| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0589 | -0.07% |
GBPUSD | 1.2164 | -0.11% |
AUDUSD | 0.6355 | 0.55% |
NZDUSD | 0.5844 | 0.21% |
USDJPY | 149.89 | 0.05% |
USDCHF | 0.8930 | 0.03% |
USDCAD | 1.3734 | 0.04% |
GOLDUD | 1970.86 | 0.26% |
COFU | 83.69 | -0.90% |
USD/IDR | 15860 | 0.04% |
Rabu, 25 Oktober 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak turun akibat adanya upaya diplomatik di Timur Tengah pada wilayah pemasok minyak terbesar di dunia, semakin intensif untuk membendung konflik antara Israel dan Hamas, sehingga mengurangi kekhawatiran investor tentang gangguan pasokan. Amerika Serikat dan Rusia memimpin seruan internasional untuk menghentikan sementara pertempuran antara Israel dan Hamas untuk mengizinkan bantuan masuk ke Jalur Gaza yang terkepung, ketika Israel terus melakukan pemboman terhadap daerah kantong tempat warga Palestina. Para pemimpin dunia kini berupaya mencegah konflik menyebar ke wilayah yang menjadi kunci pasokan energi global. Presiden AS Joe Biden dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman berbicara melalui telepon pada hari Selasa dan menyetujui hal tersebut untuk menjaga stabilitas di kawasan dan mencegah konflik meluas.
Sementara itu, serangkaian data bisnis manufaktur yang lambat dari Jerman, zona euro dan Inggris membebani prospek permintaan energi. Data aktivitas bisnis Zona Euro secara mengejutkan mengalami penurunan pada bulan ini, menunjukkan bahwa blok tersebut mungkin akan tergelincir ke dalam resesi. Perekonomian Jerman menunjukkan tanda-tanda kontraksi yang terus-menerus, dengan sektor manufaktur dan jasa yang tersendat pada awal kuartal keempat. PMI Jasa Jerman secara umum melampaui ekspektasi pasar, jatuh ke wilayah kontraksi sekali lagi dan mencetak angka 48,0 versus perkiraan 50,0 dan memperdalam penurunan dari angka bulan September 50,3. Pada Zona Euro PMI Manufaktur menetap di 43,0 versus kenaikan yang diharapkan menjadi 43,7, gagal mencapai angka sebelumnya yaitu 43,4, sementara komponen Jasa berada di 47,8, gagal bertahan di 48,7 seperti perkiraan pasar. Inggris juga merilis laporan PMI yang memberikan bukti lebih lanjut lemahnya perekonomian. PMI Manufaktur sedikit membaik menjadi 45,2 di bulan Oktober, naik dari 44,3 di bulan September dan di atas konsensus pasar sebesar 44,7. Manufaktur mengalami kontraksi selama delapan bulan berturut-turut, penurunan terpanjang dalam 15 tahun.
Turut membebani kinerja minyak adalah sentiment yang berasal dari negara China yang berencana membatasi kapasitas pemrosesan primer minyak mentahnya sebesar 1 miliar metrik ton pada tahun 2025 dalam upaya merampingkan sektor kilangnya yang luas. Kapasitas penyulingan minyak Tiongkok meningkat menjadi 920 juta ton per tahun, atau 18,4 juta barel per hari (bph), pada tahun 2022. Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China mengatakan pihaknya akan secara ketat mengontrol kapasitas penyulingan minyak baru, mendorong peningkatan dan optimalisasi kilang dan mempercepat penghapusan pabrik-pabrik kecil dan usang.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $86 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $81 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
21:00 | USD - New Home Sales | - | 678K | 675K | |||||
21:30 | USD - Crude Oil Inventories |
| -0.5M | -4.5M | |||||
22:00 | USD - BOC Press Conference | - | - | - | |||||