Home
>
News
>
Publication
>
Surplus Perdagangan Australia Menyusut, AUD/USD Tertekan di Tengah Ketegangan Global
Surplus Perdagangan Australia Menyusut, AUD/USD Tertekan di Tengah Ketegangan Global
Thursday, 05 March 2026

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1626

0.18%

GBPUSD

1.3363

0.18%

AUDUSD

0.7064

0.35%

NZDUSD

0.5933

0.25%

USDJPY

157.09

-0.41%

USDCHF

0.7799

-0.27%

USDCAD

1.3647

-0.12%

GOLDUD

5152.48

0.70%

USD/IDR

16,906

0.00%

Fokus AUD/USD:

  1. Neraca perdagangan Australia
  2. Ketegangan geopolitik Timur-Tengah

Kamis, 5 Maret 2026 – Dolar Australia dibuka di 0.7064 dan menguat 0.35%. Pergerakan pasangan mata uang AUD/USD menjadi sorotan utama di pasar valuta asing setelah dolar Australia mengalami tekanan pada perdagangan terbaru, diperdagangkan di sekitar level 0,7060 pada sesi Asia. Pelemahan ini terutama dipicu oleh data neraca perdagangan Australia yang menunjukkan surplus lebih kecil dari ekspektasi pasar. Data yang dirilis oleh Australian Bureau of Statistics mencatat surplus perdagangan Januari turun menjadi 2,63 miliar dolar Australia, jauh di bawah perkiraan pasar sebesar 3,9 miliar dolar Australia, serta lebih rendah dibandingkan surplus 3,37 miliar dolar Australia pada Desember. Kondisi ini menandakan melemahnya kinerja perdagangan eksternal Australia, terutama setelah ekspor turun 0,9% secara bulanan, berbalik dari kenaikan 0,9% pada bulan sebelumnya, sementara impor meningkat 0,8% setelah sebelumnya mengalami kontraksi.

Selain tekanan dari data perdagangan, sentimen global juga turut mempengaruhi pergerakan dolar Australia. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, meningkatkan permintaan terhadap aset safe-haven seperti dolar AS. Risiko geopolitik yang meningkat tersebut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas perdagangan global serta potensi kenaikan harga energi, sehingga investor cenderung mengalihkan dana ke mata uang yang dianggap lebih aman. Kondisi ini memberikan dukungan tambahan bagi dolar AS dan menekan mata uang berisiko termasuk dolar Australia.

Meski demikian, prospek kebijakan moneter Australia masih memberikan faktor penopang bagi AUD dalam jangka menengah. Gubernur Reserve Bank of Australia, Michelle Bullock, sebelumnya menegaskan bahwa kekhawatiran terhadap tekanan inflasi tetap menjadi fokus utama bank sentral, bahkan membuka peluang pengetatan kebijakan lebih lanjut jika inflasi tidak mereda sesuai target. Sikap kebijakan yang relatif hawkish ini berpotensi membatasi pelemahan dolar Australia, terutama setelah data Produk Domestik Bruto kuartal IV Australia tumbuh 0,8% secara kuartalan, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 0,6%, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 2,6%, tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Ke depan, pelaku pasar akan memantau sejumlah rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, termasuk laporan Initial Jobless Claims serta laporan ketenagakerjaan Nonfarm Payrolls (NFP) yang dijadwalkan rilis akhir pekan ini. Data tersebut akan menjadi indikator penting bagi arah kebijakan Federal Reserve sekaligus menentukan arah pergerakan dolar AS secara global. Kombinasi antara perkembangan data ekonomi AS, dinamika konflik geopolitik, serta prospek kebijakan moneter Australia diperkirakan akan terus menjadi faktor utama yang membentuk volatilitas pasangan AUD/USD dalam waktu dekat.

Momentum penguatan masih terjaga pada awal sesi perdagangan, dengan support terdekat di 0.7025 dan resistance di 0.7105.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1626 dan menguat 0.18%. EUR/USD masih bergerak dalam tekanan dan sempat bertahan di sekitar area 1.16 setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam beberapa bulan terakhir. Tekanan terhadap pasangan mata uang ini terutama dipicu oleh penguatan Dolar AS yang didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ketegangan tersebut meningkatkan ketidakpastian global sekaligus memicu kekhawatiran terhadap lonjakan harga energi, terutama minyak dan gas, yang berpotensi memperburuk tekanan inflasi global. Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman seperti Dolar AS, sehingga memberikan tekanan terhadap Euro dalam jangka pendek. Di sisi lain, data ekonomi kawasan Eurozone sebenarnya menunjukkan perbaikan moderat. Indeks PMI sektor jasa Jerman naik ke level 53,5 pada Februari, sementara PMI komposit Eurozone juga meningkat ke 51,9 yang mencerminkan ekspansi aktivitas ekonomi. Selain itu, data harga produsen (PPI) kawasan Eurozone juga menunjukkan kenaikan bulanan yang lebih kuat dari perkiraan, menandakan adanya peningkatan tekanan biaya di sektor industri. Meski demikian, sentimen positif tersebut belum cukup kuat untuk menopang Euro karena pasar lebih fokus pada risiko geopolitik serta ekspektasi kebijakan moneter global, khususnya Federal Reserve yang diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Penguatan moderat terlihat setelah tekanan pada sesi sebelumnya, dengan support terdekat di 1.1595 dan resistance di 1.1665.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3363 dan naik 0.18%. GBP/USD sempat mengalami tekanan akibat meningkatnya permintaan Dolar AS sebagai aset safe haven, namun Pound Sterling kemudian mampu stabil dan kembali menguat secara moderat di tengah dinamika sentimen global. Konflik yang berlangsung di Timur Tengah telah mendorong lonjakan harga energi dunia, terutama minyak dan gas, yang secara langsung meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Kondisi ini membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Bank of England dalam waktu dekat karena tekanan inflasi berpotensi kembali meningkat akibat kenaikan biaya energi. Selain faktor global, dinamika domestik Inggris juga menjadi perhatian pasar. Pemerintah Inggris menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah gejolak global, sementara proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris untuk 2026 direvisi lebih rendah oleh Office for Budget Responsibility. Namun demikian, pasar juga mulai menilai bahwa lonjakan harga energi dapat menunda pelonggaran kebijakan moneter Bank of England, yang pada akhirnya memberikan dukungan tambahan bagi Pound. Dengan kombinasi faktor tersebut, GBP/USD menunjukkan kecenderungan stabil hingga menguat terbatas meskipun volatilitas pasar global masih tinggi. Pergerakan cenderung stabil dengan bias positif terbatas, dengan support di 1.3325 dan resistance terdekat di 1.3410.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5933 dan naik 0.25%. NZD/USD menunjukkan penguatan yang cukup signifikan setelah sebelumnya mengalami tekanan akibat sentimen risk-off global. Penguatan Dolar Selandia Baru sebagian dipicu oleh pelemahan moderat Dolar AS setelah reli yang terjadi dalam beberapa hari sebelumnya. Selain itu, membaiknya sentimen pasar global serta pergerakan positif di pasar ekuitas juga memberikan dukungan terhadap mata uang berisiko seperti NZD yang biasanya sensitif terhadap perubahan sentimen investor. Dari sisi fundamental, kebijakan moneter Reserve Bank of New Zealand juga menjadi faktor yang memengaruhi pergerakan mata uang ini. Bank sentral Selandia Baru sebelumnya mempertahankan suku bunga di level 2,25% dengan nada kebijakan yang relatif akomodatif, mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara pemulihan ekonomi dan stabilitas inflasi. Sementara itu, data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan pertumbuhan sektor jasa yang masih kuat memberikan sinyal bahwa ekonomi global tetap bertahan di tengah ketidakpastian geopolitik. Kombinasi faktor tersebut membuat NZD mampu menguat terhadap USD meskipun risiko global masih cukup tinggi. Penguatan bertahap masih berlangsung, dengan support di 0.5895 dan resistance terdekat di 0.5975.

USDJPY – Yen Jepang menguat terhadap dolar AS, dengan USDJPY dibuka di 157.09 dan turun -0.41%. USD/JPY cenderung melemah setelah sebelumnya sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu bulan. Pelemahan pasangan ini terjadi seiring dengan koreksi Dolar AS setelah reli yang didorong oleh sentimen safe haven dalam beberapa hari terakhir. Yen Jepang berhasil mendapatkan dukungan moderat ketika Dolar AS kehilangan momentum, meskipun ketidakpastian geopolitik global masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan pasar valuta asing. Selain faktor eksternal, kondisi ekonomi Jepang juga menjadi perhatian pasar. Jepang sebagai salah satu importir energi terbesar dunia sangat rentan terhadap kenaikan harga minyak yang dipicu oleh konflik Timur Tengah. Kenaikan biaya energi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi domestik sekaligus memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi Jepang. Bank of Japan sendiri masih mempertahankan kebijakan moneter yang relatif akomodatif, namun tetap membuka kemungkinan penyesuaian suku bunga secara bertahap jika perkembangan inflasi dan pertumbuhan ekonomi sesuai dengan proyeksi bank sentral. Koreksi masih berlangsung setelah kenaikan sebelumnya, dengan support terdekat di 156.40 dan resistance di 157.80.

USDCHF – Mata uang Swiss dibuka di 0.7799 dan melemah -0.27%. USD/CHF juga menunjukkan kecenderungan melemah seiring menguatnya Franc Swiss yang kembali menarik minat investor sebagai aset safe haven. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkatkan permintaan terhadap mata uang yang dianggap stabil dan aman, termasuk Franc Swiss. Dalam kondisi ketidakpastian global, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan beralih ke mata uang yang memiliki reputasi stabilitas tinggi. Meski demikian, penguatan Franc Swiss juga memicu kekhawatiran di dalam negeri karena dapat menekan inflasi serta mengurangi daya saing ekspor Swiss. Bank Sentral Swiss (SNB) bahkan menegaskan kesiapannya untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing jika apresiasi Franc dinilai terlalu cepat dan berlebihan. Data inflasi Swiss terbaru menunjukkan kenaikan moderat secara bulanan, namun tingkat inflasi tahunan masih relatif rendah. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa SNB akan tetap mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif sambil memantau perkembangan pasar global dan stabilitas nilai tukar. Tekanan jual moderat terlihat pada pasangan ini, dengan support di 0.7760 dan resistance terdekat di 0.7835.

USDCAD – Loonie dibuka di 1.3647 dan turun -0.12%. USD/CAD mengalami pelemahan seiring menguatnya Dolar Kanada yang mendapat dukungan dari lonjakan harga minyak dunia. Kanada sebagai salah satu eksportir energi terbesar global memperoleh keuntungan langsung dari kenaikan harga minyak, terutama setelah meningkatnya risiko gangguan pasokan akibat ketegangan di Timur Tengah. Penutupan jalur strategis seperti Selat Hormuz yang mengangkut sebagian besar perdagangan minyak dunia meningkatkan harga energi, yang pada akhirnya memberikan dukungan terhadap mata uang negara pengekspor komoditas seperti Kanada. Namun demikian, kondisi ekonomi domestik Kanada masih menunjukkan tantangan tersendiri. Data pertumbuhan ekonomi menunjukkan kontraksi pada kuartal terakhir, meskipun aktivitas sektor manufaktur mulai menunjukkan perbaikan. Bank of Canada sendiri telah mempertahankan suku bunga pada level 2,25% setelah serangkaian penurunan suku bunga sepanjang tahun sebelumnya. Pasar saat ini menantikan arah kebijakan bank sentral berikutnya, dengan ekspektasi bahwa bank sentral akan tetap berhati-hati dalam menentukan langkah kebijakan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pergerakan cenderung melemah tipis di tengah konsolidasi pasar, dengan support terdekat di 1.3610 dan resistance di 1.3690.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

2:00am

USD

Beige Book

-

-

-

7:30am

AUD

Goods Trade Balance

2.63B

3.78B

3.37B

7:30am

AUD

Household Spending m/m

0.3%

0.4%

-0.5%

10:35am

JPY

30-y Bond Auction

-

-

3.62|3.6

2:45pm

EUR

French Industrial Production m/m

-

0.4%

-0.7%

3:00pm

CHF

Unemployment Rate

-

2.9%

2.9%

4:00pm

EUR

Italian Retail Sales m/m

-

-0.1%

-0.8%

4:30pm

GBP

Construction PMI

-

47

46.4

5:00pm

EUR

German Buba President Nagel Speaks

-

-

-

5:00pm

EUR

Retail Sales m/m

-

0.3%

-0.5%

Tentative

EUR

French 10-y Bond Auction

-

-

3.45|2.4

7:30pm

EUR

ECB Monetary Policy Meeting Accounts

-

-

-

7:30pm

USD

Challenger Job Cuts y/y

-

-

117.8%

8:30pm

USD

Unemployment Claims

-

215K

212K

8:30pm

USD

Import Prices m/m

-

0.3%

0.1%

8:30pm

USD

Prelim Nonfarm Productivity q/q

-

1.9%

4.9%

8:30pm

USD

Prelim Unit Labor Costs q/q

-

2.0%

-1.9%

10:30pm

USD

Natural Gas Storage

-

-122B

-52B

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788