Home
>
News
>
Publication
>
Situasi Israel Kian Bergejolak, Harga Minyak Turut Menguat
Situasi Israel Kian Bergejolak, Harga Minyak Turut Menguat
Friday, 20 October 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.05840

-0.12%

GBPUSD

1.21420

-0.11%

AUDUSD

0.63320

-0.27%

NZDUSD

0.58490

-0.39%

USDJPY

149.770

-0.05%

USDCHF

0.89110

0.11%

USDCAD

1.37160

0.03%

GOLDUD

1,973.310

0.25%

COFU

89.09

0.55%

USD/IDR

15,780

0.22%

Fokus Crude Oil:

  • Kapal perang AS cegat tiga rudal dan beberapa drone yang diluncurkan Houthi dari Yaman menuju Israel.
  • Departemen Energi AS berencana segera membeli minyak untuk mengisi kembali cadangan negara.

***************************************************************

Jumat, 20 Oktober 2023 - Eskalasi tensi di Timur Tengah dengan ikut berpartisipasinya AS dalam konflik antara Israel dengan Hamas, membuat konflik tersebut berpotensi meluas. Selain itu, sinyal tambahan pasokan dari Venezuela dalam waktu dekat turut membebani pergerakan harga minyak lebih lanjut.

Pihak Angkatan Laut AS pada hari Kamis mengatakan kapal perang miliknya telah berhasil mencegat tiga rudal jelajah dan beberapa drone yang diluncurkan oleh gerakan Houthi dari Yaman dan diperkirakan menuju Israel. Houthi, seperti Hamas, didukung oleh Iran. Eskalasi konflik Israel kian memuncak pasca Presiden Joe Biden pada hari Kamis mengatakan bahwa Ia berencana meminta Kongres pada hari Jumat untuk menyetujui pendanaan tambahan untuk Israel. Sebuah sumber yang mengetahui masalah ini sebelumnya mengatakan totalnya akan mencapai $14 miliar. Sementara kepala pertahanan Israel mengatakan kepada pasukannya untuk siap pergi ke Jalur Gaza untuk menghancurkan kelompok militan Palestina. Selain itu, di hari yang sama, kelompok militan Lebanon Hizbullah, sekutu Iran lainnya, mengatakan pihaknya telah menembakkan roket ke posisi Israel di desa Manara dan melancarkan serangan artileri ke Israel. 

Turut membebani pergerakan leboh lanjut, perusahaan minyak milik negara Venezuela, PDVSA, dilaporkan telah mulai menghubungi pelanggan dengan kontrak pasokan minyak mentah di tengah pencabutan sementara sanksi AS, kata dua orang yang mengetahui masalah tersebut pada hari Kamis, dan bergerak untuk melanjutkan penjualan tunai ke kilang global. Lisensi tersebut, yang dikeluarkan oleh Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) Departemen Keuangan AS, bertujuan untuk mendorong pemilihan presiden yang adil di Venezuela tahun depan. Namun hal ini diperkirakan tidak akan secara signifikan meningkatkan produksi minyak.

Sementara itu, Departemen Energi AS mengatakan pihaknya akan mengirimkan permintaan bulanan untuk membeli minyak untuk Cadangan Minyak Strategisnya setidaknya hingga bulan Mei 2024, dengan permintaan pertama hingga 6 juta barel minyak untuk pengiriman pada bulan Desember dan Januari. Badan pemerintah tersebut mengatakan pihaknya berencana membeli minyak dengan harga $79 per barel atau lebih rendah, lebih rendah dari rata-rata $95 yang diterimanya untuk penjualan SPR darurat pada tahun 2022.

Untuk indikator dalam waktu dekat yang dipantau adalah laporan hitungan jumlah rig minyak dan gas AS yang akan dirilis oleh perusahaan layanan jasa energi Baker Hughes pada akhir pekan ini. Laporan ini biasa dipakai untuk melihat indikasi penambahan pasokan AS di masa mendatang.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $89 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $85 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:00

USA - Fed Harker Speech

 

 

 

23:15

USA - Fed Mester Speech

 

 

 

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788