Home
>
News
>
Publication
>
USDJPY Melemah Pasca Inflasi Inti di Ibukota Jepang yang Meningkat, Dukung Spekulasi Kenaikan BOJ
USDJPY Melemah Pasca Inflasi Inti di Ibukota Jepang yang Meningkat, Dukung Spekulasi Kenaikan BOJ
Friday, 30 August 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1076

-0.04%

GBPUSD

1.3164

-0.01%

AUDUSD

0.6796

-0.06%

NZDUSD

0.6256

-0.11%

USDJPY

144.95

-0.13%

USDCHF

0.8466

0.08%

USDCAD

1.3481

0.03%

GOLDUD

2520.59

0.08%

USD/IDR

15415

0.26%

Fokus USDJPY:

  1. Kenaikan inflasi Tokyo di atas perkiraan
  2. Pertumbuhan PDB AS yang lebih kuat 

Jumat, 30 Agustus 2024 – Pergerakan pasangan mata uang ini turun ke zona 144.95 ditengah penguatan mata uang yen pasca rilisnya inflasi inti di ibu kota Jepang yang meningkat selama empat bulan berturut-turut pada bulan Agustus, berada di atas target bank sentral sebesar 2% dan mendukung ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga lebih lanjut di masa depan.

Biro Statistik Jepang pada hari Jumat melaporkan Indeks harga konsumen inti di Tokyo naik lebih cepat dari perkiraan sebesar 2,4% pada bulan Agustus, melampaui target Bank of Japan sebesar 2%. Indeks terpisah yang menghilangkan dampak dari biaya makanan segar dan bahan bakar, yang diawasi ketat oleh BOJ sebagai indikator tren harga yang lebih luas, naik 1,6% pada bulan Agustus dari tahun sebelumnya setelah kenaikan 1,5% pada bulan Juli. Indeks Harga Konsumen (IHK) utama Tokyo untuk bulan Agustus naik 2,6% YoY, dibandingkan dengan kenaikan 2,2% pada pembacaan sebelumnya. Pelaku pasar memperkirakan percepatan inflasi di Tokyo, yang dianggap sebagai indikator utama tren nasional, sebagian besar mencerminkan penghapusan subsidi pemerintah untuk tagihan listrik dan kenaikan harga beras.

Pada pertemuan sebelumnya, BoJ telah mengakhiri kebijakan tingkat suku bunga negatif pada pertemuan bulan Maret dengan menaikan kebijakan suku bunga jangka pendeknya menjadi 0,25%. Gubernur BOJ Kazuo Ueda mengatakan bank sentral akan menaikkan suku bunga lebih lanjut jika inflasi tetap berada pada jalur untuk mencapai target 2% di tahun-tahun mendatang, seperti yang diproyeksikan oleh dewan BOJ.

Di sisi Dolar AS, data ekonomi AS pada hari Kamis menunjukan produk domestik bruto (PDB) tumbuh sebesar 3,0% secara tahunan pada kuartal kedua, revisi naik dari angka 2,8% yang dilaporkan bulan lalu dan perkiraan pasar pada 2,8%. Selain itu, Klaim awal tunjangan pengangguran negara turun 2.000 menjadi 231.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 24 Agustus dibanding ekspektasi pasar yang memperkirakan 232.000 klaim untuk minggu terakhir. Klaim telah turun dari level tertinggi dalam 11 bulan pada akhir bulan Juli. Fokus pasar ke depan menunggu dengan kehati-hatian rilisnya Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditure/PCE) inti, pengukur inflasi yang lebih disukai oleh The Fed, diprakirakan menunjukkan peningkatan 2,7% YoY di bulan Juli, dibandingkan dengan 2,6% di bulan Juni. Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditure/PCE) inti, pengukur inflasi yang lebih disukai oleh The Fed, diperkirakan menunjukkan peningkatan 2,7% YoY di bulan Juli, dibandingkan dengan 2,6% di bulan Juni.

Harga pada pasangan mata uang USDJPY menurun. Support terdekatnya di zona 144.70 dan resistance terdekatnya di zona 145.25 Support lanjutan di zona 144.35 dan dilanjutkan ke zona 143.93 Resistance lanjutan di zona 145.66 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 146.10

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.1076. Lemahnya kinerja pasangan mata uang Euro ditahan oleh rilis data Pertumbuhan Ekonomi AS yang kuat melebihi ekspektasi pelaku pasar, sehingga menuntun kinerja Dolar lebih tinggi. Angka ini menandai peningkatan yang signifikan dari pertumbuhan kuartal pertama sebesar 1,4% dan bahkan melampaui perkiraan “awal” sebesar 2,8%. Kinerja yang kuat ini terutama didorong oleh peningkatan belanja konsumen, investasi inventaris swasta, dan investasi tetap non-perumahan. Laporan tersebut menunjukkan bahwa AS dapat menghindari resesi dan mengurangi harapan penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin (bp) pada bulan September. Disisi lain, komentar salah satu Pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) sedikit menahan penurunan pasangan mata uang ini. Joachim Nagel mengatakan pada hari Kamis bahwa ECB harus menghindari penurunan suku bunga terlalu cepat karena hal ini belum mampu menurunkan inflasi hingga 2% meskipun target tersebut sudah terlihat. Support terdekatnya di zona 1.1030 dan resistance terdekatnya di zona 1.1120.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.3164.  Turunnya kinerja mata uang Poundsterling tertekan oleh penguatan yang terjadi pada Indeks Dolar AS pasca rilis Laporan pertumbuhan AS yang optimis dan Klaim Pengangguran Awal telah memundurkan ekspektasi penurunan suku bunga AS yang lebih dalam Federal Reserve (Fed) pada bulan September, sehingga membebani kinerja mata uang Poundsterling. Meskipun angka pertumbuhan memberikan gambaran yang baik, indikator inflasi perlu mendapat perhatian. Indeks harga pembelian domestik bruto meningkat sebesar 2,4%, sedikit lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), ukuran inflasi utama yang diawasi oleh Federal Reserve, naik sebesar 2,5%.  Bahkan ketika harga pangan dan energi tidak termasuk dalam harga yang fluktuatif, indeks harga inti PCE naik 2,8%, yang menunjukkan tekanan inflasi yang terus-menerus. Di sisi optimisme, Bank of England (BoE) diperkirakan akan mengikuti siklus pelonggaran kebijakan secara bertahap, mengingat belum ada kepastian mengenai kemenangan atas inflasi Inggris hal ini akan mendorong kinerja mata uang GBP menguat. Support terdekatnya di areal 1.3110 dan resistance terdekatnya di zona 1.3250.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6796. Rilis data Retail Sales Australia yang lebih rendah dari ekspektasi, menekan kinerja pasangan mata uang Aussie. Penjualan Ritel Australia, yang mengukur belanja konsumen negara tersebut, tetap datar di 0% MoM di bulan Juli setelah meningkat sebesar 0,5% di bulan Juni, menurut data resmi yang diterbitkan oleh Biro Statistik Australia (ABS) pada hari Jumat. Angka tersebut berada di bawah ekspektasi pasar yaitu pertumbuhan 0,3%. Dari data yang lain, Belanja Modal Swasta Australia secara tak terduga turun sebesar 2,2% pada kuartal kedua, kebalikan dari revisi kenaikan ekspansi sebesar 1,9% pada periode sebelumnya dan jauh dari ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan sebesar 1,0%. Hal ini menandai kontraksi belanja modal baru yang pertama sejak kuartal ketiga tahun 2023. Support terdekatnya di zona 0.6760 dan resistance terdekatnya di zona 0.6820.

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.6256. Mata uang ini ditekan oleh kuatnya rilis data Pertumbuhan Ekonomi AS. Produk Domestik Bruto (PDB) AS tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 3,0% pada kuartal kedua (Q2), Departemen Perdagangan melaporkan dalam estimasi kedua yang dirilis pada hari Kamis. Angka tersebut lebih kuat dari perkiraan dan perkiraan awal sebesar 2,8%. Klaim Pengangguran Awal mingguan AS untuk pekan yang berakhir 24 Agustus turun menjadi 231 ribu dari 233 ribu pada minggu sebelumnya, di bawah konsensus pasar sebesar 232 ribu. Disisi lain, Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic, yang merupakan tokoh hawkish FOMC, menyatakan kehati-hatiannya terhadap penurunan suku bunga yang akan segera terjadi, dengan alasan kondisi pasar tenaga kerja yang kuat dan peningkatan inflasi. Disisi dalam negeri, Dolar Selandia Baru (NZD) didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga yang lebih kuat dari Federal Reserve (Fed) dan Survei Prospek Bisnis ANZ Selandia Baru yang menggembirakan. Kepercayaan Bisnis Selandia Baru pada bulan Agustus, yang diukur oleh Survei Prospek Bisnis ANZ, naik ke level tertinggi dalam satu dekade. Ukuran kepercayaan utama dalam survei tersebut naik menjadi 51,0 pada bulan Agustus. Support terdekatnya di areal 0.6200 dan resistance terdekatnya di zona 0.6290.

USDCAD – Pergerakan pasangan mata uang ini naik ke zona 1.3481 akibat data ekonomi AS yang positif. Di sisi Kanada, pelaku pasar memperkirakan Bank of Canada kemungkinan memangkas suku bunga overnight sebesar 25 basis poin menjadi 4,25 untuk pertemuan ketiga berturut-turut pada pertemuan September dan kemungkinan lainnya pada bulan Oktober dan Desember akibat isyarat dari Gubernur Tiff Macklem pada bulan lalu yang mengatakan pengalihan fokus kebijakan untuk meningkatkan perekonomian daripada mengendalikan inflasi. Data ekonomi sebelumnya melaporkan Inflasi turun ke level terendah dalam 40 bulan sebesar 2,5% di bulan Juli, menuju target Dewan Komisaris sebesar 2%. Juga, pasar tenaga kerja data yang menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Support terdekatnya di areal 1.3447 dan resistance terdekatnya di zona 1.3495.

USDCHF – Pergerakan pasangan mata uang ini naik ke zona 0.8466 terdorong oleh kinerja Dolar AS pasca data ekonomi AS yang positif pada pertumbuhan PDB kuartal kedua direvisi hingga kecepatan 3,0% dan Klaim pengangguran mingguan turun 2.000 menjadi 231.000. Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan pada hari Kamis bahwa mungkin sudah "waktunya untuk bergerak" pada penurunan suku bunga karena inflasi mendingin lebih lanjut dan tingkat pengangguran naik lebih dari yang ia perkirakan, tetapi ia ingin melihat lebih banyak bukti dari laporan pekerjaan bulanan dan dua laporan inflasi yang akan dirilis sebelum pertemuan The Fed berikutnya. Di sisi Swiss, Ketua Thomas Jordan pada hari Kamis mengakui kesulitan yang ditimbulkan oleh kekuatan franc Swiss terhadap industri Swiss, yang sudah menghadapi melemahnya permintaan dari negara lain di Eropa. “Jerman dan Eropa adalah pasar utama bagi industri. Jika pertumbuhan di sana lemah, hal ini secara otomatis mempengaruhi permintaan barang-barang industri kami.” Support terdekatnya di zona 0.8400 dan resistance terdekatnya di zona 0.8450.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

0:00

EUR - German Buba President Nagel Speaks

-

-

-

2:30

USD - FOMC Member Bostic Speaks

-

-

-

5:45

NZD - Building Consents m/m

26.2%

-

-17.0%

6:30

JPY - Tokyo Core CPI y/y

2.4%

2.2%

2.2%

6:30

JPY - Unemployment Rate

2.7%

2.5%

2.5%

6:50

JPY - Prelim Industrial Production m/m

2.8%

3.6%

-4.2%

6:50

JPY - Retail Sales y/y

2.6%

2.8%

3.8%

8:30

AUD - Retail Sales m/m

0.0%

0.3%

0.5%

8:30

AUD - Private Sector Credit m/m

0.5%

0.5%

0.6%

13:00

EUR - German Retail Sales m/m

-

0.1%

-1.2%

14:00

CHF - KOF Economic Barometer

-

100.6

101

14:55

EUR - German Unemployment Change

-

17K

18K

15:30

GBP - M4 Money Supply m/m

-

0.5%

0.5%

16:00

EUR - CPI Flash Estimate y/y

-

2.2%

2.6%

16:00

EUR - Core CPI Flash Estimate y/y

-

2.8%

2.9%

19:30

CAD - GDP m/m

-

0.1%

0.2%

19:30

USD - Core PCE Price Index m/m

-

0.2%

0.2%

20:45

USD - Chicago PMI

-

45.0

45.3

21:00

USD - Revised UoM Consumer Sentiment

-

68.0

67.8

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788