| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08010 | -0.03% |
GBPUSD | 1.26990 | -0.02% |
AUDUSD | 0.66090 | -0.06% |
NZDUSD | 0.61130 | -0.08% |
USDJPY | 157.620 | -0.14% |
USDCHF | 0.91300 | 0.08% |
USDCAD | 1.37160 | 0.01% |
GOLDUD | 2,339.220 | -0.15% |
COFU | 79.28 | 0.11% |
USD/IDR | 16,210 | 0.15% |
Kamis, 30 Mei 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau terkoreksi naik didukung oleh sentimen dari eskalasi tensi di Timur Tengah yang kian memuncak akibat konflik Gaza dan potensi peningkatan serangan Houthi di jalur pelayaran utama Laut Merah. Selain itu, rilisnya laporan stok API juga turut mendukung pergerakan harga minyak.
Pasukan Israel dilaporkan telah menguasai zona penyangga di sepanjang perbatasan antara Jalur Gaza dan Mesir, kata Daniel Hagari, juru bicara militer negara itu pada hari Rabu, memberikan Israel kendali operasional atas seluruh perbatasan darat wilayah Palestina. Selain itu, Israel juga terus melancarkan serangan di kota Rafah di Gaza selatan, meskipun Mahkamah Internasional telah memerintahkan Israel untuk mengakhiri serangan di kota tersebut. Perkembangan situasi tersebut meredupkan harapan gencatan senjata dan memicu eskalasi tensi di wilayah Timur Tengah semakin memuncak.
Masih dari Timur Tengah, rudal balistik Ghadr yang diluncurkan dari laut kini telah tersedia untuk kelompok Houthi di Yaman, kutip kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, pada hari Rabu. Berita tersebut memicu kekhawatiran terhadap risiko keamanan situasi jalur pelayaran di dan sekitar Laut Merah, yang akhir-akhir ini telah meningkat akibat serangan kelompok Houthi pada kapal yang melalui jalur pelayaran penting itu, sebagai bentuk dukungan atas warga Palestina yang menjadi korban konflik Gaza.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah dan stok bensin AS dalam sepekan turun masing-masing sebesar 6,49 juta barel dan 450 ribu barel. Data tersebut mengindikasikan permintaan yang bullish di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan laporan versi pemerintah yang akan dirilis Kamis malam oleh badan statistik Energy Information Administration (EIA).
Sementara itu, perekonomian China diperkirakan tumbuh 5% tahun ini, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,6%, ungkap Dana Moneter Internasional (IMF) pada hari Rabu. Namun, IMF juga memperingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi China akan melambat menjadi 4,5% pada tahun 2025, dan kembali turun menjadi 3,3% pada tahun 2029 karena populasi yang menua dan ekspansi produktivitas yang lebih lambat di negara konsumen minyak terbesar kedua dunia tersebut.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $82 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $78 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
22:00 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| -1.900M | 1.825M |
22:00 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
| 1.000M | -0.945M |