| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1787 | -0.19% |
GBPUSD | 1.3539 | -0.23% |
AUDUSD | 0.6934 | -0.53% |
NZDUSD | 0.5957 | -0.49% |
USDJPY | 157.04 | -0.34% |
USDCHF | 0.7770 | 0.15% |
USDCAD | 1.3696 | 0.20% |
GOLDUD | 4,655.23 | 2.30% |
COFU | 63.10 | -0.08% |
USD/IDR | 16,821 | 0.00% |
Jumat, 06 Februari 2026 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen dari isyarat meredanya tensi antara AS - Iran, dan kemajuan dalam pembicaraan damai Rusia - Ukraina. Selain itu, diskon minyak Rusia ke China yang semakin melebar juga turut membebani harga.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi telah berangkat ke ibu kota Oman, Muscat, memimpin delegasi diplomatik untuk melakukan negosiasi nuklir dengan AS sesuai dengan yang dijadwalkan, kata juru bicara Kementerian, Esmaeil Baqaei, pada Kamis malam. Baqaei juga menegaskan keseriusan Teheran untuk melakukan upaya diplomatik dan berharap pihak AS akan berpartisipasi dengan penuh tanggung jawab, realisme, dan keseriusan. Berita tersebut sekaligus mengisyaratkan meredanya ketegangan antara AS dan Iran yang telah meningkat baru-baru ini.
Sinyal meredanya ketegangan geopolitik juga datang dari Eropa timur. Dalam perundingan perdamaian Ukraina - Rusia yang dimediasi AS di Abu Dhabi pada hari Kamis disepakati untuk melakukan pertukaran 157 tahanan perang untuk pertama kalinya dalam lima bulan. Hasil hari kedua perundingan tersebut menunjukkan kemajuan positif, dengan hasil yang diharapkan dalam beberapa minggu mendatang, kata utusan khusus AS Steve Witkoff.
Turut membebani harga, diskon untuk minyak Rusia, ESPO Blend, yang dikirim dari pelabuhan Pasifik Kozmino ke China, melebar menjadi hampir $9 per barel dibandingkan minyak Brent minggu ini, dari $7–$8 dalam beberapa bulan terakhir, kata sumber perdagangan. Untuk jenis Urals Rusia, yang diekspor dari Baltik - biasanya ke India - berada di sekitar $12 per barel dan dapat melebar lebih jauh, tambah mereka. Pemberian diskon tersebut dilakukan guna menarik permintaan dari importir minyak mentah terbesar di dunia, untuk mengimbangi potensi hilangnya permintaan dari India, kata para pedagang.
Sementara itu, angkatan laut Garda Revolusi Iran telah menyita dua kapal tanker minyak asing di Teluk Persia pada hari Kamis, dengan klaim bahwa kapal-kapal tanker tersebut telah menyelundupkan bahan bakar, kata media televisi pemerintah. Berita itu memicu potensi gangguan keamanan pada jalur pelayaran di wilayah tersebut.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $66 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $61 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
22:00 | USA - Michigan Consumer Sentiment |
| 55 | 56.4 |
22:00 | USA - Michigan Inflation Expectations |
| 4.0% | 4% |