Home
>
News
>
Publication
>
Sinyal Positif Pertumbuhan Ekonomi China Turut Kuatkan Laju Minyak
Sinyal Positif Pertumbuhan Ekonomi China Turut Kuatkan Laju Minyak
Monday, 06 January 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.03010

0.15%

GBPUSD

1.24180

0.15%

AUDUSD

0.62030

0.44%

NZDUSD

0.56040

0.34%

USDJPY

157.230

-0.08%

USDCHF

0.90860

-0.07%

USDCAD

1.44460

-0.38%

GOLDUD

2,640.850

-0.05%

COFU

74.05

0.09%

USD/IDR

16,180

-0.09%

Fokus Crude Oil:

  • China berencana memperkuat pembangunan infrastruktur pelabuhan dan pusat penerbangan di wilayah barat.
  • Badai musim dingin AS berpotensi memangkas pasokan dan meningkatkan permintaan gas alam ke rekor tertinggi.

***********************************************************

Senin, 06 Januari 2025 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau masih melanjutkan tren bullish mendekati level $75 per barel. Beberapa katalis positif yang menjadi pendorong antara lain ekspektasi meningkatnya permintaan China dan gangguan pasokan energi di AS akibat musim dingin yang ekstrem.

China berencana meluncurkan 15 langkah kebijakan untuk memperkuat pembangunan infrastruktur logistik seperti pelabuhan dan pusat penerbangan di wilayah provinsi barat, ungkap media pemerintah pada hari Minggu. Wilayah barat tersebut mencakup sekitar dua pertiga wilayah daratan negara itu dan mencakup wilayah-wilayah seperti Sichuan, Chongqing, Yunnan, Xinjiang, dan Tibet. Berita tersebut memicu ekspektasi akan turut mendorong meningkatnya aktivitas perjalanan yang juga berdampak pada peningkatan permintaan bahan bakar di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.

Masih dari China, survei terbaru sektor swasta PMI Caixin yang dirilis hari Senin menunjukkan aktivitas jasa di negara itu naik menjadi 52,2 pada bulan Desember dari 51,5 pada bulan sebelumnya. Laju pertumbuhan tersebut merupakan yang tercepat sejak Mei 2024. Hasil survei itu juga sejalan dengan PMI resmi yang dirilis minggu lalu, yang menunjukkan aktivitas non-manufaktur bulan Desember pulih menjadi 52,2 dari 50,0 pada bulan November.

Turut mendukung pergerakan harga, badai musim dingin diperkirakan akan melanda 40 negara bagian AS pada minggu depan dan berpotensi menyebabkan pemadaman listrik besar-besaran serta meningkatkan permintaan gas alam ke level tertingginya di musim dingin, ungkap ahli meteorologi di AccuWeather pada hari Minggu. Lonjakan permintaan itu disebabkan oleh menurunnya pasokan gas alam akibat pembekuan di sumur serta jalur pipa minyak dan gas.

Sementara itu, impor minyak mentah Asia sepanjang tahun 2024 mengalami penurunan sebesar 1,4% menjadi 26,51 juta bph, yang menandai penurunan tahunan pertama dalam kurun tiga tahun, ungkap data terbaru yang dirilis oleh LSEG Oil Research pada hari Minggu. Penurunan permintaan di wilayah pengimpor minyak utama dunia itu sebagian besar disebabkan oleh melemahnya permintaan di China dan pembeli utama Asia lainnya, kecuali India yang mencatatkan sedikit peningkatan, tambah LSEG.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $76 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $72 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:45

USA - S&P Global Composite PMI Final

 

56.6

54.9

21:45

USA - S&P Global Services PMI Final

 

58.5

56.1

22:00

USA - Factory Orders MoM

 

-0.3%

0.2%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788