| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08470 | -0.06% |
GBPUSD | 1.26930 | -0.05% |
AUDUSD | 0.65700 | -0.09% |
NZDUSD | 0.60900 | -0.11% |
USDJPY | 148.110 | 0.07% |
USDCHF | 0.86460 | 0.03% |
USDCAD | 1.34560 | 0.02% |
GOLDUD | 2,018.150 | 0.23% |
COFU | 78.90 | -0.70% |
USD/IDR | 15,800 | 0.13% |
Senin, 29 Januari 2024 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak terkoreksi turun dibebani potensi peningkatan pasokan OPEC+. Meski demikian, ancaman terjadinya kembali krisis energi di Eropa serta risiko keamanan di Laut Merah yang kian meningkat memberikan dukungan pada harga minyak.
Presiden AS Joe Biden pada akhir pekan lalu mengambil langkah yang mengejutkan pasar dengan menghentikan persetujuan untuk permohonan ekspor gas alam cair (LNG) yang tertunda serta yang baru akan dilakukan pada masa mendatang, setidaknya hingga setelah pemilu 5 November. Selama masa penghentian, Departemen Energi AS berencana melakukan peninjauan untuk melihat dampak terhadap ekonomi dan lingkungan, yang diperkirakan akan memakan waktu berbulan-bulan, kata Menteri Energi Jennifer Granholm. Kebijakan yang diambil Biden tersebut berpotensi memicu terjadinya kembali krisis energi terutama di Eropa yang mengandalkan pasokan dari AS pasca penghentian impor gas alam dari Rusia.
Sentimen positif lainnya datang dari situasi keamanan di Laut Merah yang kian berisiko. Berita terbaru dilaporkan dari pedagang komoditas utama global, Trafigura yang mengatakan pada hari Sabtu bahwa pihaknya sedang menilai risiko keamanan pelayaran lebih lanjut di Laut Merah pasca petugas pemadam kebakaran memadamkan api di kapal tanker Marlin Luanda - dioperasikan oleh Trafigura - yang diserang oleh kelompok Houthi Yaman sehari sebelumnya. Trafigura merilis pernyataan resmi yang mengatakan bahwa saat ini tidak ada lagi kapal yang dioperasikan Trafigura yang transit di Teluk Aden.
Sementara itu, CEO perusahaan minyak Rusia Gazprom Neft, Alexander Dyukov pada hari Sabtu mengatakan bahwa dia melihat tidak perlunya pengurangan pasokan minyak tambahan oleh produsen minyak OPEC+. Pernyataan yang dilontarkan menjelang berlangsungnya pertemuan OPEC dan sekutunya pada 1 Februari nanti mengisyaratkan perpecahan internal di aliansi yang mengarah pada potensi peningkatan pasokan minyak di pasar global.
Dari OPEC+ dilaporkan bahwa kemungkinan aliansi produsen itu baru akan memutuskan kebijakan terkait produksi minyak bulan April dan seterusnya dalam beberapa minggu mendatang karena pertemuan panel tingkat menteri utama pada 1 Februari mendatang masih terlalu dini untuk mengambil keputusan mengenai kebijakan produksi lebih lanjut, ungkap lima sumber OPEC+.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $80 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $76 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
22:30 | USA - Dallas Fed Manufacturing Index |
|
| -9.3 |