Home
>
News
>
Publication
>
Tensi AS - China Memuncak, Minyak Ikut Tergelincir
Tensi AS - China Memuncak, Minyak Ikut Tergelincir
Monday, 11 September 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.06960

0.20%

GBPUSD

1.24720

0.18%

AUDUSD

0.63760

0.19%

NZDUSD

0.58750

0.34%

USDJPY

147.290

-0.16%

USDCHF

0.89270

-0.22%

USDCAD

1.36800

-0.05%

GOLDUD

1,919.220

0.35%

COFU

87.40

-0.79%

USD/IDR

15,320

0.05%

Fokus Crude Oil:

  • Kapal perang AS dan Kanada transit di Selat Taiwan, menandai misi bersama yang kedua sejak bulan Juni.
  • Junta militer Nigeria tuding Prancis merencanakan agresi dengan mengirimkan pasukan ke beberapa negara ECOWAS.

***************************************************************

Senin, 11 September 2023 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish dibebani oleh sinyal ketegangan AS dengan China, serta proyeksi permintaan negatif dari IEA. Meski demikian, ketegangan geopolitik antara Nigeria dan Prancis, dan ancaman Badai Lee membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Kapal perang AS, USS Ralph Johnson dan HMCS Ottawa dari Kanada dilaporkan berlayar dan transit di Selat Taiwan pada hari Sabtu, menandai misi bersama yang kedua sejak bulan Juni, ujar Angkatan Laut AS. Tindakan tersebut mendapat kecaman keras dari China dan mendorong peningkatan operasi militer China di sekitar Taiwan dengan melakukan pemantauan dan mengambil tindakan sesuai hukum dan peraturan. Hubungan AS dan China telah memanas beberapa waktu terakhir dan dikhawatirkan akan memicu perang baru kedua negara tersebut terutama di bidang ekonomi.

Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, dalam proyeksi yang dirilis pekan lalu, International Energy Agency (IEA) melihat bahwa pertumbuhan permintaan minyak global diperkirakan akan melambat tajam menjadi 1 juta bph pada tahun 2024, dengan pertimbangan kondisi makroekonomi yag lesu, pemulihan pascapandemi yang kehabisan tenaga, dan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik.

Sementara itu, tensi antara Nigeria dengan Prancis semakin memuncak setelah juru bicara pemimpin militer Nigeria, Kolonel Mayor Amadou Abdramane pada hari Sabtu menuding bahwa Prancis berencana untuk melakukan agresi dengan mengirimkan pasukan di beberapa negara ECOWAS (Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat) seperti Pantai Gading, Senegal, dan Benin. Ketegangan geopolitik antara Nigeria dan Prancis ini memicu kekhawatiran akan mendorong terjadinya perang baru di negara produsen minyak terbesar di Afrika tersebut, menyusul perang Rusia dengan Ukraina.

Sentimen positif lainnya datang dari ancaman Badai Tropis Lee yang saat ini telah diturunkan menjadi badai Kategori 3, namun masih berpotensi untuk menguat kembali secara bertahap kemungkinan dalam dua hari berikutnya, kata Pusat Badai Nasional AS pada hari Sabtu.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $89 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $85 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

22:00

USA - Consumer Inflation Expectations

 

3.4%

3.5%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788