Home
>
News
>
Publication
>
Terpilihnya Donald Trump Masih Menjadi Katalis Utama Pelemahan GBPUSD
Terpilihnya Donald Trump Masih Menjadi Katalis Utama Pelemahan GBPUSD
Tuesday, 12 November 2024

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0652

-0.08%

GBPUSD

1.2867

-0.10%

AUDUSD

0.6572

-0.23%

NZDUSD

0.5966

-0.12%

USDJPY

153.70

0.14%

USDCHF

0.8807

0.08%

USDCAD

1.3924

0.11%

GOLDUD

2620.02

-0.19%

USD/IDR

15720

0.32%

Fokus GBPUSD:

  1. Kinerja DXY menguat ke area 105.60
  2. Data tenaga kerja Inggris

Selasa, 12 November 2024 – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2850. Pasangan mata uang Poundsterling mengalami tekanan karena kemenangan Donald Trump sebagai Presiden AS yang memperkuat prospek Dolar AS (USD) dalam jangka panjang. Hal ini didukung oleh kebijakan Trump yang menjanjikan peningkatan tarif impor dan pengurangan pajak, yang diperkirakan akan menambah tekanan inflasi di AS dan meningkatkan tingkat utang nasional.

Menurut survei Reuters pada 6-7 November, 62% responden termasuk 94% Demokrat dan 34% Republik memperkirakan kebijakan Trump akan meningkatkan utang nasional AS. Committee for a Responsible Federal Budget yang non-partisan memperkirakan pemotongan pajak oleh Trump dapat menambah utang sebesar $7,5 triliun dalam sepuluh tahun ke depan. Sementara itu, investor menantikan pidato dari pejabat Federal Reserve (Fed) minggu ini untuk petunjuk lebih lanjut mengenai kebijakan moneter, dengan probabilitas 65% bahwa Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember.

Selanjutnya, data inflasi AS yang akan dirilis tengah pekan ini, termasuk Consumer Price Index (CPI) yang diperkirakan meningkat ke 2,6% YoY untuk bulan Oktober, berpotensi memperkuat USD lebih lanjut. Di sisi kebijakan, Federal Reserve diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga pada pertemuan Desember, meskipun pasar masih menilai peluang pemangkasan sebesar 25 atau bahkan 50 basis poin. Sentimen ini membuat USD semakin kokoh di tengah ekspektasi suku bunga Inggris yang melandai, sehingga menekan GBP lebih rendah.

Disisi GBP, pasar tenaga kerja Inggris diprediksi mengalami pelemahan, dengan laporan ketenagakerjaan yang akan dirilis pada Selasa menunjukkan potensi penurunan jumlah tenaga kerja sebanyak 50 ribu untuk periode tiga bulan hingga September. Ini merupakan pembalikan dari laporan sebelumnya yang mencatat kenaikan sebesar 373 ribu pekerjaan, jauh di atas ekspektasi pasar. Tingkat pengangguran diperkirakan meningkat sedikit menjadi 4,1% dari sebelumnya 4%. Pertumbuhan upah tanpa bonus juga diprediksi menurun menjadi 4,7% dari 4,9%, yang meskipun menurun, masih tinggi dan menimbulkan kekhawatiran di Bank of England (BoE) terkait potensi "wage-price spiral" atau siklus kenaikan upah dan harga. Dengan laju inflasi yang menurun hingga 1,7% pada bulan September, BoE diperkirakan akan kembali menurunkan suku bunga dalam pertemuan kebijakan bulan Desember.

Harga pada pasangan mata uang ini meningkat. Support terdekatnya di area 1.2800 dan resistance terdekatnya di zona 1.2910. Support lanjutan di zona 1.2770 dan dilanjutkan ke zona 1.2710. Resistance lanjutan di zona 1.2970 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 1.3030.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0640. Pasangan mata uang Euro melemah diakibatkan oleh kebijakan-kebijakan fiskal yang diantisipasi di bawah Presiden Terpilih AS Donald Trump dapat berdampak negatif pada ekonomi Eropa, menambah tekanan pada Euro.Ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan melakukan penurunan suku bunga yang lebih agresif dibandingkan Federal Reserve (Fed) juga membebani Euro. ECB diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin di bulan Desember, dengan pasar memproyeksikan penurunan menjadi 2% pada bulan Juni. CME FedWatch Tool saat ini menunjukkan probabilitas 65,3% bahwa the Fed akan menurunkan suku bunga sebesar seperempat poin pada pertemuan Desember. Secara politis, Kanselir Jerman Olaf Scholz telah menunjukkan keterbukaan untuk memajukan pemungutan suara kepercayaan parlemen selama beberapa minggu, yang berpotensi memajukannya hingga sebelum Natal. Hal ini dapat menjadi awal dari sebuah pemilihan umum yang lebih awal. Support terdekatnya di zona 1.0580 dan resistance terdekatnya di zona 1.0700.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6550. Kinerja mata uang Aussie melemah akibat penguatan Indeks Dolar AS (DXY) yang mencapai level tertinggi dalam empat bulan, terutama setelah kemenangan Partai Republik dalam pemilu AS. Data tenaga kerja Australia yang akan dirilis pekan ini diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan pekerjaan sebesar 25 ribu pada bulan Oktober, yang dapat memengaruhi kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA) di bulan Desember. Meski RBA menunjukkan sikap hawkish, AUD tetap melemah akibat ekspektasi kebijakan ketat Federal Reserve (Fed) AS, yang diprediksi akan menjaga Dolar AS tetap kuat. Selain itu, AUD mengalami tekanan dari lemahnya data ekonomi Tiongkok selaku mitra dagang utama Australia yang menunjukkan kenaikan tipis pada Indeks Harga Konsumen (CPI) sebesar 0,3% YoY di bulan Oktober, lebih rendah dari ekspektasi. Stimulus ekonomi Tiongkok yang diumumkan minggu lalu gagal memenuhi ekspektasi pasar, sehingga melemahkan prospek permintaan untuk ekspor Australia dan memberikan tekanan tambahan pada AUD. Di sisi lain, data inflasi AS yang akan dirilis tengah pekan ini diperkirakan meningkat ke 2,6% YoY untuk CPI Oktober, yang bisa mendukung posisi Fed untuk menahan suku bunga lebih tinggi, memperkuat Dolar AS dan memberikan tekanan lebih lanjut pada AUD. Support terdekatnya di zona 0.6500 dan resistance terdekatnya di zona 0.6600

NZDUSD - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5950. Turunnya kinerja mata uang Kiwi dipicu oleh kekhawatiran terkait kemungkinan tarif yang akan diberlakukan oleh pemerintahan Donald Trump yang baru terpilih. Ekspektasi tarif dan pemotongan pajak yang diusulkan Trump diprediksi akan meningkatkan inflasi dan defisit AS, sehingga mempersulit Federal Reserve (Fed) untuk memangkas suku bunga. Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk bulan Oktober akan dirilis minggu ini, dan jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, potensi pemotongan suku bunga Fed pada bulan Desember bisa berkurang, yang akan memperkuat Dolar AS lebih jauh. Di sisi lain, posisi NZD juga tertekan oleh dampak dari pemilu AS, terutama karena kebijakan tarif terhadap China akan memengaruhi ekspor Selandia Baru ke pasar utama mereka. Selain itu, meskipun ekspektasi inflasi Selandia Baru untuk dua tahun ke depan naik menjadi 2,12% pada kuartal keempat, suku bunga acuan dipangkas oleh Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) sebesar 50 basis poin menjadi 4,75% pada pertemuan November dan kemungkinan akan diturunkan lagi. Kombinasi ini menjadikan Dolar AS lebih kuat dibandingkan dengan NZD, yang semakin melemah akibat kebijakan moneter yang cenderung longgar dari RBNZ. Support terdekatnya di area 0.5910 dan resistance terdekatnya di zona 0.6000.

USDJPY – Pergerakan pasangan mata uang ini naik ke zona 153.70 ditengah penguatan Dolar AS akibat ekspektasi pasar kinerja ekonomi AS yang lebih baik dan praktik perdagangan agresif dari pemerintahan Trump. Selain itu, tarif yang dijanjikan oleh Presiden AS terpilih Donald Trump dapat membebani perusahaan-perusahaan Jepang, yang banyak mengekspor ke AS, dan berpotensi berdampak pada pertumbuhan ekonomi, sehingga menciptakan rintangan lain untuk rencana kenaikan suku bunga BoJ. Support terdekatnya di zona 153.30 dan resistance terdekatnya di zona 153.85.

USDCAD – Pergerakan pasangan mata uang ini naik ke zona 1.3924 terdorong oleh kinerja Dolar AS. Di sisi Kanada, meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga Bank of Canada (BoC) telah membebani pergerakan Loonie. Prospek penurunan suku bunga BoC telah menguat karena data pasar tenaga kerja pada hari Jumat menunjukkan permintaan tenaga kerja lemah. Support terdekatnya di zona 1.3890 dan resistance terdekatnya di zona 1.3955.

USDCHF – Pergerakan pasangan mata uang ini naik ke zona 0.0887 ditengah menguatnya kinerja Dolar AS setelah harapan ekonomi AS yang membaik setelah terpilihnya Presiden AS Donald Trump. Di sisi Swiss, Swiss National Bank tidak akan melakukan penurunan suku bunga lagi pada bulan Desember, kata Wakil Ketua Bank Sentral Swiss Antoine Martin dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Senin, meskipun sebelumnya terdapat komentar bahwa bank tersebut dapat memangkas biaya pinjaman setelah mengatasi inflasi. Pada pertemuan sebelumnya, SNB telah berada di garis depan dalam bank sentral yang memangkas suku bunga tahun ini, dengan tiga kali penurunan suku bunga dan pasar mengharapkan pemotongan setidaknya 25 basis poin dari level 1% saat ini pada pertemuan berikutnya pada 12 Desember. Support terdekatnya di zona 0.8840 dan resistance terdekatnya di zona 0.8899.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

6:30am

AUD

Westpac Consumer Sentiment

5.3%

-

6.2%

6:50am

JPY

M2 Money Stock y/y

1.2%

1.5%

1.2%

7:30am

AUD

NAB Business Confidence

5

-

-2

1:00pm

JPY

Prelim Machine Tool Orders y/y

-

-

-6.4%

2:00pm

EUR

German Final CPI m/m

-

0.4%

0.4%

2:00pm

GBP

Claimant Count Change

-

30.5K

27.9K

2:00pm

GBP

Average Earnings Index 3m/y

-

3.9%

3.8%

2:00pm

GBP

Unemployment Rate

-

4.1%

4.0%

4:00pm

GBP

MPC Member Pill Speaks

-

-

-

5:00pm

EUR

German ZEW Economic Sentiment

-

13.2

13.1

5:00pm

EUR

ZEW Economic Sentiment

-

20.5

20.1

6:00pm

USD

NFIB Small Business Index

-

91.9

91.5

8:30pm

CAD

Building Permits m/m

-

2.9%

-7.0%

Tentative

USD

Cleveland Fed Inflation Expectations

-

-

3.4%

10:00pm

USD

FOMC Member Waller Speaks

-

-

-

Tentative

USD

RCM/TIPP Economic Optimism

-

47.3

46.9

10:15pm

USD

FOMC Member Barkin Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788