| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1,1045 | -0,05% |
GBPUSD | 1,3119 | -0,07% |
AUDUSD | 0,6762 | -0,04% |
NZDUSD | 0,6244 | -0,19% |
USDJPY | 146,18 | 0,04% |
USDCHF | 0,8494 | 0,12% |
USDCAD | 1,3488 | 0,07% |
GOLDUD | 2501,61 | -0,32% |
USD/IDR | 15460 | 0,52% |
Fokus Emas:
Senin, 02 September 2024 – Harga emas bergerak turun ke zona $2501 per troy ons akibat penguatan Dolar AS pasca data Core Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index AS yang rilis pada hari Jumat (30/8) stabil di level yang sama dengan periode sebelumnya. Selain itu, dirilisnya data pendapatan pribadi dan pengeluaran pribadi AS untuk bulan Juli juga menunjukkan adanya peningkatan secara bulanan pada kedua aspek tersebut. Hal tersebut menjadi sentimen yang menekan harga emas, mengingat emas cenderung dianggap sebagai aset yang lebih menarik di tengah ketidakstabilan ekonomi.
Dolar AS kembali menguat setelah berada di level terendah sejak beberapa periode lalu pasca rilisnya data terkini dari Biro Analisis Ekonomi, Departemen Perdagangan AS. Data tersebut menunjukkan bahwa Core PCE Price Index YoY AS untuk bulan Juli berada di level 2,6% dan PCE Price Index YoY AS berada di level 2,5%. Selain itu, data pendapatan pribadi AS meningkat sebesar 0,1% dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi di level 0,3%, sementara data pengeluaran pribadi AS meningkat sebesar 0,2% dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu di level 0,5%. Saat ini, spekulasi pasar lebih mengarah kepada kemungkinan bahwa pemangkasan suku bunga oleh The Fed dilakukan pada level yang lebih kecil, yaitu sebesar 25 basis poin, mengingat inflasi AS saat ini cenderung stabil. Oleh karena itu, para pelaku pasar sedang menunggu data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis minggu ini guna mendapatkan informasi lebih lanjut terkait kemungkinan level pemangkasan suku bunga dalam pertemuan The Fed bulan September.
Sementara itu, permintaan yang lesu dari pasar Asia juga menjadi sentimen yang membuat harga emas tertekan. Sebagai salah satu negara dengan permintaan emas terbesar di dunia, permintaan dari sektor ritel di Cina telah melemah sejak bulan Mei akibat harga yang tinggi dan sentimen konsumen yang lemah. Tingkat pembelian emas di Cina belum mengalami peningkatan yang signifikan setelah beberapa bank di Cina diberikan kuota impor emas baru oleh People's Bank of China (PBOC). Hal serupa juga terjadi di India, di mana saat ini permintaan dari sektor ritel juga menurun pasca mengalami peningkatan pesat setelah pemerintah India mengeluarkan kebijakan pemotongan bea masuk pada bulan Juli lalu. Saat ini, para pedagang emas di India bahkan menawarkan diskon yang lebih besar untuk menarik pembeli karena harga emas yang tinggi telah mengurangi permintaan secara signifikan dan konsumen cenderung menunda pembelian hingga harga emas kembali stabil.
Harga emas menurun dengan support saat ini beralih ke area $2485 dan resistance terdekat berada di area $2510. Support terjauhnya berada di area $2470 hingga ke area $2455, sementara untuk resistance terjauhnya berada di area $2520 hingga ke area $2525.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
All Day | US - Labor Day | - | - | - | |||||