Home
>
News
>
Publication
>
Tekanan Geopolitik AS–Eropa dan Inflasi Kanada Membebani Performa USD/CAD
Tekanan Geopolitik AS–Eropa dan Inflasi Kanada Membebani Performa USD/CAD
Wednesday, 21 January 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1716

0.15%

GBPUSD

1.3433

0.17%

AUDUSD

0.6729

0.21%

NZDUSD

0.5820

0.26%

USDJPY

158.28

-0.27%

USDCHF

0.7905

-0.22%

USDCAD

1.3840

-0.12%

GOLDUD

4762.81

1.71%

USD/IDR

16,976

0.00%

Fokus USD/CAD:

  1. Narasi Sell America memanas
  2. Data Inflasi Canada

Rabu, 21 Januari 2026 – Loonie dibuka di 1.3840 dan turun -0.12%. Mata uang Loonie berada di bawah tekanan dan mendekati level terendah dua pekan terakhir seiring melemahnya Dolar AS secara luas, yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Uni Eropa. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang kembali mengancam tarif terhadap delapan negara Eropa, sebagai alat tekanan untuk ambisi pengambilalihan Greenland, mengguncang kepercayaan pasar terhadap aset AS. Situasi ini memicu kembali narasi “Sell America”, di mana investor global mulai mengurangi eksposur terhadap dolar, saham AS, dan obligasi pemerintah. Kekhawatiran semakin meningkat karena kebijakan tarif tersebut kini berada dalam pengawasan Mahkamah Agung AS, menciptakan ketidakpastian hukum yang memperburuk sentimen terhadap Greenback.

Di sisi lain, Dolar Kanada mendapat dukungan kuat dari faktor domestik, khususnya data inflasi terbaru. Indeks Harga Konsumen (CPI) Kanada menunjukkan inflasi tahunan meningkat ke 2,4%, melampaui ekspektasi pasar dan memperkuat pandangan bahwa Bank of Canada tidak memiliki urgensi untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Meskipun inflasi inti menunjukkan moderasi bertahap, level inflasi yang masih berada di atas target bank sentral memberikan bantalan kebijakan yang solid bagi CAD. Kontras kebijakan moneter ini semakin jelas ketika pasar tetap memperkirakan Federal Reserve akan memangkas suku bunga dua kali pada paruh kedua tahun ini, meskipun ekspektasi jangka pendek mulai mereda.

Faktor eksternal lain yang turut mempengaruhi USD/CAD adalah dinamika komoditas dan geopolitik global. Harga minyak mentah cenderung stabil dengan bias menguat akibat gangguan pasokan, yang secara tidak langsung mendukung mata uang Kanada sebagai negara eksportir energi utama. Selain itu, meningkatnya spekulasi bahwa Eropa dapat menggunakan kepemilikan besar atas aset AS sebagai alat tekanan ekonomi menambah risiko bagi Dolar AS. Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada pernyataan lanjutan Presiden Trump di sela World Economic Forum di Davos, yang berpotensi menjaga volatilitas tetap tinggi. Selama ketidakpastian geopolitik dan tekanan kepercayaan terhadap AS berlanjut, USD/CAD diperkirakan akan tetap rentan dengan kecenderungan bias melemah.

Pergerakan masih cenderung konsolidatif, dengan support terdekat di 1.3810 dan resistance di 1.3890.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1716 dan menguat 0.15%. EUR/USD menguat signifikan dan mencatat kenaikan beruntun seiring meningkatnya tekanan jual terhadap Dolar AS secara global. Sentimen pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh eskalasi ketegangan geopolitik dan dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa, menyusul ancaman Presiden Donald Trump untuk memberlakukan tarif impor terhadap sejumlah negara Eropa sebagai bagian dari strategi politik terkait Greenland. Langkah tersebut memicu kekhawatiran serius akan memburuknya hubungan transatlantik dan membuka kembali narasi “Sell America”, di mana investor mulai mengurangi kepemilikan aset AS secara luas, termasuk saham, obligasi, dan mata uang. Pelemahan tajam indeks saham utama AS serta penurunan Dolar AS mencerminkan turunnya kepercayaan pasar terhadap stabilitas kebijakan Washington. Di sisi Eropa, Euro mendapat dukungan kuat dari membaiknya indikator kepercayaan ekonomi. Survei ZEW menunjukkan lonjakan optimisme investor di Jerman dan Eurozone ke level tertinggi sejak 2021–2024, menandakan ekspektasi pemulihan ekonomi yang lebih solid ke depan. Meskipun tekanan harga di tingkat produsen masih berada dalam wilayah deflasi, pasar menilai normalisasi inflasi berjalan cukup terkontrol dan tidak menuntut respons kebijakan agresif dari ECB. Kombinasi antara membaiknya prospek ekonomi kawasan Euro dan meningkatnya ketidakpastian kebijakan AS menjadikan EUR/USD tetap atraktif, dengan investor global melihat Euro sebagai alternatif utama terhadap dominasi Dolar AS dalam jangka pendek hingga menengah. Penguatan masih terjaga secara terbatas, dengan support terdekat di 1.1685 dan resistance di 1.1755.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3433 dan naik 0.17%. GBP/USD bergerak menguat terutama akibat pelemahan struktural Dolar AS yang didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik global dan ketegangan dagang yang dipicu oleh Amerika Serikat. Ancaman tarif baru terhadap Eropa dan Inggris memperburuk sentimen investor terhadap aset AS dan mendorong pergeseran portofolio ke mata uang utama lainnya, termasuk Pound Sterling. Selain itu, lonjakan volatilitas pasar global yang dipicu oleh gejolak di pasar obligasi Jepang semakin memperkuat kecenderungan investor untuk mengurangi eksposur terhadap Dolar AS, sehingga menopang penguatan GBP meskipun kondisi domestik Inggris belum sepenuhnya kuat. Dari sisi fundamental Inggris, data pasar tenaga kerja menunjukkan sinyal perlambatan ekonomi secara bertahap, tercermin dari stagnannya tingkat pengangguran dan melambatnya pertumbuhan upah. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa Bank of England berpotensi mulai melonggarkan kebijakan moneternya dalam beberapa bulan mendatang. Namun demikian, pelemahan Pound tertahan oleh faktor eksternal, khususnya melemahnya Dolar AS dan meningkatnya risiko global. Selama ketidakpastian geopolitik masih mendominasi pasar dan fokus investor tetap tertuju pada risiko kebijakan AS, GBP/USD berpeluang mempertahankan bias positif meskipun ruang penguatan lanjutan mungkin lebih terbatas dibandingkan Euro. Pergerakan cenderung positif, dengan support di 1.3395 dan resistance terdekat di 1.3475.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6729 dan menguat 0.21%. AUD/USD melanjutkan penguatan seiring memburuknya sentimen terhadap Dolar AS dan meningkatnya minat terhadap mata uang berbasis komoditas. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa, ditambah ketidakpastian hukum terkait kebijakan tarif AS, mendorong investor untuk mencari diversifikasi ke luar aset dolar. Dalam konteks ini, Dolar Australia diuntungkan tidak hanya oleh faktor eksternal tersebut, tetapi juga oleh membaiknya prospek ekonomi China, mitra dagang utama Australia. Data pertumbuhan ekonomi China yang melampaui ekspektasi serta stabilnya kebijakan moneter PBoC memberikan sentimen positif bagi aset Australia. Dari perspektif domestik, meningkatnya tekanan inflasi dan ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia akan mempertahankan sikap kebijakan yang relatif ketat dibandingkan bank sentral negara maju lainnya menjadi faktor pendukung tambahan bagi AUD. Meskipun pasar masih menantikan kepastian dari data ketenagakerjaan Australia, persepsi bahwa risiko inflasi belum sepenuhnya jinak membuat AUD tetap menarik secara fundamental. Selama sentimen “Sell America” berlanjut dan data China tidak memburuk secara signifikan, AUD/USD diperkirakan akan tetap berada dalam jalur penguatan moderat dengan volatilitas yang tetap tinggi. Sentimen positif masih mendominasi, dengan support terdekat di 0.6695 dan resistance di 0.6765.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5820 dan menguat 0.26%. NZD/USD mencatat penguatan berkelanjutan dan mendekati level tertinggi beberapa bulan terakhir, didorong oleh kombinasi pelemahan Dolar AS dan membaiknya kondisi ekonomi domestik Selandia Baru. Ketegangan geopolitik yang dipicu oleh kebijakan tarif AS serta ketidakpastian terkait Greenland mendorong investor global untuk mengurangi eksposur terhadap aset AS. Dalam lingkungan ini, Dolar Selandia Baru diuntungkan sebagai mata uang berisiko dengan fundamental yang mulai menunjukkan perbaikan, terutama setelah sektor jasa kembali ke wilayah ekspansi untuk pertama kalinya dalam hampir satu tahun. Selain faktor domestik, NZD juga mendapat dukungan dari perkembangan ekonomi China yang relatif stabil, mengingat kuatnya hubungan dagang antara kedua negara. Sikap kebijakan Reserve Bank of New Zealand yang cenderung hawkish turut memperkuat daya tarik Kiwi, karena pasar menilai ruang pelonggaran kebijakan relatif terbatas dibandingkan negara maju lainnya. Namun, investor tetap berhati-hati menjelang rilis data inflasi utama di AS dan Selandia Baru. Meski demikian, selama tekanan terhadap Dolar AS berlanjut dan sentimen risiko global tidak memburuk drastis, NZD/USD berpotensi mempertahankan tren penguatan secara bertahap. Momentum penguatan masih berlanjut, dengan support di 0.5790 dan resistance terdekat di 0.5860.

USDJPY – Yen Jepang menguat terhadap dolar AS, dengan USDJPY dibuka di 158.28 dan turun -0.27%. USD/JPY bergerak melemah di tengah tekanan luas terhadap Dolar AS, meskipun penguatan Yen dibatasi oleh dinamika domestik Jepang. Melemahnya Greenback terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian kebijakan AS, ancaman tarif baru terhadap mitra dagang utama, serta kekhawatiran investor terhadap stabilitas hubungan geopolitik global. Dalam kondisi tersebut, Dolar AS kehilangan daya tariknya sebagai mata uang utama, mendorong penurunan USD/JPY meskipun permintaan terhadap Yen sebagai safe haven tidak sepenuhnya dominan. Di sisi Jepang, rencana pemerintah untuk melonggarkan kebijakan fiskal melalui pemotongan pajak dan peningkatan belanja menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas fiskal dan pasar obligasi Jepang. Lonjakan imbal hasil obligasi jangka panjang Jepang mencerminkan meningkatnya kecemasan pasar terhadap arah kebijakan ekonomi. Faktor ini menahan penguatan Yen terhadap mata uang utama lainnya. Ke depan, arah USD/JPY akan sangat dipengaruhi oleh keputusan kebijakan Bank of Japan dan perkembangan sentimen global, dengan ketegangan geopolitik tetap menjadi faktor utama penggerak pasangan ini. Tekanan turun masih terlihat, dengan support terdekat di 157.70 dan resistance di 159.10.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7905 dan melemah -0.22%. USD/CHF melemah tajam dan mencatat penurunan beruntun seiring meningkatnya permintaan terhadap Swiss Franc sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global. Ancaman tarif AS terhadap negara-negara Eropa, ditambah retorika agresif terkait Greenland, memicu kekhawatiran akan eskalasi perang dagang dan melemahnya pertumbuhan ekonomi global. Kondisi ini mendorong investor untuk beralih ke mata uang yang dianggap aman dan stabil, dengan Franc Swiss menjadi salah satu pilihan utama di tengah meningkatnya risiko geopolitik. Pelemahan Dolar AS dalam pasangan ini juga mencerminkan kekhawatiran yang lebih dalam terhadap kredibilitas kebijakan ekonomi dan politik Amerika Serikat. Investor global semakin mempertimbangkan diversifikasi aset dan pengurangan ketergantungan terhadap dolar, terutama jika ketidakpastian kebijakan terus berlanjut. Dengan latar belakang ini, USD/CHF diperkirakan akan tetap berada di bawah tekanan selama sentimen risk-off mendominasi pasar dan selama Franc Swiss terus dipandang sebagai tempat berlindung yang aman di tengah gejolak global. Tekanan jual masih mendominasi, dengan support di 0.7875 dan resistance terdekat di 0.7945.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

1:00am

USD

President Trump Speaks

-

-

-

6:30am

AUD

MI Leading Index m/m

0.1%

-

0.0%

2:00pm

GBP

CPI y/y

-

3.3%

3.2%

2:00pm

GBP

Core CPI y/y

-

3.3%

3.2%

2:00pm

GBP

PPI Input m/m

-

-0.1%

0.3%

2:00pm

GBP

PPI Output m/m

-

0.1%

0.1%

2:00pm

GBP

RPI y/y

-

4.1%

3.8%

2:30pm

EUR

ECB President Lagarde Speaks

-

-

-

Day 3

All

WEF Annual Meetings

-

-

-

4:30pm

GBP

HPI y/y

-

1.8%

1.7%

Tentative

EUR

German 30-y Bond Auction

-

-

3.45|2.1

6:00pm

GBP

CBI Industrial Order Expectations

-

-33

-32

8:30pm

CAD

IPPI m/m

-

0.3%

0.9%

8:30pm

CAD

RMPI m/m

-

-0.5%

0.3%

8:30pm

USD

President Trump Speaks

-

-

-

10:00pm

USD

Pending Home Sales m/m

-

-0.3%

3.3%

10:00pm

USD

Construction Spending m/m

-

0.1%

-

Sep Data

USD

Construction Spending m/m

-

-

0.2%

11:45pm

EUR

ECB President Lagarde Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788