Home
>
News
>
Publication
>
Trump Targetkan Harga $50 per Barel, Laju Minyak Terkoreksi Bearish
Trump Targetkan Harga $50 per Barel, Laju Minyak Terkoreksi Bearish
Friday, 09 January 2026

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1659

-0.09%

GBPUSD

1.3435

-0.10%

AUDUSD

0.6700

-0.18%

NZDUSD

0.5750

-0.21%

USDJPY

156.82

0.20%

USDCHF

0.7987

0.15%

USDCAD

1.3856

0.12%

GOLDUD

4,476.63

0.07%

COFU

58.40

-0.45%

USD/IDR

16,796

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Trump optimis upaya AS mendominasi industri minyak Venezuela dapat menurunkan harga ke target yang diinginkan di $50 per barel.
  • Inflasi konsumen Tiongkok mencapai level tertinggi dalam hampir 3 Tahun pada bulan Desember, ungkap data resmi.

************************************************************

Jumat, 09 Januari 2026 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkoreksi bearish tertekan oleh sentimen dari upaya Trump untuk menurunkan harga minyak ke level $50 per barel, dan isyarat perusahaan energi AS untuk turut mendominasi industri minyak Venezuela.

Presiden AS Donald Trump dan para penasihatnya sedang merencanakan inisiatif besar untuk mendominasi industri minyak Venezuela selama bertahun-tahun mendatang, dan Trump juga optimis bahwa upayanya tersebut dapat menekan harga minyak turun ke tingkat yang diinginkannya, yaitu $50 per barel, ungkap sumber yang dikutip oleh Wall Street Journal pada hari Kamis. Rencana yang dipertimbangkan yaitu mengendalikan perusahaan milik negara PDVSA, termasuk mengakuisisi dan memasarkan sebagian besar produksi minyak perusahaan tersebut, kata orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Masih dari AS, perusahaan perdagangan global, Vitol dan Trafigura, dijadwalkan akan ikut bergabung bersama dengan perusahaan minyak besar AS seperti Chevron, Exxon Mobil, dan ConocoPhillips, untuk bertemu dengan Trump di Gedung Putih pada hari Jumat guna bersaing mendapatkan kesepakatan pemerintah AS untuk mengekspor minyak mentah dari Venezuela, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut pada hari Kamis. Berita tersebut meningkatkan harapan akan tercapainya keinginan Trump dalam menghidupkan kembali industri minyak Venezuela, yang sekaligus mengisyaratkan potensi tambahan pasokan minyak Venezuela ke pasar global.

Turut membebani harga, inflasi harga konsumen tahunan China mencapai level tertinggi dalam 34 bulan pada bulan Desember, sementara deflasi harga produsen mereda, menurut data dari Biro Statistik Nasional pada hari Jumat. Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,7% dari bulan sebelumnya, dan sekaligus naik 0,8% jika dibandingkan dari bulan yang sama pada tahun 2024.

Sementara itu, Arab Saudi pada hari Kamis menuduh Uni Emirat Arab (UEA) telah membantu menyelundupkan seorang pemimpin Dewan Transisi Selatan, Aidarous al-Zubaidi, keluar dari Yaman setelah ia gagal hadir dalam pembicaraan krisis di Riyadh pada hari Rabu. Situasi tersebut berpotensi memicu eskalasi perselisihan diplomatik antara Arab Saudi dan UEA yang telah meningkat sejak bulan lalu pasca kelompok Yaman yang didukung UEA menyerbu Yaman selatan dan mencapai perbatasan Arab Saudi.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $61 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $56 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - Building Permits

 

1.35M

1.33M

20:30

USA - Housing Starts

 

1.33M

1.307M

20:30

USA - Unemployment Rate

 

4.5%

4.6%

22:00

USA - Michigan Consumer Sentiment

 

53.5

52.9

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788