Home
>
News
>
Publication
>
Tensi Timur Tengah Meningkat, Harga Minyak Ikut Terangkat
Tensi Timur Tengah Meningkat, Harga Minyak Ikut Terangkat
Thursday, 08 August 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.09210

-0.04%

GBPUSD

1.26900

-0.04%

AUDUSD

0.65160

0.32%

NZDUSD

0.59930

0.17%

USDJPY

146.650

0.02%

USDCHF

0.86160

0.15%

USDCAD

1.37590

-0.20%

GOLDUD

2,381.980

-0.05%

COFU

75.47

0.12%

USD/IDR

16,000

-0.16%

Fokus Crude Oil:

  • Setelah serangan roket, Israel keluarkan perintah evakuasi baru kepada warga Palestina di wilayah Gaza utara.
  • Impor minyak mentah China harian di bulan Juli turun ke level terendah sejak September 2022.

***********************************************************

Kamis, 08 Agustus 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak menguat dipicu oleh peningkatan tensi geopolitik di wilayah Timur Tengah. Meski demikian, rilisnya data terbaru yang mengisyaratkan sinyal melemahnya permintaan di China membatasi kenaikan harga lebih lanjut.

Intensitas serangan di Gaza kembali meningkat ditandai oleh perintah evakuasi baru yang dikeluarkan pada hari Rabu oleh pasukan Israel ke warga Palestina di wilayah Gaza utara. Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, mengatakan bahwa perintah tersebut merupakan tanggapan atas serangan roket terbaru yang diluncurkan Hamas dan kelompok militan lainnya ke Israel selama seminggu terakhir, yang dilakukan dari lokasi dekat dua gudang bantuan dan distribusi kemanusiaan internasional, termasuk badan pengungsi Palestina PBB UNRWA.

Sinyal peningkatan tensi geopolitik di Timur Tengah juga terlihat dari otoritas Inggris dan Mesir yang pada hari Rabu mengeluarkan himbauan kepada maskapai penerbangan mereka untuk menghindari wilayah udara Iran dan Lebanon, menyusul langkah serupa yang dilakukan oleh banyak maskapai penerbangan di seluruh dunia, termasuk merevisi jadwal hingga membatalkan penerbangan ke Israel dan Lebanon.

Sementara itu, impor minyak mentah harian China di bulan Juli mencapai 42,34 juta ton atau sekitar 9,97 juta bph, yang sekaligus menandai level terendah sejak September 2022, ungkap data resmi terbaru yang dirilis hari Rabu oleh Administrasi Umum Bea Cukai. Jumlah impor minyak mentah oleh negara importir minyak terbesar pertama dunia itu turun hampir 12% dari bulan sebelumnya dan 3% di bawah jumlah tahun lalu, ungkap data yang sama. Selain itu, di sisi ekspor juga mengalami pelemahan, untuk bulan Juli tercatat ekspor produk turunan minyak mencapai 4,98 juta ton atau turun 7% dibanding 5,37 juta ton pada bulan Juni.

Di sisi pasokan, badan statistik EIA pada Rabu malam melaporkan stok minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 3,7 juta barel, melebihi dugaan awal yang memperkirakan penurunan sebesar 400 ribu barel untuk penutupan pekan yang berakhir 2 Agustus. Meski demikian, stok bensin dilaporkan naik sebesar 1,3 juta barel, di luar dugaan awal yang memperkirakan terjadi penurunan sebesar 1,8 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan aktivitas penyulingan di AS yang meningkat, namun permintaan bahan bakar mengalami penurunan.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $78 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $73 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

USA - Continuing Jobless Claims

 

1870K

1877K

19:30

USA - Initial Jobless Claims

 

240K

249K

21:00

USA - Wholesale Inventories MoM

 

0.2%

0.6%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788