Home
>
News
>
Publication
>
US Dolar Tertekan Ekspektasi Pemangkasan The Fed, EUR/USD Mengambil Momentum Penguatannya
US Dolar Tertekan Ekspektasi Pemangkasan The Fed, EUR/USD Mengambil Momentum Penguatannya
Monday, 15 December 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1728

0.12%

GBPUSD

1.3352

0.15%

AUDUSD

0.6634

0.29%

NZDUSD

0.5780

0.48%

USDJPY

155.98

-0.24%

USDCHF

0.7939

0.37%

USDCAD

1.3773

-0.09%

GOLDUD

4300.41

0.59%

USD/IDR

16,663

-0.11%

Fokus EUR/USD:

  1. USD Dolar mengalami pelemahan.
  2. ECB diperkirakan mendekati siklus pemangkasan suku bunga.

Senin, 15 Desember 2025 - Euro dibuka di 1.1728 dan menguat 0.12%. EUR/USD terus menunjukkan kecenderungan menguat, meskipun pergerakan jangka pendek sempat tertahan oleh pemulihan terbatas Dolar AS di awal pekan. Penguatan USD tersebut dinilai tidak didukung oleh katalis fundamental yang kuat dan lebih bersifat koreksi teknis setelah pelemahan tajam sebelumnya. Pasar tetap memandang Dolar AS berada dalam tekanan struktural seiring sikap Federal Reserve yang semakin berhati-hati, terutama setelah pemangkasan suku bunga ketiga tahun ini dan meningkatnya bukti pelemahan pasar tenaga kerja AS. Ekspektasi bahwa The Fed masih akan memangkas suku bunga lebih dari yang diproyeksikan secara resmi menjaga ruang penguatan USD tetap terbatas dan menopang EUR/USD di dekat level tertinggi beberapa bulan terakhir.

Tekanan terhadap Dolar AS semakin diperkuat oleh dinamika politik dan arah kepemimpinan The Fed ke depan. Pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai calon pengganti Jerome Powell, dengan kecenderungan mendorong kebijakan suku bunga lebih rendah, memperkuat keyakinan pasar bahwa kebijakan moneter AS akan tetap akomodatif dalam jangka menengah. Meskipun sejumlah pejabat Fed menyampaikan komentar bernada hawkish terkait inflasi, pasar menilai pesan tersebut belum cukup kuat untuk mengubah ekspektasi pelonggaran kebijakan, terutama di tengah lonjakan klaim pengangguran yang mencerminkan pelemahan kondisi ketenagakerjaan. Kombinasi faktor ini membuat setiap rebound USD cenderung bersifat terbatas dan rentan kembali tertekan.

Dari sisi Eropa, Euro mendapatkan dukungan dari persepsi bahwa European Central Bank mendekati akhir siklus pemangkasan suku bunga, meskipun terdapat perbedaan pandangan di internal Dewan Gubernur. Data inflasi kawasan euro, khususnya dari Jerman dan Spanyol, menunjukkan tekanan harga yang masih relatif bertahan secara tahunan, sehingga mengurangi urgensi pelonggaran tambahan. Sementara itu, ECB dinilai memiliki fleksibilitas untuk menunggu kejelasan dari data ketenagakerjaan AS sebelum mengambil langkah berikutnya. Selama pelemahan Dolar AS tetap menjadi tema dominan global dan ECB tidak kembali secara tegas ke retorika dovish, EUR/USD diperkirakan akan tetap berada dalam bias positif dengan koreksi yang relatif terbatas.

Support terdekat berada di 1.1705, sementara resistance berada di 1.1755.

GBPUSD - Poundsterling dibuka di 1.3352 dan naik 0.15%. GBP/USD berada dalam fase penguatan yang relatif stabil, didorong oleh kombinasi pelemahan struktural Dolar AS dan sikap pasar yang semakin berhati-hati terhadap prospek kebijakan Federal Reserve. Walaupun data ekonomi Inggris masih menunjukkan tanda-tanda perlambatan, termasuk kontraksi GDP bulanan dan stagnasi sektor jasa, pasar menilai tekanan tersebut belum cukup parah untuk memaksa Bank of England mengambil langkah pelonggaran agresif. BoE masih dipersepsikan akan bergerak sangat data-dependent, terutama dengan inflasi yang belum sepenuhnya kembali ke target, sehingga Pound tetap mempertahankan daya tarik relatif di mata investor global. Di sisi lain, Dolar AS kehilangan momentum karena ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan pada 2026 semakin menguat. Pasar melihat komentar Ketua The Fed Jerome Powell sebagai sinyal bahwa bank sentral AS mulai lebih fokus pada risiko pelemahan pasar tenaga kerja dibandingkan risiko inflasi. Ketidakpastian terkait arah kebijakan fiskal dan potensi perubahan kepemimpinan The Fed juga menambah tekanan terhadap USD. Dalam kondisi ini, setiap pelemahan Dolar cenderung dimanfaatkan pasar untuk mendorong GBP/USD lebih tinggi, terutama menjelang rilis data inflasi Inggris dan keputusan kebijakan BoE yang akan menjadi penentu arah lanjutan. Support terdekat berada di 1.3325, dengan resistance di 1.3385.

AUDUSD - Dolar Australia dibuka di 0.6634 dan menguat 0.29%. AUD/USD terus menunjukkan bias penguatan yang konsisten, ditopang oleh perbedaan sikap kebijakan antara Reserve Bank of Australia dan Federal Reserve. RBA secara tegas mempertahankan pendekatan hati-hati dan menegaskan bahwa tekanan inflasi domestik masih menjadi perhatian utama, sehingga ruang untuk pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat dinilai sangat terbatas. Pasar bahkan mulai memperhitungkan bahwa siklus kebijakan RBA telah mencapai titik jeda yang panjang, dengan peluang pengetatan kembali dalam jangka menengah jika inflasi tetap persisten. Meskipun data ekonomi China mengecewakan dan berpotensi menekan sentimen terhadap mata uang komoditas, dampaknya terhadap Aussie relatif terbatas. Investor global saat ini lebih fokus pada dinamika Dolar AS yang melemah akibat kebijakan Fed yang semakin akomodatif. Ekspektasi dua kali pemangkasan suku bunga AS tahun depan menjaga tekanan jual pada USD, sehingga AUD tetap diuntungkan dari arus modal yang mencari mata uang dengan prospek kebijakan lebih stabil. Selama sentimen risiko global tidak memburuk secara signifikan, AUD/USD berpeluang mempertahankan penguatan secara bertahap. Support terdekat berada di 0.6605, sedangkan resistance berada di 0.6665.

NZDUSD - Kiwi dibuka di 0.5780 dan melonjak 0.48%. NZD/USD bergerak dengan ketahanan fundamental yang cukup solid, meskipun dibayangi oleh perlambatan ekonomi China yang berdampak langsung pada prospek ekspor Selandia Baru. Data China yang lemah memang menjadi faktor penekan jangka pendek, namun pasar menilai risiko tersebut sudah tercermin dalam harga. Selain itu, sejumlah indikator domestik Selandia Baru mulai menunjukkan stabilisasi, terutama di sektor manufaktur dan aktivitas bisnis, yang membantu meredam tekanan terhadap Kiwi. Dari sisi kebijakan moneter, Reserve Bank of New Zealand semakin mendekati akhir siklus pelonggaran. Setelah memangkas suku bunga, RBNZ menegaskan bahwa peluang pemangkasan lanjutan relatif kecil jika ekonomi berkembang sesuai ekspektasi. Kontras dengan The Fed yang semakin dovish, perbedaan arah kebijakan ini menjadi penopang utama NZD/USD. Selama data ketenagakerjaan AS terus melemah dan The Fed mempertahankan nada hati-hati, Kiwi tetap memiliki ruang untuk menguat meskipun menghadapi risiko eksternal dari China. Support terdekat berada di 0.5755, dengan resistance di 0.5815.

USDJPY - Yen Jepang dibuka di 155.98 dan melemah terhadap dolar AS sebesar -0.24%. USD/JPY berada dalam tren pelemahan bertahap, mencerminkan pergeseran fundamental yang signifikan antara kebijakan moneter AS dan Jepang. Ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga lebih lanjut tahun depan terus menekan Dolar AS, sementara Bank of Japan diperkirakan tetap berada pada jalur normalisasi kebijakan secara bertahap. Perbedaan arah ini mengurangi daya tarik carry trade berbasis USD dan meningkatkan minat terhadap Yen. Selain faktor kebijakan, Yen juga mendapatkan dukungan dari meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian global, termasuk risiko perlambatan ekonomi AS dan ketegangan kebijakan perdagangan. Walaupun kondisi fiskal Jepang masih menjadi kekhawatiran jangka panjang, dalam jangka pendek fokus pasar tetap pada kebijakan suku bunga dan arus modal global. Selama ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ tetap terjaga dan The Fed tidak mengubah nada dovish-nya, USD/JPY cenderung tetap berada di bawah tekanan. Support terdekat berada di 155.60, sementara resistance berada di 156.35.

USDCHF - Pasangan USDCHF dibuka di 0.7939 dan menguat 0.37%. USD/CHF mencerminkan dominasi Swiss Franc yang semakin kuat di tengah melemahnya Dolar AS. Swiss National Bank mempertahankan suku bunga di 0% dan menegaskan bahwa peluang kembali ke kebijakan suku bunga negatif sangat kecil, meskipun inflasi berada pada level rendah. Stabilitas kebijakan ini meningkatkan kepercayaan investor terhadap Franc sebagai mata uang defensif yang andal, terutama di tengah ketidakpastian global. Di sisi lain, Dolar AS tetap berada dalam tekanan akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan dan komentar The Fed yang menekankan risiko pelemahan ekonomi. Walaupun proyeksi resmi The Fed hanya menunjukkan satu kali pemangkasan tambahan, pasar tetap memperkirakan kebijakan yang lebih longgar seiring melemahnya pasar tenaga kerja. Dalam konteks ini, Swiss Franc kembali berfungsi sebagai safe haven utama, membuat USD/CHF berpotensi tetap berada dalam fase pelemahan selama sentimen terhadap USD belum pulih secara fundamental. Support terdekat berada di 0.7915, sedangkan resistance berada di 0.7970.

USDCAD - Dolar Kanada dibuka di 1.3773 dan melemah -0.09%. USD/CAD menunjukkan pelemahan yang cukup konsisten, seiring menguatnya Dolar Kanada yang didukung oleh stabilitas kebijakan Bank of Canada. BoC menilai bahwa suku bunga saat ini sudah berada pada level yang tepat, dengan inflasi yang mendekati target dan aktivitas ekonomi yang relatif tahan banting. Sikap ini membuat pasar mengurangi spekulasi pemangkasan suku bunga lanjutan dan mulai mempertimbangkan kemungkinan pengetatan di horizon yang lebih panjang. Sebaliknya, Dolar AS terus dibebani oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan Fed dan sinyal perlambatan pasar tenaga kerja. Perbedaan arah kebijakan ini menjadi katalis utama pelemahan USD/CAD, diperkuat oleh perhatian pasar terhadap data inflasi Kanada yang berpotensi memperkuat keyakinan bahwa BoC akan tetap bersikap netral hingga hawkish. Selama harga energi tidak mengalami tekanan signifikan dan ekonomi Kanada tetap stabil, CAD berpeluang mempertahankan keunggulannya atas USD. Support terdekat berada di 1.3745, dan resistance di 1.3805.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

4:30am

NZD

BusinessNZ Services Index

46.9

-

48.4

6:50am

JPY

Tankan Manufacturing Index

15

15

14

6:50am

JPY

Tankan Non-Manufacturing Index

34

35

34

7:01am

GBP

Rightmove HPI m/m

-1.8%

-

-1.8%

8:30am

CNY

New Home Prices m/m

-0.4%

-

-0.5%

9:00am

CNY

Fixed Asset Investment ytd/y

-2.6%

-2.4%

-1.7%

9:00am

CNY

Industrial Production y/y

4.8%

5.0%

4.9%

9:00am

CNY

NBS Press Conference

-

-

-

9:00am

CNY

Retail Sales y/y

1.3%

3.0%

2.9%

9:00am

CNY

Unemployment Rate

5.1%

5.1%

5.1%

11:30am

JPY

Tertiary Industry Activity m/m

-

0.2%

0.3%

2:00pm

EUR

German WPI m/m

-

0.2%

0.3%

2:30pm

CHF

PPI m/m

-

0.1%

-0.3%

3:00pm

CHF

SECO Economic Forecasts

-

-

-

5:00pm

EUR

Industrial Production m/m

-

0.7%

0.2%

8:15pm

CAD

Housing Starts

-

248K

233K

8:30pm

CAD

CPI m/m

-

0.1%

0.2%

8:30pm

CAD

Median CPI y/y

-

2.9%

2.9%

8:30pm

CAD

Trimmed CPI y/y

-

2.9%

3.0%

8:30pm

CAD

Common CPI y/y

-

2.8%

2.7%

8:30pm

CAD

Core CPI m/m

-

-

0.6%

8:30pm

CAD

Manufacturing Sales m/m

-

-1.0%

3.3%

8:30pm

USD

Empire State Manufacturing Index

-

9.8

18.7

9:30pm

GBP

CB Leading Index m/m

-

-

-0.3%

9:30pm

USD

FOMC Member Miran Speaks

-

-

-

10:00pm

USD

NAHB Housing Market Index

-

39

38

10:30pm

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

11:00pm

USD

FOMC Member Miran Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788