Home
>
News
>
Publication
>
Tekanan Ketidakpastian Global, Bawa Kinerja Australian Dollar Melemah
Tekanan Ketidakpastian Global, Bawa Kinerja Australian Dollar Melemah
Monday, 05 January 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1720

-0.19%

GBPUSD

1.3450

-0.13%

AUDUSD

0.6693

-0.28%

NZDUSD

0.5757

-0.16%

USDJPY

156.69

0.36%

USDCHF

0.7918

0.21%

USDCAD

1.3743

0.07%

GOLDUD

4356.50

1.49%

USD/IDR

16,720

0.00%

Fokus AUD/USD:

Ketidakpastian global tekan kinerja AUD/USD

Data China memburuk

Senin, 05 Januari 2026 - Dolar Australia dibuka di 0.6693 dan melemah -0.28%. AUD/USD berada di bawah tekanan seiring memburuknya sentimen global yang mendorong penguatan Dolar AS sebagai aset safe haven. Eskalasi risiko geopolitik internasional membuat pelaku pasar cenderung mengurangi eksposur terhadap mata uang berisiko, termasuk Dolar Australia. Dalam kondisi ketidakpastian seperti ini, arus modal global lebih memilih aset berdenominasi USD, sehingga membebani pergerakan AUD meskipun tidak ada guncangan besar dari sisi domestik Australia.

Dari sisi fundamental regional, melemahnya data aktivitas sektor jasa China turut menekan prospek Dolar Australia. China merupakan mitra dagang utama Australia, sehingga setiap sinyal perlambatan ekonomi Negeri Tirai Bambu langsung berdampak pada ekspektasi ekspor dan pertumbuhan Australia. Kombinasi antara kekhawatiran permintaan China dan ketidakpastian ekonomi global membuat investor cenderung mengambil sikap defensif terhadap AUD dalam jangka pendek.

Sementara itu, meski ekspektasi kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA) relatif lebih ketat dibandingkan beberapa bank sentral utama lainnya, faktor eksternal masih mendominasi arah pergerakan AUD/USD. Selama sentimen risiko global belum pulih dan Dolar AS tetap diuntungkan oleh statusnya sebagai aset lindung nilai, potensi penguatan AUD cenderung terbatas. Pasar saat ini menunggu kejelasan arah ekonomi global sebelum kembali memberi ruang bagi mata uang komoditas seperti Dolar Australia untuk menguat secara berkelanjutan.

Harga pada pasangan mata uang AUD/USD melemah. Pergerakan menunjukkan koreksi lanjutan, dengan support di 0.6660 dan resistance di 0.6725. Support lanjutan di zona 0.6630 dan dilanjutkan ke zona 0.6600. Resistance lanjutan di zona 0.6750 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.6790.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1720 dan melemah -0.19%. EUR/USD bergerak menguat seiring melemahnya daya tarik dolar AS di tengah meningkatnya keyakinan bahwa siklus pengetatan moneter Federal Reserve telah berakhir. Data ekonomi AS yang menunjukkan perlambatan inflasi dan pendinginan pasar tenaga kerja memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan melanjutkan pelonggaran kebijakan pada 2026. Selain itu, ketidakpastian terkait independensi The Fed akibat tekanan politik turut membebani kepercayaan investor terhadap dolar AS, sehingga mendorong aliran dana keluar dari aset berdenominasi USD. Di sisi lain, euro mendapatkan dukungan dari sikap European Central Bank (ECB) yang memilih bertahan dengan kebijakan suku bunga saat ini dan tidak menunjukkan urgensi untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Meskipun aktivitas manufaktur Eropa masih lemah, stabilitas kebijakan ECB dan ketahanan sektor jasa membuat pasar menilai bahwa risiko pelonggaran agresif relatif terbatas. Divergensi arah kebijakan antara ECB dan The Fed inilah yang menjadi pendorong utama penguatan EUR/USD. Tekanan jual masih mendominasi, dengan support terdekat di 1.1690 dan resistance di 1.1760.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3450 dan turun -0.13%. Poundsterling menguat terhadap dolar AS didorong oleh kombinasi pelemahan struktural USD dan persepsi bahwa Bank of England (BoE) akan bergerak sangat hati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneternya. Meskipun BoE telah memangkas suku bunga, keputusan tersebut diwarnai perbedaan pendapat yang tajam di internal, mencerminkan kekhawatiran inflasi yang belum sepenuhnya jinak. Kondisi ini membuat pasar menurunkan ekspektasi pemangkasan lanjutan secara agresif. Dari sisi eksternal, dolar AS terus berada di bawah tekanan akibat ketidakpastian kebijakan ekonomi AS dan arah The Fed ke depan. Prospek penunjukan Ketua The Fed yang lebih dovish semakin memperkuat asumsi bahwa suku bunga AS akan bergerak lebih rendah dibandingkan negara maju lainnya. Dalam konteks ini, GBP/USD diuntungkan oleh kombinasi stabilitas kebijakan domestik Inggris dan melemahnya sentimen terhadap dolar AS. Pelemahan terbatas, dengan support di 1.3420 dan resistance terdekat di 1.3490.

NZDUSD - Kiwi dibuka di 0.5757 dan turun -0.16%. NZD/USD menunjukkan penguatan seiring membaiknya prospek kebijakan moneter Selandia Baru dibandingkan Amerika Serikat. Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) dinilai masih mempertahankan sikap relatif ketat, terutama setelah data ekonomi domestik menunjukkan tanda-tanda pemulihan moderat. Pandangan bahwa suku bunga Selandia Baru akan dipertahankan lebih lama memberi daya tarik tambahan bagi dolar Selandia Baru di mata investor global. Sementara itu, tekanan terhadap dolar AS kembali muncul akibat meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed di tengah perlambatan ekonomi. Ketegangan geopolitik memang sempat mendukung USD sebagai aset aman, namun dampaknya terbatas karena pasar lebih fokus pada prospek kebijakan jangka menengah. Dengan latar belakang ini, NZD/USD mendapatkan dukungan dari divergensi kebijakan moneter dan perbaikan sentimen risiko global. Tekanan masih terlihat, dengan support terdekat di 0.5730 dan resistance di 0.5790.

USDJPY - Yen Jepang melemah terhadap dolar AS, dengan USDJPY dibuka di 156.69 dan naik 0.36%. USD/JPY melemah setelah penguatan tajam pada sesi sebelumnya, mencerminkan proses penyesuaian pasar terhadap arah kebijakan moneter kedua negara. Pelemahan dolar AS dipicu oleh meningkatnya keyakinan bahwa The Fed akan melanjutkan siklus pelonggaran, terutama setelah data inflasi dan tenaga kerja menunjukkan tren melandai. Kondisi ini mengurangi daya tarik dolar AS terhadap mata uang utama, termasuk yen Jepang. Di sisi Jepang, Bank of Japan memang telah menaikkan suku bunga, namun pendekatan yang sangat hati-hati dan minim panduan lanjutan membuat yen tidak menguat signifikan. Meski demikian, pasar mulai menilai bahwa ruang penguatan USD/JPY semakin terbatas, terutama jika otoritas Jepang semakin vokal terhadap stabilitas nilai tukar. Kombinasi pelemahan USD dan kehati-hatian BoJ membuat USD/JPY bergerak lebih defensif. Momentum kenaikan masih terjaga, dengan support di 156.20 dan resistance di 157.30.

USDCHF - Pasangan USDCHF dibuka di 0.7918 dan menguat 0.21%. USD/CHF melemah seiring berkurangnya daya tarik dolar AS di tengah meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve pada 2026. Data ekonomi AS yang menunjukkan perlambatan inflasi dan pendinginan pasar tenaga kerja membuat pasar semakin yakin bahwa suku bunga AS telah berada di puncaknya. Kondisi ini menekan imbal hasil riil dolar AS dan mendorong investor untuk mengurangi eksposur terhadap USD, terutama terhadap mata uang yang memiliki reputasi stabil seperti franc Swiss. Di sisi lain, franc Swiss tetap mendapatkan dukungan kuat dari statusnya sebagai mata uang safe haven serta pendekatan kebijakan Swiss National Bank (SNB) yang sangat berhati-hati. Meskipun inflasi Swiss relatif rendah dan pertumbuhan ekonomi moderat, SNB menegaskan kesiapannya untuk melakukan intervensi guna menjaga stabilitas harga dan nilai tukar. Ketika ketidakpastian global meningkat dan dolar AS kehilangan momentum kebijakan, arus modal cenderung mengalir ke CHF, sehingga memperkuat tekanan turun pada USD/CHF dalam jangka pendek hingga menengah. Bias pergerakan cenderung positif, dengan support di 0.7895 dan resistance di 0.7950.

USDCAD - USDCAD dibuka di 1.3743 dan naik 0.07%. USD/CAD berada dalam tekanan seiring melemahnya dolar AS dan menguatnya dolar Kanada yang didukung oleh faktor fundamental domestik dan eksternal. Ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Fed membuat selisih kebijakan moneter AS dan Kanada semakin menyempit. Hal ini mengurangi daya tarik dolar AS, terutama terhadap mata uang berbasis komoditas seperti dolar Kanada. Selain itu, harga minyak yang relatif stabil memberikan dukungan tambahan bagi CAD, mengingat posisi Kanada sebagai salah satu eksportir energi utama dunia. Meskipun pertumbuhan ekonomi Kanada menunjukkan perlambatan, sikap Bank of Canada yang cenderung menahan suku bunga membantu menjaga stabilitas mata uang. Dalam konteks ini, USD/CAD cenderung bergerak melemah mengikuti tekanan struktural pada dolar AS. Pergerakan relatif stabil, dengan support di 1.3715 dan resistance di 1.3780.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

12:30am

USD

FOMC Member Kashkari Speaks

-

-

-

7:30am

JPY

Final Manufacturing PMI

50

49.8

49.7

8:45am

CNY

RatingDog Services PMI

52

52

52.1

2:30pm

CHF

Retail Sales y/y

-

2.50%

2.70%

3:00pm

EUR

Spanish Unemployment Change

-

5.7K

-18.8K

3:30pm

CHF

Manufacturing PMI

-

49.7

49.7

4:30pm

GBP

M4 Money Supply m/m

-

-0.10%

-0.20%

4:30pm

GBP

Mortgage Approvals

-

64K

65K

4:30pm

GBP

Net Lending to Individuals m/m

-

5.2B

5.4B

10:00pm

USD

ISM Manufacturing PMI

-

48.3

48.2

10:00pm

USD

ISM Manufacturing Prices

-

59

58.5

All Day

USD

Wards Total Vehicle Sales

-

15.7M

15.6M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788