu pekerja baru ditambahkan ke dalam angkatan kerja, lebih tinggi dari estimasi 200 ribu. Tingkat Pengangguran naik ke 4,2%, sesuai ekspektasi, lebih tinggi dari rilis sebelumnya 4,1%. Sementara itu, Pendapatan Per Jam Rata-Rata naik stabil 0,4% dan 4% masing-masing pada basis bulanan dan tahunan. Support terdekatnya di zona 0.8750 dan resistance terdekatnya di zona 0.8839.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
6:50 AM | JPY | Bank Lending y/y | 3.0% | 2.6% | 2.6% |
6:50 AM | JPY | Current Account | 2.41T | 2.28T | 1.27T |
6:50 AM | JPY | Final GDP Price Index y/y | 2.4% | 2.5% | 2.5% |
6:50 AM | JPY | Final GDP q/q | 0.3% | 0.3% | 0.2% |
8:30 AM | CNY | CPI y/y | 0.2% | 0.4% | 0.3% |
8:30 AM | CNY | PPI y/y | -2.5% | -2.8% | -2.9% |
12:00 PM | JPY | Economy Watchers Sentiment | - | 47.3 | 47.5 |
3:00 PM | CHF | SECO Consumer Climate | - | -38 | -37 |
4:30 PM | EUR | Sentix Investor Confidence | - | -12.4 | -12.8 |
All Day | EUR | Eurogroup Meetings | - | - | - |
8:00 PM | GBP | MPC Member Ramsden Speaks | - | - | - |
10:00 PM | USD | Final Wholesale Inventories m/m | - | 0.2% | 0.2% |