Home
>
News
>
Publication
>
USD/JPY Melemah Signifikan Setelah The Fed Turunkan Suku Bunga, Serta Sentimen Negatif Domestik Jepang
USD/JPY Melemah Signifikan Setelah The Fed Turunkan Suku Bunga, Serta Sentimen Negatif Domestik Jepang
Thursday, 11 December 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1685

0.19%

GBPUSD

1.3372

0.15%

AUDUSD

0.6659

0.30%

NZDUSD

0.5810

0.17%

USDJPY

156.04

-0.31%

USDCHF

0.8000

-0.16%

USDCAD

1.3799

-0.11%

GOLDUD

4228.24

0.46%

USD/IDR

16,683

0.00%

Fokus USD/JPY:

  1. The Fed menurunkan suku bunga sebesar 25bps
  2. Pemerintah Jepang masih memantau dampak penurunan suku bunga The Fed

Kamis, 11 Desember 2025 - Yen Jepang dibuka di 156.04 dan melemah terhadap dolar AS sebesar -0.31%. USD/JPY mencatat penurunan signifikan menuju area 156.00 pada awal sesi Asia, dipicu oleh melemahnya Dolar AS setelah Federal Reserve resmi menurunkan suku bunga sebesar 25 bps ke kisaran 3.50%-3.75%. Meski langkah tersebut sudah sepenuhnya dipricing oleh pasar, kombinasi dari nada kebijakan yang lebih “netral” dan penekanan berulang pada pelemahan pasar tenaga kerja memperlemah daya tarik USD. Fed menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi AS mulai melambat, disertai normalisasi kondisi tenaga kerja yang dinilai memberi ruang bagi kebijakan moneter yang lebih longgar ke depan. Prospek pemangkasan suku bunga lanjutan pada 2026 meski lebih sedikit dari ekspektasi pasar sebelumnya tetap menekan imbal hasil obligasi AS. Situasi ini membuat investor mengurangi eksposur terhadap Dolar dan mendorong USD/JPY untuk bergerak lebih rendah di tengah meningkatnya permintaan aset safe haven.

Di sisi FOMC, muncul perbedaan pandangan yang cukup jelas, di mana tiga anggota memilih untuk mempertahankan suku bunga, sementara Governor Stephen Miran bahkan mendorong penurunan yang lebih agresif. Ketidaksepakatan ini mengirim sinyal bahwa keyakinan Fed terhadap prospek ekonomi jangka pendek belum sepenuhnya solid, sehingga pasar melihat risiko tambahan pada pemulihan Dolar. Pernyataan Powell yang cenderung berhati-hati “kita berada pada posisi yang baik untuk menunggu dan melihat” memperkuat persepsi bahwa Fed tidak terburu-buru kembali ke kebijakan ketat. Indeks DXY pun bergerak mendekati area 99.10 dan menjauh dari puncak sebelumnya, sementara pasar kini menunggu data Initial Jobless Claims yang bisa memperdalam tekanan jika kembali melemah. Dengan imbal hasil obligasi AS yang mulai turun dari lonjakan awal, minat pasar terhadap USD kian terbatas, sehingga arah USD/JPY tetap bias melemah.

Sementara itu, dinamika domestik Jepang menciptakan situasi yang lebih kompleks bagi Yen. Pemerintah melalui Chief Cabinet Secretary Minoru Kihara menyatakan akan memantau dengan ketat dampak kebijakan moneter AS terhadap ekonomi Jepang sebuah sinyal bahwa otoritas Jepang tetap siap menjaga stabilitas. Namun, agenda pro-pertumbuhan dari PM Sanae Takaichi dan potensi stimulus fiskal membuat Yen tidak memperoleh dorongan penguatan yang signifikan. Kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal Jepang, ditambah revisi data PDB kuartal III yang menunjukkan kontraksi lebih dalam dari perkiraan sebelumnya, membuat BoJ dipandang masih jauh dari pengetatan agresif. Meskipun demikian, dalam konteks terkini, pelemahan USD jauh lebih dominan dibanding kelemahan struktural Yen, sehingga tekanan turun pada USD/JPY dapat berlanjut apabila data AS kembali menunjukkan moderasi ekonomi. Kombinasi antara penurunan imbal hasil AS, sentimen pasar yang lebih berhati-hati, serta ekspektasi pemangkasan lanjutan The Fed menjadi faktor kunci yang mempertahankan tren pelemahan pasangan ini.

Support terdekat berada di 155.70, sementara resistance terdekat berada di 156.40.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1685 dan menguat 0.19%. EUR/USD kembali mencatat penguatan signifikan setelah keputusan The Fed memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya, memicu pelemahan luas terhadap Dolar AS. Sentimen pasar berubah menjadi lebih pro-risk karena pernyataan Powell dianggap dovish, di mana ia menegaskan bahwa Fed saat ini berada pada level kebijakan yang nyaman untuk menunggu data lanjutan. Meskipun dot plot tidak berubah secara agresif, pasar menilai Fed semakin dekat pada fase penurunan suku bunga lebih lanjut, sehingga mendorong arus keluar dari USD dan memperkuat Euro. Tidak adanya agenda data besar dari kawasan Euro juga membuat fokus tetap pada divergensi kebijakan moneter, terutama setelah beberapa pejabat ECB menunjukkan keyakinan bahwa inflasi Eurozone bergerak kembali menuju target, memberikan pondasi fundamental bagi penguatan Euro. Di sisi lain, penurunan DXY hingga mendekati level terendah dalam beberapa bulan terakhir menjadi katalis tambahan bagi reli EUR/USD. Pernyataan Powell bahwa kebijakan saat ini tidak lagi "sangat restriktif" membuka ruang interpretasi pasar bahwa siklus pelonggaran 2026 dapat lebih cepat dari ekspektasi resmi Fed. Keyakinan pasar atas prospek pelonggaran tersebut mendorong permintaan terhadap aset berisiko Eropa, serta meningkatkan daya tarik EUR sebagai alternatif USD. Dengan kombinasi pelemahan yield AS, minimnya kekhawatiran ekonomi di Eropa, serta penilaian pasar bahwa USD masih rawan melemah, EUR/USD diproyeksikan mempertahankan momentum bullish dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 1.1660, sementara resistance berada di 1.1705.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3372 dan naik 0.15%. GBP/USD melanjutkan penguatan setelah The Fed mengirimkan sinyal jeda kebijakan yang lebih dovish dari yang diperkirakan, mendorong arus keluar dari USD dan memberikan ruang bagi Pound untuk menguat kembali ke area 1.33–1.34. Aktivitas pasar cenderung lebih kondusif terhadap aset berisiko, terutama ketika Powell menegaskan bahwa tekanan kenaikan suku bunga sudah selesai dan fokus kini beralih pada keseimbangan antara inflasi dan pasar tenaga kerja. Di saat yang sama, data ekonomi AS yang beragam seperti moderasi inflasi inti PCE dan stabilnya klaim pengangguran membuat pasar menilai bahwa Fed akan semakin akomodatif ke depan, memperkuat tekanan pelemahan pada Dolar. Kondisi ini menjadi landasan kenaikan Pound, meskipun pasar masih menunggu agenda berisiko tinggi dari Inggris pada pekan depan. Fundamental Inggris sendiri memberikan dorongan tambahan bagi Sterling, terutama setelah anggaran musim gugur (Autumn Budget) diterima positif dan data PMI menunjukkan aktivitas usaha yang lebih resilien. Ekspektasi bahwa Bank of England akan menurunkan suku bunga sudah tinggi, namun pelaku pasar menilai BoE masih lebih hawkish dibandingkan Fed, sehingga gap ekspektasi kebijakan memperlebar penguatan GBP/USD. Dengan DXY yang terus bergerak melemah dan pasar memperkirakan pelonggaran agresif dari AS, sementara Inggris masih memiliki tekanan inflasi yang relatif lebih tinggi, Pound memiliki ruang untuk mempertahankan tren bullish jangka pendek. Support terdekat berada di 1.3345, dengan resistance di 1.3395.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6659 dan menguat 0.30%. AUD/USD menguat konsisten seiring melemahnya Dolar AS pasca keputusan Fed yang semakin dovish, sementara pasar melihat bahwa kebijakan RBA masih cenderung lebih ketat. Ketika Fed menurunkan suku bunga dan mempertahankan pandangan hati-hati terhadap prospek ekonomi AS, yield Treasury turun dan memicu pelemahan USD secara luas, sehingga memberi ruang bagi Aussie untuk naik. Sentimen pasar yang membaik, terutama ketika risiko global mereda dan fokus investor beralih pada prospek pemangkasan suku bunga AS di tahun berikutnya, mendorong permintaan terhadap mata uang berbasis komoditas. Hal ini membuat AUD/USD tetap bertahan di kisaran tertinggi dua bulan terakhir meskipun beberapa data lokal tidak sepenuhnya positif. Dari sisi domestik, sikap hawkish RBA menjadi pendorong struktural bagi penguatan AUD. Pernyataan Gubernur Bullock bahwa diskusi mengenai potensi kenaikan suku bunga tetap terbuka menjadi penopang kuat bagi AUD, terutama ketika pasar memperkirakan bahwa Australia mungkin tidak buru-buru mengikuti pelonggaran Fed. Meskipun data ketenagakerjaan Australia menunjukkan ketidakkonsistenan, pasar melihatnya sebagai gangguan jangka pendek dan bukan perubahan tren. Dengan kombinasi pelemahan USD global, optimisme pasar terhadap aset risiko, dan stance RBA yang relatif lebih ketat, AUD/USD memiliki peluang mempertahankan bias bullish. Support terdekat berada di 0.6635, sedangkan resistance berada di 0.6685.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5810 dan menguat 0.17%. NZD/USD juga menguat stabil mendekati level tertinggi dua bulan karena pelemahan USD yang semakin dalam pasca keputusan Fed. Meskipun data China—mitra dagang utama Selandia Baru—menunjukkan angka inflasi yang bercampur, sentimen pasar global yang kembali positif membantu menopang Kiwi. Pernyataan Powell yang membuka ruang penurunan suku bunga lebih lanjut di 2026 memperburuk prospek Dolar AS, sehingga mendorong investor beralih ke mata uang berisiko seperti NZD. Hal ini terlihat dari konsolidasi Kiwi di atas 0.5800, meskipun fundamental domestik masih terbagi antara kekuatan neraca perdagangan dan tekanan permintaan global yang melemah. Faktor lain yang memperkuat NZD adalah posisi pasar yang melihat New Zealand tidak berada dalam tekanan penurunan suku bunga yang agresif, sehingga memberikan diferensiasi terhadap USD yang outlook-nya semakin dovish. Dengan ekspektasi Fed akan lebih akomodatif dan pasar tenaga kerja AS mulai menunjukkan sinyal perlambatan, selera risiko meningkat dan membantu penguatan Kiwi. Selama USD terus melemah akibat perubahan sikap Fed, dan investor tetap mencari aset dengan imbal hasil lebih menarik, NZD/USD diperkirakan mempertahankan momentum bullish-nya. Support terdekat berada di 0.5785, dengan resistance di 0.5835.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8000 dan turun -0.16%. USD/CHF bergerak melemah seiring pelemahan broad-based pada Dolar AS setelah sinyal dovish The Fed diperkuat oleh pasar. Swiss Franc mendapatkan dukungan dari aliran safe-haven yang kembali normal, mengingat ketidakpastian ekonomi global belum sepenuhnya hilang. Penurunan yield AS yang tajam setelah pernyataan Powell memperlemah daya tarik USD secara signifikan, sehingga USD/CHF turun mendekati area support penting. Pasar menilai bahwa suku bunga AS kini berada pada level yang jauh dari restriktif, sehingga membatasi potensi reli USD. Di sisi Swiss, stabilitas inflasi dan penilaian bahwa SNB tidak berada dalam tekanan kuat untuk memangkas suku bunga memberikan ruang apresiasi terhadap CHF. Dengan kondisi di mana dolar terus berada dalam tren pelemahan dan permintaan safe-haven Franc tetap terjaga, USD/CHF menunjukkan kecenderungan bearish yang semakin kuat. Ke depan, ketidakpastian global dan kemungkinan perlambatan ekonomi AS membuat pasar lebih berhati-hati terhadap USD, memberikan peluang bagi CHF untuk menjaga dominasi dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 0.7975, sedangkan resistance berada di 0.8020.

USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3799 dan melemah -0.11%. USD/CAD melemah mengikuti tren pelemahan dolar akibat keputusan Fed yang semakin dovish, sementara Kanada mendapat dukungan dari stabilnya prospek energi global. Harga minyak dunia yang kembali pulih memberikan dorongan bagi CAD, mengingat Kanada merupakan eksportir energi utama. Penurunan DXY ke level terlemah dalam beberapa bulan terakhir memperburuk sentimen terhadap USD, sehingga USD/CAD cenderung bergerak turun meskipun data Kanada sendiri tidak sepenuhnya positif. Pasar menilai bahwa delta kebijakan antara Fed dan Bank of Canada mungkin semakin melebar jika BOC tetap berhati-hati sementara Fed semakin longgar. Selain itu, penilaian pasar bahwa Fed akan lebih agresif memangkas suku bunga di masa depan membuat investor mengurangi eksposur pada USD. Dengan yield AS menurun dan inflasi AS mulai melunak, daya tarik USD memudar dibandingkan mata uang komoditas seperti CAD. Kombinasi harga minyak yang stabil, fundamental CAD yang tidak terlalu buruk, serta dorongan pelemahan USD secara global memperkuat bias bearish pada USD/CAD dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 1.3775, dan resistance di 1.3825.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

2:00am

USD

Federal Funds Rate

3.75%

3.75%

4.00%

2:00am

USD

FOMC Economic Projections

-

-

-

2:00am

USD

FOMC Statement

-

-

-

2:19am

USD

Federal Budget Balance

-173.3B

-186.5B

-284.4B

2:30am

USD

FOMC Press Conference

-

-

-

4:45am

NZD

Manufacturing Sales q/q

2.70%

-

-2.80%

6:50am

JPY

BSI Manufacturing Index

4.7

4.1

3.8

7:01am

GBP

RICS House Price Balance

-16%

-21%

-19%

7:30am

AUD

Employment Change

-21.3K

20.0K

41.1K

7:30am

AUD

Unemployment Rate

4.30%

4.40%

4.30%

3:30pm

CHF

SNB Monetary Policy Assessment

-

-

-

3:30pm

CHF

SNB Policy Rate

-

0.00%

0.00%

4:00pm

CHF

SNB Press Conference

-

-

-

4:00pm

EUR

Italian Quarterly Unemployment Rate

-

6.30%

6.30%

Tentative

CNY

M2 Money Supply y/y

-

8.20%

8.20%

Tentative

CNY

New Loans

-

445B

220B

Tentative

GBP

BOE Gov Bailey Speaks

-

-

-

5:00pm

GBP

BOE Gov Bailey Speaks

-

-

-

All Day

EUR

Eurogroup Meetings

-

-

-

8:30pm

CAD

Trade Balance

-

-4.4B

-6.3B

8:30pm

USD

Unemployment Claims

-

220K

191K

8:30pm

USD

Trade Balance

-

-62.5B

-59.6B

10:00pm

USD

Final Wholesale Inventories m/m

-

0.10%

0.00%

10:30pm

USD

Natural Gas Storage

-

-170B

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788