| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1787 | -0.19% |
GBPUSD | 1.3539 | -0.23% |
AUDUSD | 0.6934 | -0.53% |
NZDUSD | 0.5957 | -0.49% |
USDJPY | 157.04 | -0.34% |
USDCHF | 0.7770 | 0.15% |
USDCAD | 1.3696 | 0.20% |
GOLDUD | 4655.23 | 2.30% |
USD/IDR | 16,821 | 0.00% |
Fokus USD/CAD:
Jumat, 06 Februari 2026 - USDCAD dibuka di 1.3696 dan menguat 0.20%. Dolar Kanada cenderung bertahan di level tinggi seiring melemahnya Dolar Kanada yang semakin sensitif terhadap pergerakan harga minyak. Sepanjang pekan ini, kalender ekonomi Kanada relatif sepi, membuat CAD kehilangan dukungan fundamental domestik dan lebih bergantung pada sentimen eksternal. Penurunan harga minyak WTI yang sempat jatuh ke area USD 62-63 per barel menjadi hambatan utama bagi pemulihan CAD, terutama setelah meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan global. Kondisi ini menekan mata uang berbasis komoditas, termasuk CAD, di tengah pasar yang masih berhati-hati.
Di sisi kebijakan moneter, perhatian pasar tertuju pada pernyataan Gubernur Bank of Canada (BoC), Tiff Macklem, yang berpotensi memberikan petunjuk baru terkait penilaian kondisi ekonomi dan arah kebijakan suku bunga. Dengan data tenaga kerja Kanada yang akan dirilis dalam waktu dekat, pasar cenderung menahan posisi agresif terhadap CAD. Selama belum ada sinyal kuat bahwa ekonomi Kanada kembali mendapatkan momentum, ekspektasi kebijakan BoC yang cenderung hati-hati berisiko membuat CAD tetap berada di bawah tekanan relatif terhadap dolar AS.
Sementara itu, dolar AS memperoleh dukungan dari kombinasi sentimen safe haven dan ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru melonggarkan kebijakan. Meski data tenaga kerja AS mulai menunjukkan tanda-tanda pendinginan, pernyataan pejabat The Fed yang menekankan kehati-hatian terhadap inflasi menjaga daya tarik dolar. Selain itu, stabilnya imbal hasil obligasi AS dan persepsi bahwa arah pemangkasan suku bunga akan berjalan bertahap membuat USD tetap solid. Dengan latar belakang tersebut, USD/CAD cenderung bergerak stabil hingga menguat terbatas, selama tekanan harga minyak dan minimnya katalis domestik Kanada masih mendominasi.
Kenaikan mata uang USD/CAD dengan support di 1.3650 dan resistance di 1.3745
EURUSD – Euro dibuka di 1.1787 dan melemah 0.19%. EUR/USD melemah dan bergerak di bawah area psikologis 1,18 seiring keputusan European Central Bank yang kembali mempertahankan suku bunga tanpa memberikan sinyal kebijakan baru. Nada netral Presiden ECB Christine Lagarde menegaskan bahwa kebijakan moneter saat ini dianggap sudah berada pada posisi yang “tepat”, sehingga pasar tidak memperoleh katalis tambahan untuk mempertahankan momentum penguatan euro. Di sisi lain, meningkatnya sentimen kehati-hatian global akibat koreksi tajam di pasar saham mendorong investor kembali mencari aset yang dianggap lebih aman, yang secara relatif menguntungkan dolar AS meskipun data ekonomi AS sendiri tidak sepenuhnya solid. Dari sisi Amerika Serikat, data ketenagakerjaan yang melemah mulai dari lonjakan klaim pengangguran hingga penurunan lowongan kerja memang memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed. Namun dalam jangka pendek, ketidakpastian global dan tekanan risk-off membuat dolar tetap mampu bertahan. Kombinasi ECB yang cenderung pasif dan pasar global yang defensif membuat EUR/USD kehilangan daya dorong, meskipun ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed berpotensi menahan pelemahan lebih dalam. Tekanan jual EUR/USD masih dominan dengan support di 1.1745 dan resistance di 1.1830.
GBPUSD – Pound dibuka di 1.3539, turun 0.23%. Pound sterling mengalami tekanan tajam setelah Bank of England mempertahankan suku bunga namun menyampaikan pesan yang sangat dovish. Perbedaan suara yang tipis di dalam komite kebijakan serta pernyataan Gubernur Andrew Bailey mengenai ruang pelonggaran lebih lanjut memperkuat persepsi bahwa siklus penurunan suku bunga di Inggris belum berakhir. Proyeksi inflasi yang semakin cepat menuju target dan pertumbuhan ekonomi yang relatif lemah membuat pasar menilai BoE akan lebih agresif melonggarkan kebijakan dibandingkan bank sentral utama lainnya. Di sisi eksternal, melemahnya data tenaga kerja AS sebenarnya berpotensi menekan dolar, namun tekanan tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan pound. Investor justru lebih fokus pada arah kebijakan domestik Inggris yang dinilai semakin akomodatif. Dengan ekspektasi penurunan suku bunga BoE yang semakin terkonsolidasi, GBP/USD tetap berada dalam tekanan, mencerminkan berkurangnya daya tarik pound di tengah ketidakpastian global. Mata uang Poundsterling bererak melemah dengan support di 1.3485 dan resistance di 1.3595.
AUDUSD – Aussie dibuka di 0.6934 dan tertekan 0.53%. Dolar Australia melemah meskipun data domestik menunjukkan ketahanan ekonomi, seperti surplus perdagangan yang membaik dan ekspansi kuat di sektor jasa. Pernyataan Gubernur Reserve Bank of Australia yang menegaskan perlunya kebijakan moneter tetap ketat justru ditafsirkan pasar sebagai risiko perlambatan ekonomi ke depan, terutama jika permintaan domestik perlu ditekan untuk mengendalikan inflasi. Kondisi ini membuat pelaku pasar lebih berhati-hati terhadap prospek AUD dalam jangka pendek. Selain faktor domestik, tekanan eksternal juga berperan besar. Penguatan relatif dolar AS dan meningkatnya kehati-hatian global membuat mata uang berisiko seperti AUD kehilangan daya tarik. Meski ekonomi China menunjukkan sinyal perbaikan, hal tersebut belum cukup kuat untuk mengimbangi arus defensif global. Akibatnya, AUD/USD tetap bergerak melemah, mencerminkan dominasi sentimen eksternal dibandingkan fundamental positif jangka pendek Australia. Tekanan masih mendominasi Aussie, dengan support di 0.6885 dan resistance di 0.6985.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5957, turun 0.49%. NZD/USD tertekan oleh memburuknya kondisi pasar tenaga kerja Selandia Baru, di mana tingkat pengangguran naik ke level tertinggi sejak 2015. Data ini memperkuat keyakinan bahwa Reserve Bank of New Zealand memiliki ruang yang lebih besar untuk memangkas suku bunga, bahkan dalam waktu yang relatif dekat. Melemahnya prospek kebijakan moneter domestik membuat dolar Selandia Baru kehilangan daya saing terhadap mata uang utama lainnya. Di sisi lain, meskipun data ketenagakerjaan AS juga melemah, sentimen risk-off global dan ketidakpastian kebijakan moneter AS justru menjaga permintaan terhadap dolar. Kombinasi tekanan domestik dari ekspektasi pelonggaran RBNZ dan kondisi global yang tidak kondusif bagi aset berisiko membuat NZD/USD bergerak dalam tren pelemahan, dengan pasar cenderung menunggu kejelasan arah kebijakan kedua bank sentral. Dengan support psikologis di 0.5930 dan resistance di 0.6005.
USDJPY – Dolar AS melemah ke 157.04, turun 0.34%. USD/JPY mengalami pelemahan seiring meningkatnya ketidakpastian politik dan ekonomi di Jepang menjelang pemilu, serta munculnya kembali spekulasi bahwa Bank of Japan pada akhirnya perlu merespons tekanan inflasi impor akibat yen yang terlalu lemah. Kekhawatiran terhadap belanja fiskal besar dan stabilitas keuangan Jepang memang sempat menekan yen, namun di saat yang sama, data domestik yang melemah mulai memicu diskusi ulang mengenai arah kebijakan moneter ke depan. Dari sisi AS, melemahnya data tenaga kerja mengurangi keyakinan pasar terhadap ketahanan ekonomi Amerika, sehingga membatasi penguatan dolar. Ketika kedua faktor ini bertemu keraguan terhadap prospek dolar dan meningkatnya kehati-hatian terhadap risiko fiskal Jepang USD/JPY cenderung kehilangan momentum, mencerminkan pasar yang mulai menyeimbangkan kembali ekspektasi kebijakan kedua negara. Yen mendapatkan katalis positif dengan support di 156.50 dan resistance di 157.70.
USDCHF – USDCHF dibuka di 0.7770 dan naik 0.15%. USD/CHF justru menguat di tengah meningkatnya permintaan terhadap aset aman, dengan dolar AS dan franc Swiss sama-sama mendapatkan perhatian. Namun, dolar memperoleh keunggulan relatif karena pasar menilai bahwa meskipun The Fed berpotensi memangkas suku bunga, proses tersebut akan berjalan lebih hati-hati, terutama setelah dinamika politik terkait independensi bank sentral AS. Nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed juga dipersepsikan mendukung pendekatan kebijakan yang lebih disiplin. Di sisi Swiss, inflasi yang masih rendah membatasi ruang bagi Swiss National Bank untuk bersikap lebih agresif, sehingga franc tidak mendapatkan dorongan tambahan. Dalam kondisi global yang sarat ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, USD/CHF mencerminkan preferensi pasar terhadap dolar sebagai aset likuid utama, meskipun volatilitas tetap tinggi akibat sensitivitas terhadap isu kebijakan dan politik global. Swiss Franc mendapatkan penguatan terbatas dengan support di 0.7735 dan resistance di 0.7815.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:25am | CAD | BOC Gov Macklem Speaks | - | - | - |
All Day | NZD | Bank Holiday | - | - | - |
5:30am | AUD | RBA Gov Bullock Speaks | - | - | - |
6:30am | JPY | Household Spending y/y | -2.6% | -0.5% | 2.9% |
7:00am | USD | President Trump Speaks | - | - | - |
12:00pm | JPY | Leading Indicators | - | 109.8% | 109.9% |
2:00pm | EUR | German Industrial Production m/m | - | -0.2% | 0.8% |
2:00pm | EUR | German Trade Balance | - | 14.1B | 13.1B |
2:00pm | GBP | Halifax HPI m/m | - | 0.1% | -0.6% |
2:45pm | EUR | French Trade Balance | - | -3.8B | -4.2B |
3:00pm | CHF | Foreign Currency Reserves | - | - | 725B |
3:00pm | CHF | Unemployment Rate | - | 3.0% | 3.0% |
7:00pm | GBP | MPC Member Pill Speaks | - | - | - |
8:30pm | CAD | Employment Change | - | 5.2K | 8.2K |
8:30pm | CAD | Unemployment Rate | - | 6.8% | 6.8% |
10:00pm | CAD | Ivey PMI | - | 49.7 | 51.9 |
10:00pm | USD | Prelim UoM Consumer Sentiment | - | 55 | 56.4 |
10:00pm | USD | Prelim UoM Inflation Expectations | - | - | 4.00% |