Home
>
News
>
Publication
>
USDJPY Menguat Imbas Kesenjangan Kebijakan AS dan Jepang Melebar
USDJPY Menguat Imbas Kesenjangan Kebijakan AS dan Jepang Melebar
Friday, 19 December 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1716

0.10%

GBPUSD

1.3371

0.11%

AUDUSD

0.6609

0.21%

NZDUSD

0.5768

0.26%

USDJPY

155.44

0.23%

USDCHF

0.7948

-0.15%

USDCAD

1.3781

-0.09%

GOLDUD

4335.85

-0.62%

USD/IDR

16,717

0.00%

Fokus USD/JPY:

  1. Pasar menanti data Inflasi AS.
  2. Ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan

Jumat, 19 Desember 2025 - Yen Jepang dibuka di 155.44 dan dolar AS menguat 0.23%. USD/JPY bergerak menguat dan bertahan di area tinggi seiring penguatan Dolar AS menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat. Fokus pasar saat ini tertuju pada CPI AS yang dinilai krusial dalam membentuk ekspektasi arah kebijakan Federal Reserve ke depan. Meski inflasi AS diperkirakan melandai secara bertahap, level harga yang masih berada di atas target membuat pejabat Fed tetap berhati-hati. Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell dan Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic yang menegaskan bahwa inflasi masih menjadi masalah utama memperkuat persepsi bahwa penurunan suku bunga akan berlangsung lambat dan sangat terukur. Kondisi ini memberikan dukungan jangka pendek bagi Dolar AS dan mendorong USD/JPY tetap berada dalam bias penguatan.

Di sisi Jepang, pelemahan Yen justru terjadi di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan. Pasar menilai bahwa langkah pengetatan BoJ sudah sepenuhnya diantisipasi dan tidak cukup agresif untuk mengubah peta perbedaan kebijakan secara signifikan dengan Amerika Serikat. Selain itu, kondisi fundamental domestik Jepang masih rapuh, tercermin dari revisi penurunan pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga yang lebih dalam dari perkiraan awal. Kontraksi ekonomi tersebut menimbulkan keraguan atas keberlanjutan siklus pengetatan BoJ, sehingga setiap kenaikan suku bunga cenderung dipersepsikan sebagai langkah simbolis, bukan awal dari kebijakan ketat yang agresif.

Ke depan, arah USD/JPY akan sangat ditentukan oleh kombinasi data inflasi AS dan komunikasi lanjutan dari Federal Reserve serta Bank of Japan. Selama inflasi AS belum turun secara meyakinkan menuju target dan Fed mempertahankan sikap waspada, Dolar AS akan tetap mendapat dukungan relatif terhadap Yen. Di saat yang sama, keterbatasan ruang BoJ untuk menaikkan suku bunga lebih jauh di tengah ekonomi domestik yang lemah membuat Yen sulit mendapatkan dorongan berkelanjutan. Dengan latar belakang ini, USD/JPY cenderung tetap kuat, mencerminkan dominasi faktor eksternal AS dibandingkan daya dorong kebijakan moneter Jepang itu sendiri.

Support terdekat berada di 155.00, sementara resistance berada di 155.90.

EURUSD - Euro dibuka di 1.1716 dan menguat 0.10%. EUR/USD menunjukkan kecenderungan menguat seiring melemahnya Dolar AS yang dipicu oleh kombinasi inflasi AS yang lebih rendah dari ekspektasi dan sinyal berlanjutnya pelonggaran kebijakan moneter The Federal Reserve ke depan. Data inflasi AS terbaru mengonfirmasi bahwa tekanan harga terus mereda, sementara pasar tenaga kerja mulai menunjukkan tanda pendinginan yang lebih konsisten. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS sudah mendekati puncaknya, bahkan membuka ruang pemangkasan lanjutan pada 2026, sehingga daya tarik Dolar AS sebagai aset berbunga tinggi mulai berkurang. Di sisi lain, Euro mendapatkan dukungan dari sikap European Central Bank yang relatif lebih tegas. Meskipun ECB belum mengubah suku bunga, proyeksi inflasi jangka menengah yang tetap mendekati target serta revisi pertumbuhan ekonomi kawasan euro yang membaik memperkuat persepsi bahwa siklus penurunan suku bunga telah selesai. Divergensi kebijakan antara ECB yang cenderung bertahan dan The Fed yang semakin dovish menjadi pendorong utama penguatan EUR/USD dalam jangka menengah. Support terdekat berada di 1.1690, sementara resistance berada di 1.1750.

GBPUSD - Poundsterling dibuka di 1.3371 dan naik 0.11%. GBP/USD bergerak menguat didorong oleh respons positif pasar terhadap kebijakan Bank of England yang memangkas suku bunga secara terbatas namun disertai nada kehati-hatian yang kuat. Pemangkasan suku bunga tersebut tidak diartikan sebagai awal pelonggaran agresif, melainkan sebagai penyesuaian yang sangat terukur. Perbedaan pandangan yang tajam di internal MPC menunjukkan bahwa tekanan inflasi Inggris masih menjadi perhatian serius, sehingga pasar memangkas ekspektasi penurunan suku bunga lanjutan secara cepat. Di sisi eksternal, pelemahan Dolar AS akibat inflasi yang lebih lunak dan ketidakpastian arah kebijakan The Fed turut memperkuat Pound Sterling. Dengan inflasi Inggris yang masih relatif lebih tinggi dan pasar tenaga kerja yang belum sepenuhnya melemah, GBP dipandang memiliki bantalan fundamental yang cukup kuat dibandingkan USD. Kombinasi faktor domestik Inggris yang relatif stabil dan tekanan struktural pada USD membuat GBP/USD tetap berada dalam bias penguatan. Support terdekat berada di 1.3345, dengan resistance di 1.3405.

AUDUSD - Dolar Australia dibuka di 0.6609 dan menguat 0.21%. AUD/USD cenderung menguat seiring meningkatnya ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga jika tekanan inflasi bertahan. Inflasi ekspektasi konsumen yang kembali naik dan pertumbuhan kredit yang solid memperkuat pandangan bahwa kondisi domestik Australia belum cukup jinak untuk mendorong pelonggaran kebijakan dalam waktu dekat. Hal ini memberikan dukungan struktural bagi Dolar Australia. Selain itu, pelemahan Dolar AS akibat prospek pelonggaran The Fed membuat mata uang berisiko seperti AUD kembali diminati. Meskipun terdapat kekhawatiran dari perlambatan ekonomi China, pasar menilai risiko tersebut belum cukup besar untuk meniadakan daya tarik AUD. Selama perbedaan arah kebijakan antara RBA yang cenderung hawkish dan The Fed yang semakin dovish bertahan, AUD/USD berpotensi melanjutkan penguatan secara bertahap. Support terdekat berada di 0.6585, sedangkan resistance berada di 0.6640.

NZDUSD - Kiwi dibuka di 0.5768 dan naik 0.26%. NZD/USD menguat secara bertahap dengan dukungan utama berasal dari pelemahan Dolar AS dan data pertumbuhan ekonomi Selandia Baru yang jauh lebih baik dari perkiraan. Lonjakan PDB kuartal ketiga menandai titik balik ekonomi setelah periode kontraksi, menunjukkan bahwa stimulus moneter sebelumnya mulai efektif mendorong aktivitas ekonomi riil. Hal ini mengurangi urgensi bagi Reserve Bank of New Zealand untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga agresif. Dari sisi global, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed di tahun depan memberikan ruang bagi mata uang berimbal hasil lebih tinggi seperti NZD untuk menguat. Meski ketergantungan Selandia Baru pada China tetap menjadi risiko, pasar menilai bahwa faktor domestik dan pelemahan USD saat ini lebih dominan. Akibatnya, NZD/USD tetap berada dalam tren penguatan moderat dengan sentimen yang relatif konstruktif. Support terdekat berada di 0.5745, dengan resistance di 0.5795.

USDCHF - Pasangan USDCHF dibuka di 0.7948 dan melemah -0.15%. USD/CHF bergerak melemah seiring melemahnya sentimen terhadap Dolar AS dan kembalinya minat terhadap mata uang safe haven seperti Swiss Franc. Prospek pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve menjadi faktor utama yang menekan USD, terutama ketika inflasi AS semakin mendekati target dan pejabat Fed menegaskan pendekatan yang lebih berhati-hati. Ketika imbal hasil riil AS diperkirakan menurun ke depan, daya tarik USD terhadap mata uang defensif seperti CHF semakin berkurang, mendorong arus dana global keluar dari USD menuju aset yang dianggap lebih stabil. Dari sisi Swiss, Swiss National Bank mempertahankan kebijakan moneter yang sangat kredibel dengan menekankan stabilitas harga dan kesiapan untuk melakukan intervensi jika diperlukan. Inflasi yang sangat rendah dan ekspektasi inflasi yang tetap terjaga membuat CHF tetap dipersepsikan sebagai mata uang dengan risiko kebijakan yang minim. Selain itu, ketidakpastian geopolitik global dan meningkatnya kehati-hatian investor menjelang arah kebijakan moneter AS selanjutnya semakin memperkuat daya tarik Franc Swiss. Dalam kondisi ini, USD/CHF cenderung berada di bawah tekanan lanjutan, dengan pergerakan yang lebih mencerminkan pergeseran sentimen global dari risk-taking menuju perlindungan nilai daripada faktor domestik Swiss itu sendiri. Support terdekat berada di 0.7925, sedangkan resistance berada di 0.7980.

USDCAD - Dolar AS terhadap dolar Kanada dibuka di 1.3781 dan melemah -0.09%. USD/CAD melanjutkan tekanan pelemahan seiring semakin kuatnya narasi bahwa siklus pengetatan moneter Amerika Serikat telah benar-benar berakhir. Inflasi AS yang terus melandai, pertumbuhan konsumsi yang mulai stagnan, serta tanda-tanda pendinginan pasar tenaga kerja membuat pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve tidak memiliki urgensi untuk mempertahankan kebijakan ketat lebih lama. Ekspektasi pemangkasan suku bunga di tahun depan semakin tertanam, yang secara struktural menggerus daya tarik Dolar AS sebagai mata uang dengan imbal hasil unggulan. Dalam konteks ini, arus modal global mulai mengurangi eksposur terhadap USD dan mencari mata uang dengan stabilitas kebijakan yang lebih jelas. Di sisi Kanada, Canadian Dollar mendapatkan dukungan dari sikap Bank of Canada yang menilai kebijakan moneter saat ini sudah berada di tingkat yang “tepat”. Inflasi domestik yang stabil di sekitar target serta aktivitas ekonomi yang masih menunjukkan ketahanan memberikan keyakinan bahwa BoC tidak berada di bawah tekanan untuk melonggarkan kebijakan secara agresif. Selain itu, meskipun harga minyak tidak berada dalam tren naik yang kuat, pasar menilai risiko penurunan lanjutan relatif terbatas, sehingga tidak memberikan tekanan signifikan terhadap CAD. Kombinasi USD yang melemah secara struktural dan CAD yang relatif stabil membuat USD/CAD tetap berada dalam bias penurunan, dengan ruang pelemahan yang lebih didorong oleh faktor eksternal AS ketimbang kelemahan fundamental Kanada. Support terdekat berada di 1.3755, dan resistance di 1.3810.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

4:00am

USD

TIC Long-Term Purchases

17.5B

122.7B

173.2B

4:45am

NZD

Trade Balance

-163M

-1175M

-1598M

6:30am

JPY

National Core CPI y/y

3.0%

3.0%

3.0%

7:00am

NZD

ANZ Business Confidence

73.6

-

67.1

7:01am

GBP

GfK Consumer Confidence

-17

-18

-19

7:30am

AUD

Private Sector Credit m/m

0.6%

0.6%

0.7%

9:00am

NZD

Credit Card Spending y/y

-

-

1.4%

Tentative

JPY

BOJ Policy Rate

-

<0.75%

<0.50%

Tentative

JPY

Monetary Policy Statement

-

-

-

12:30pm

AUD

Commodity Prices y/y

-

-

-1.7%

Tentative

JPY

BOJ Press Conference

-

-

-

2:00pm

EUR

German GfK Consumer Climate

-

-23

-23.2

2:00pm

EUR

German PPI m/m

-

0.1%

0.1%

2:00pm

GBP

Retail Sales m/m

-

0.3%

-1.1%

2:00pm

GBP

Public Sector Net Borrowing

-

10.0B

17.4B

Tentative

CNY

Foreign Direct Investment ytd/y

-

-

-10.3%

4:00pm

EUR

Current Account

-

19.6B

23.1B

6:00pm

EUR

German Buba Monthly Report

-

-

-

6:00pm

GBP

CBI Realized Sales

-

-29

-32

8:30pm

CAD

Core Retail Sales m/m

-

0.0%

0.2%

8:30pm

CAD

Retail Sales m/m

-

0.0%

-0.7%

8:30pm

CAD

NHPI m/m

-

0.1%

-0.4%

8:30pm

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

9:00pm

EUR

Belgian NBB Business Climate

-

-7.8

-8.2

10:00pm

EUR

Consumer Confidence

-

-14

-14

10:00pm

USD

Existing Home Sales

-

4.15M

4.10M

10:00pm

USD

Revised UoM Consumer Sentiment

-

53.5

53.3

10:00pm

USD

Revised UoM Inflation Expectations

-

-

4.1%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788