Home
>
News
>
Publication
>
USD/JPY Melemah di Tengah Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BoJ dan Tekanan Dolar AS
USD/JPY Melemah di Tengah Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga BoJ dan Tekanan Dolar AS
Tuesday, 02 December 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1610

-0.06%

GBPUSD

1.3212

-0.07%

AUDUSD

0.6544

-0.12%

NZDUSD

0.5728

-0.17%

USDJPY

155.40

0.24%

USDCHF

0.8035

0.17%

USDCAD

1.3990

0.12%

GOLDUD

4221.68

-0.68%

USD/IDR

16,663

0.00%

Fokus USD/JPY:

  1. Penekanan pada ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ yang semakin kuat.
  2. Fokus pada pelemahan Dolar AS akibat data manufaktur yang melemah.

Selasa, 02 Desember 2025 – Yen Jepang dibuka di 155.40 dan menguat terhadap dolar AS sebesar 0.24%. USD/JPY melemah pada awal pekan seiring meningkatnya keyakinan pasar bahwa Bank of Japan berada semakin dekat pada normalisasi kebijakan yang lebih agresif. Pernyataan Gubernur BoJ Kazuo Ueda yang menyebutkan bahwa peluang pencapaian target proyeksi ekonomi dan inflasi semakin kuat, dipandang sebagai sinyal paling hawkish dalam beberapa bulan terakhir. Inflasi Jepang yang konsisten berada di atas target 2% selama lebih dari tiga tahun memperkuat ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga pada pertemuan 18–19 Desember. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang turut melonjak, dengan yield tenor 2 tahun menyentuh 1% untuk pertama kalinya sejak 2008 dan yield tenor panjang mencapai level tertinggi sejak 2020. Kenaikan yield ini memperbesar daya tarik Yen dan menekan USD/JPY, terutama ketika pasar menilai bahwa selisih suku bunga AS–Jepang akan semakin menyempit ke depan.

Tekanan tambahan terhadap USD/JPY muncul dari memburuknya momentum Dolar AS setelah serangkaian data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan. Indeks ISM Manufacturing PMI turun ke 48.2, terendah dalam empat bulan, menegaskan bahwa sektor manufaktur AS masih berada dalam fase kontraksi. Data ini melengkapi pelemahan ekonomi AS dalam beberapa rilis terakhir dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada pertemuan 9-10 Desember. Probabilitas pemangkasan 25 bps telah meningkat menjadi hampir 88% menurut FedWatch Tool. Kombinasi data yang melemah dan proyeksi kebijakan yang longgar membuat Dolar AS kesulitan mendapatkan permintaan baru, sehingga Yen memperoleh dukungan tambahan. Sementara itu, rumor bahwa Kevin Hassett yang dikenal dovish dapat menjadi kandidat kuat pengganti Powell juga menambah tekanan terhadap Greenback karena semakin mengarahkan pasar pada skenario suku bunga yang lebih rendah dalam jangka menengah.

Di sisi pasar global, pergerakan USD/JPY juga dipengaruhi oleh dinamika risk appetite. Pemulihan moderat di bursa Asia pada Selasa pagi mengurangi permintaan terhadap aset safe-haven dan sempat melemahkan Yen, namun efek ini bersifat terbatas mengingat otoritas Jepang kembali menegaskan kesiapan untuk melakukan intervensi jika pelemahan Yen tidak sesuai fundamental. Menteri Keuangan Satsuki Katayama menyatakan bahwa volatilitas ekstrem tidak mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya, sehingga meningkatkan spekulasi pemerintah dapat turun tangan. Dengan pasar menunggu rilis PCE AS sebagai panduan inflasi dan pertemuan BoJ yang semakin dekat, arah USD/JPY berpotensi tetap defensif. Jika data AS kembali melemah dan BoJ mempertahankan sinyal hawkish, tren penurunan USD/JPY diperkirakan dapat berlanjut, meskipun intervensi pemerintah Jepang dapat membatasi volatilitas yang berlebihan.

Secara teknikal kinerja mata uang USD/JPY menguat. Support terdekat berada di 155.00, sementara resistance terdekat berada di 155.85. Support selanjutnya berada pada level 154.75 dan dilanjutkan ke level 154.30. Sedangkan resistance lanjutan di area 159.15 hingga 159.50.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1610 dan melemah tipis -0.06%. EUR/USD kembali bergerak melemah meskipun sempat menyentuh area 1.1600, karena para pelaku pasar mulai menilai bahwa dorongan penguatan Euro sebelumnya bersifat sementara. Kombinasi pelemahan PMI manufaktur Eurozone yang turun ke 49.6 dan absennya kontribusi positif dari Jerman dan kawasan inti membuat prospek pertumbuhan Eropa kembali diragukan. Dengan aktivitas industri yang terus menyusut dan inflasi inti yang diperkirakan melambat dalam rilis HICP, Euro kehilangan daya dorong fundamental untuk mempertahankan reli reli enam hari sebelumnya. Minimnya katalis positif dari kawasan Eropa menjadikan Euro lebih rentan terhadap koreksi teknikal maupun sentimen global. Dari sisi Amerika Serikat, USD kembali mendapatkan pijakan setelah rilis serangkaian data yang memberikan gambaran campuran namun cenderung stabil untuk perekonomian AS. Meski ISM Manufacturing PMI turun ke 48.2 dan mengonfirmasi kontraksi, versi S&P Global justru naik ke 52.2, menandakan aktivitas manufaktur masih bertahan di wilayah ekspansi. Indikasi ketahanan sektor industri dan perbaikan produksi membuat investor kembali melihat USD sebagai aset yang lebih kuat dibanding Euro. Prospek pengumuman data tenaga kerja, ISM Services, dan terutama inflasi PCE juga membuat pasar menahan posisi pada USD sehingga membatasi ruang penguatan Euro. Support terdekat berada di 1.1585, sementara resistance berada di 1.1635.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3212 dan turun -0.07%. GBP/USD mengalami pelemahan di awal pekan seiring meningkatnya tekanan politik di Inggris dan sentimen pasar yang condong pada penguatan USD. Ketidakpastian atas kredibilitas fiskal Inggris, terutama kritik terhadap Kanselir Rachel Reeves atas dugaan misrepresentasi anggaran negara, kembali membebani Sterling. Kondisi ini diperburuk oleh melemahnya kepercayaan terhadap pemerintahan PM Keir Starmer yang menghadapi oposisi internal serta merosotnya dukungan publik. Dengan kombinasi sentimen domestik yang rapuh dan lemahnya prospek pertumbuhan Inggris, Sterling kehilangan fondasi untuk mempertahankan kenaikan sebelumnya. Di sisi lain, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember masih memberi ruang koreksi pada USD, namun belum cukup kuat untuk menahan pelemahan GBP/USD. Data PMI manufaktur AS yang melemah memang mendorong pricing-in pemotongan 25 bps, namun pasar juga menyadari bahwa ketidakpastian data ketenagakerjaan AS dapat membuat volatilitas meningkat. Jika Fed memilih menunda pemotongan atau memberikan sinyal kehati-hatian, maka tekanan tambahan pada Sterling bisa berlanjut. Dengan pasar tenaga kerja Inggris yang masih lemah dan peluang pemangkasan suku bunga BoE di bulan Desember, arah GBP/USD tetap cenderung turun. Support terdekat berada di 1.3185, dengan resistance di 1.3245.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6544 dan melemah -0.12%. AUD/USD bergerak melemah mengikuti kombinasi faktor eksternal yang menekan prospek mata uang komoditas tersebut. Pelemahan manufaktur China yang tercermin dari PMI 49.9 menunjukkan aktivitas industri kembali berkontraksi, menambah tekanan pada Aussie yang sangat sensitif terhadap kesehatan ekonomi Tiongkok. Di saat yang sama, meski PMI AS juga melemah, permintaan terhadap USD tetap bertahan karena pasar menilai kondisi ekonomi AS relatif lebih stabil dibanding negara eksportir komoditas. Hal ini membuat AUD berada di posisi rawan meskipun ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed masih tinggi. Selain itu, pasar cenderung berhati-hati menjelang rilis GDP Australia kuartal III. Jika hasilnya tidak sesuai ekspektasi atau menunjukkan pelemahan konsumsi domestik, AUD/USD berpotensi memperpanjang pelemahan. Bahkan jika GDP menguat, dampak positifnya diperkirakan terbatas karena tekanan eksternal terutama dari perlambatan Tiongkok tetap dominan. Selama arah kebijakan RBA kurang agresif dan pasar global beralih ke aset safe haven, AUD/USD cenderung mempertahankan nada bearish. Support terdekat berada di 0.6520, sedangkan resistance berada di 0.6565.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5728 dan terkoreksi -0.17%. NZD/USD terkoreksi di sesi Asia setelah gagal mempertahankan level tertinggi satu bulannya. Pasar mulai menilai bahwa reli Kiwi minggu lalu akibat “hawkish cut” dari RBNZ telah sepenuhnya terefleksi dalam harga. Meskipun RBNZ memberi sinyal akhir dari siklus pelonggaran, prospek pertumbuhan yang masih rentan dan tekanan eksternal dari China tetap menjadi hambatan bagi NZD. Penurunan manufaktur China kembali menekan mata uang antipodean secara keseluruhan, termasuk NZD. Dari sisi AS, meskipun pasar menilai kemungkinan pemangkasan suku bunga Fed pada Desember tinggi, USD tetap lebih stabil dibanding Kiwi menjelang rilis data inflasi PCE dan laporan tenaga kerja. Ketidakpastian global juga mendorong demand terhadap USD sebagai safe haven, sehingga NZD/USD cenderung bergerak defensif. Pasar kemungkinan menunggu data AS yang lebih jelas sebelum membentuk posisi baru, sehingga bias NZD/USD tetap ke arah pelemahan dalam jangka pendek. Support terdekat berada di 0.5700, dengan resistance di 0.5755.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.8035 dan menguat 0.17%. USD/CHF menguat karena momentum risk-on global agak mereda, membuat Swiss Franc yang biasanya berfungsi sebagai safe haven kehilangan sebagian daya tariknya. Meskipun ekspektasi dovish Fed masih terjaga, USD tetap menjadi pilihan pasar karena lebih likuid dan menawarkan yield lebih tinggi dibanding CHF. Selain itu, data ekonomi Swiss belum memberikan sinyal penguatan yang cukup untuk mendukung apresiasi Franc, membuat pasangan ini cenderung mengarah ke atas mengikuti arus preferensi terhadap USD. Di sisi lain, pasar mulai menilai bahwa SNB tetap berada dalam fase kebijakan yang longgar, terutama setelah inflasi Swiss turun konsisten dalam beberapa bulan terakhir. Minimnya tekanan harga memberi SNB ruang untuk mempertahankan kebijakan dovish, membatasi potensi penguatan CHF. Dengan demikian, meski USD dipengaruhi ekspektasi pemangkasan suku bunga, pasangan USD/CHF tetap bergerak naik seiring permintaan USD yang lebih kuat pada kondisi pasar saat ini. Support terdekat berada di 0.8010, sedangkan resistance berada di 0.8060.

USDCAD – Dolar Kanada dibuka di 1.3990 dan menguat 0.12%. USD/CAD bergerak menguat setelah Loonie kehilangan momentum kenaikan yang dibangunnya pekan lalu. Data PMI manufaktur Kanada yang kembali menunjukkan kontraksi memperkuat pandangan bahwa pemulihan ekonomi Kanada masih rapuh, sehingga menekan CAD. Di saat yang sama, meskipun harga minyak sempat naik akibat sinyal kebijakan OPEC+, pengaruhnya terhadap CAD masih terbatas karena pasar lebih fokus pada prospek ekonomi domestik yang lemah. Dari sisi AS, perbaikan pada PMI manufaktur versi S&P dan ketahanan ekonomi AS secara umum memberi dukungan tambahan bagi USD. Para pelaku pasar juga memposisikan diri menjelang data tenaga kerja dan inflasi AS yang berpotensi menggerakkan USD lebih jauh. Sementara itu, ekspektasi bahwa BoC sudah mendekati puncak kebijakan pelonggaran membuat CAD cenderung tertekan. Selama pasar global tetap mengutamakan dolar AS dan data Kanada tidak menunjukkan perbaikan, USD/CAD berpotensi melanjutkan penguatan. Support terdekat berada di 1.3965, dan resistance di 1.4015.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

4:10am

NZD

RBNZ Gov Breman Speaks

-

-

-

4:45am

NZD

Overseas Trade Index q/q

-2.1%

0.3%

4.2%

6:50am

JPY

Monetary Base y/y

-8.5%

-8.5%

-7.8%

7:01am

GBP

BRC Shop Price Index y/y

0.6%

0.9%

1.0%

7:30am

AUD

Building Approvals m/m

-6.4%

-4.3%

11.1%

7:30am

AUD

Current Account

-16.6B

-13.2B

-16.2B

8:00am

USD

Fed Chair Powell Speaks

-

-

-

10:35am

JPY

10-y Bond Auction

-

-

1.66|3.0

12:00pm

JPY

Consumer Confidence

-

36.2

35.8

2:00pm

GBP

BOE Financial Stability Report

-

-

-

2:00pm

GBP

FPC Meeting Minutes

-

-

-

2:00pm

GBP

FPC Statement

-

-

-

2:00pm

GBP

Nationwide HPI m/m

-

0.0%

0.3%

2:45pm

EUR

French Gov Budget Balance

-

-

-155.4B

3:00pm

EUR

Spanish Unemployment Change

-

-12.4K

22.1K

4:00pm

EUR

Italian Monthly Unemployment Rate

-

6.1%

6.1%

5:00pm

EUR

Core CPI Flash Estimate y/y

-

2.4%

2.4%

5:00pm

EUR

CPI Flash Estimate y/y

-

2.1%

2.1%

5:00pm

EUR

Unemployment Rate

-

6.3%

6.3%

10:00pm

USD

FOMC Member Bowman Speaks

-

-

-

Tentative

USD

RCM/TIPP Economic Optimism

-

44.1

43.9

All Day

USD

Wards Total Vehicle Sales

-

15.4M

15.3M

Tentative

NZD

GDT Price Index

-

-

-3.0%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788