Home
>
News
>
Publication
>
USDJPY Menguat pasca Penurunan Suku Bunga The Fed Serta Menanti Kebijakan BoJ
USDJPY Menguat pasca Penurunan Suku Bunga The Fed Serta Menanti Kebijakan BoJ
Thursday, 19 December 2024

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0352

-0.10%

GBPUSD

1.2575

-0.04%

AUDUSD

0.6216

-0.10%

NZDUSD

0.5622

-0.07%

USDJPY

154.80

0.03%

USDCHF

0.9008

0.04%

USDCAD

1.4446

0.03%

GOLDUD

2587.44

0.73%

USD/IDR

16130

0.50%

Fokus USDJPY:

  1. Penurunan suku bunga The Fed dan proyeksi kebijakan suku bunga di masa depan.
  2. Pasar memperkirakan BOJ kemungkinan mempertahankan suku bunga stabil di 0,25%

Kamis, 19 Desember 2024 – Pergerakan pasangan mata uang USDJPY naik ke zona 154.80 setelah Federal Reserve memberi isyarat laju penurunan suku bunga yang lebih lambat pada tahun 2025, sementara yen merosot menjelang keputusan kebijakan Bank of Japan (BOJ) hari ini.

Para pengambil kebijakan Bank of Japan akan memperdebatkan apakah kondisi untuk menaikkan suku bunga sudah siap pada pertemuan terakhir mereka tahun ini, di tengah melambatnya pertumbuhan global dan ketidakpastian atas kebijakan presiden terpilih AS Donald Trump. Pelaku pasar secara luas memperkirakan BOJ mempertahankan suku bunga stabil di 0,25% pada hari ini. Pada pertemuan sebelumnya BOJ mengakhiri suku bunga negatif pada bulan Maret dan menaikkan target kebijakan jangka pendeknya menjadi 0,25% pada bulan Juli.

Di sisi Dolar AS, Federal Reserve (The Fed) menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 4,25%-4,50%, mengikuti siklus pelonggaran yang dimulai sebelumnya. Namun, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa keputusan lebih lanjut mengenai suku bunga akan sangat bergantung pada kemajuan dalam menekan inflasi yang masih tinggi. Proyeksi kebijakan terbaru menunjukkan rencana untuk hanya dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2025, lebih sedikit dibandingkan ekspektasi pasar sebelumnya. Pernyataan Powell yang menekankan kehati-hatian dalam memutuskan kebijakan moneter menyebabkan dorongan pada kinerja Dolar AS. Powell mengakui bahwa inflasi telah menunjukkan perbaikan sejak puncaknya di tahun 2022, tetapi tetap bergerak stagnan dalam beberapa bulan terakhir. Dengan mempertimbangkan ketidakpastian global, termasuk dampak kebijakan pemerintahan baru AS, The Fed memperkirakan inflasi PCE inti akan berada di level 2,5% pada tahun 2025, di atas target 2%.

Harga pada pasangan mata uang USDJPY naik. Support terdekatnya di zona 154.60 dan resistance terdekatnya di zona 155.25 Support lanjutan di zona 154.05 dan dilanjutkan ke zona 153.53 Resistance lanjutan di zona 155.76 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 156.50

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0370. Pasangan mata uang Euro menghadapi tekanan setelah Federal Reserve (Fed) AS memutuskan untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,25%-4,50%. Keputusan ini diiringi nada hawkish, yang mendukung penguatan Dolar AS (USD) di tengah ekspektasi bahwa Fed akan memperlambat laju penurunan suku bunga pada tahun depan karena inflasi masih di atas target 2%. Sementara itu, laporan terkait klaim pengangguran mingguan AS, penjualan rumah eksisting, dan estimasi akhir PDB kuartal ketiga akan dirilis, memberikan lebih banyak petunjuk untuk pasar. Di sisi lain, Bank Sentral Eropa (ECB) diproyeksikan akan memangkas suku bunga di setiap pertemuan hingga Juni 2025, mencerminkan kekhawatiran terhadap risiko ekonomi di Zona Euro. Perkiraan kebijakan pelonggaran moneter ECB ini berkontribusi pada tekanan terhadap nilai tukar Euro. Pernyataan dovish dari pejabat ECB, seperti Pierre Wunsch dan Olli Rehn, menekankan perlunya langkah hati-hati dalam menghadapi tarif baru dari AS di bawah administrasi yang akan datang, yang diperkirakan dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kawasan Euro. Support terdekatnya di zona 1.0280 dan resistance terdekatnya di zona 1.0470.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2580. Turunnya kinerja mata uang Poundsterling dihantam oleh penguatan USD pasca Keputusan terbaru The Fed. Pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang diadakan pada 18 Desember 2024, Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, menurunkannya dari 4,50% menjadi 4,25%. Disisi Inggris, inflasi meningkat ke 2,6% pada November, didorong oleh kenaikan harga makanan, bahan bakar, dan cukai tembakau. Inflasi inti juga naik menjadi 3,5%, memperkuat ekspektasi bahwa BoE akan menahan suku bunga di pertemuan Kamis. Sementara itu, prospek pengurangan suku bunga Fed yang lebih lambat serta kekhawatiran geopolitik terus menopang yield obligasi AS, memberikan tekanan pada GBP/SD. Dengan perhatian pada data inflasi dan PDB AS yang akan dirilis, dinamika pasar ini diprediksi tetap memengaruhi pergerakan GBPUSD dalam waktu dekat. Support terdekatnya di area 1.2520 dan resistance terdekatnya di zona 1.2660.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6220. Dolar Australia (AUD) mengalami tekanan meskipun data Consumer Inflation Expectations di Australia menunjukkan kenaikan signifikan ke 4,2% pada Desember, dari 3,8% bulan sebelumnya. Kenaikan ini menjadi yang tertinggi sejak September, tetapi AUD tetap melemah akibat kebijakan hawkish Federal Reserve (The Fed), yang menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,25%-4,50%. Selain itu, ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan lebih agresif dalam memangkas suku bunga menambah tekanan terhadap AUD, meskipun keputusan akhir tetap bergantung pada data ekonomi yang berkembang. Di sisi lain, Dolar AS (USD) menguat didukung oleh proyeksi ekonomi terbaru The Fed yang menunjukkan revisi positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi untuk 2024 dan 2025. Proyeksi tingkat suku bunga federal juga dinaikkan, mencerminkan potensi inflasi yang tetap tinggi. Support terdekatnya di zona 0.6170 dan resistance terdekatnya di zona 0.6290

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5620. Mata uang Kiwi tertekan oleh Dollar AS yang terus menguat setelah Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 4,25%-4,50%, namun dengan nada hawkish. Proyeksi ekonomi terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang lebih tinggi, serta kenaikan tingkat suku bunga federal untuk 2025 dan 2026. Sikap hati-hati The Fed dalam kebijakan moneter memberikan tekanan tambahan pada pasangan NZD/USD, dengan Kiwi jatuh ke level terendah sejak Oktober 2022. Disisi Kiwi, Ekonomi Selandia Baru mencatatkan kontraksi terbesar sejak awal pandemi COVID-19, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga 2024 turun 1,0% secara kuartalan, lebih buruk dari ekspektasi pasar sebesar -0,4%. Data ini menandai resesi teknis setelah revisi kontraksi di kuartal kedua dari -0,2% menjadi -1,1%. Penurunan aktivitas konstruksi, manufaktur, serta krisis energi turut memperburuk kondisi ekonomi. Dengan inflasi berada dalam target 1%-3%, para analis memperkirakan Bank Sentral Selandia Baru (RBNZ) akan melanjutkan pemangkasan suku bunga pada Februari 2025 untuk memulihkan perekonomian. Support terdekatnya di area 0.5580 dan resistance terdekatnya di zona 0.5660.

USDCAD – Pergerakan pasangan mata uang ini naik ke zona 1.4446 Di sisi Kanada, pada pertemuan sebelumnya data ekonomi Kanada melaporkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) umum naik 1,9%, lebih lambat dari estimasi dan rilis sebelumnya 2%. Inflasi bulanan tetap datar, seperti prakiraan. Di bulan Oktober, IHK umum bulanan naik 0,4%. Pelaku pasar menilai data inflasi yang lemah mendorong ekspektasi penurunan suku bunga yang lebih besar oleh Bank of Canada (BoC). Namun, Gubernur BoC Tiff Macklem mengatakan minggu lalu bahwa bank sentral akan beralih ke sikap pelonggaran kebijakan yang lebih bertahap. Support terdekatnya di zona 1.4400 dan resistance terdekatnya di zona 1.4465.

USDCHF – Pergerakan pasangan mata uang ini naik ke zona 0.9008 terdorong oleh kinerja Dolar AS meskipun The Fed telah menurunkan tingkat suku bunga pada pertemuan Desember tetapi terdapat nada hawkish dari pejabat The Fed yang memberi isyarat laju penurunan suku bunga yang lebih lambat pada tahun 2025. Di sisi Swiss, pelaku pasar tetap memperkirakan bahwa Swiss National Bank (SNB) kemungkinan menurunkan suku bunga lebih lanjut. Dari segi data ekonomi, prospek ekonomi Swiss, State Secretariat for Economic Affairs (SECO) telah merevisi lebih rendah target pertumbuhan untuk tahun ini dan 2025 menjadi 0,9% dan 1,5%. Support terdekatnya di zona 0.8900 dan resistance terdekatnya di zona 0.8969.


DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

2:00am

USD

Federal Funds Rate

4.5%

4.5%

4.8%

2:00am

USD

FOMC Economic Projections

-

-

-

2:00am

USD

FOMC Statement

-

-

-

2:30am

USD

FOMC Press Conference

-

-

-

4:45am

NZD

GDP q/q

-0.01

-0.2%

-1.1%

7:00am

AUD

MI Inflation Expectations

4.2%

-

3.8%

7:00am

NZD

ANZ Business Confidence

62.3

-

64.9

Tentative

JPY

BOJ Policy Rate

-

<0.25%

<0.25%

Tentative

JPY

Monetary Policy Statement

-

-

-

Tentative

JPY

BOJ Press Conference

-

-

-

2:00pm

CHF

Trade Balance

-

6.20B

8.06B

2:00pm

EUR

German GfK Consumer Climate

-

-22.6

-23.3

4:00pm

EUR

Current Account

-

33.5B

37.0B

7:00pm

GBP

Monetary Policy Summary

-

-

-

7:00pm

GBP

MPC Official Bank Rate Votes

-

0-2-7

0-8-1

7:00pm

GBP

Official Bank Rate

-

4.75%

4.75%

Tentative

GBP

BOE Quarterly Bulletin

-

-

-

8:30pm

USD

Final GDP q/q

-

2.8%

2.8%

8:30pm

USD

Unemployment Claims

-

229K

242K

8:30pm

USD

Final GDP Price Index q/q

-

1.9%

1.9%

8:30pm

USD

Philly Fed Manufacturing Index

-

2.9

-5.5

10:00pm

USD

Existing Home Sales

-

4.09M

3.96M

10:00pm

USD

CB Leading Index m/m

-

-123B

-190B

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788