| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.09210 | -0.04% |
GBPUSD | 1.26900 | -0.04% |
AUDUSD | 0.65160 | 0.32% |
NZDUSD | 0.59930 | 0.17% |
USDJPY | 146.650 | 0.02% |
USDCHF | 0.86160 | 0.15% |
USDCAD | 1.37590 | -0.20% |
GOLDUD | 2,381.980 | -0.05% |
COFU | 75.47 | 0.12% |
USD/IDR | 16,000 | -0.16% |
Kamis, 08 Agustus 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak menguat dipicu oleh peningkatan tensi geopolitik di wilayah Timur Tengah. Meski demikian, rilisnya data terbaru yang mengisyaratkan sinyal melemahnya permintaan di China membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Intensitas serangan di Gaza kembali meningkat ditandai oleh perintah evakuasi baru yang dikeluarkan pada hari Rabu oleh pasukan Israel ke warga Palestina di wilayah Gaza utara. Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, mengatakan bahwa perintah tersebut merupakan tanggapan atas serangan roket terbaru yang diluncurkan Hamas dan kelompok militan lainnya ke Israel selama seminggu terakhir, yang dilakukan dari lokasi dekat dua gudang bantuan dan distribusi kemanusiaan internasional, termasuk badan pengungsi Palestina PBB UNRWA.
Sinyal peningkatan tensi geopolitik di Timur Tengah juga terlihat dari otoritas Inggris dan Mesir yang pada hari Rabu mengeluarkan himbauan kepada maskapai penerbangan mereka untuk menghindari wilayah udara Iran dan Lebanon, menyusul langkah serupa yang dilakukan oleh banyak maskapai penerbangan di seluruh dunia, termasuk merevisi jadwal hingga membatalkan penerbangan ke Israel dan Lebanon.
Sementara itu, impor minyak mentah harian China di bulan Juli mencapai 42,34 juta ton atau sekitar 9,97 juta bph, yang sekaligus menandai level terendah sejak September 2022, ungkap data resmi terbaru yang dirilis hari Rabu oleh Administrasi Umum Bea Cukai. Jumlah impor minyak mentah oleh negara importir minyak terbesar pertama dunia itu turun hampir 12% dari bulan sebelumnya dan 3% di bawah jumlah tahun lalu, ungkap data yang sama. Selain itu, di sisi ekspor juga mengalami pelemahan, untuk bulan Juli tercatat ekspor produk turunan minyak mencapai 4,98 juta ton atau turun 7% dibanding 5,37 juta ton pada bulan Juni.
Di sisi pasokan, badan statistik EIA pada Rabu malam melaporkan stok minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 3,7 juta barel, melebihi dugaan awal yang memperkirakan penurunan sebesar 400 ribu barel untuk penutupan pekan yang berakhir 2 Agustus. Meski demikian, stok bensin dilaporkan naik sebesar 1,3 juta barel, di luar dugaan awal yang memperkirakan terjadi penurunan sebesar 1,8 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan aktivitas penyulingan di AS yang meningkat, namun permintaan bahan bakar mengalami penurunan.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $78 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $73 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1870K | 1877K |
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 240K | 249K |
21:00 | USA - Wholesale Inventories MoM |
| 0.2% | 0.6% |