| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.21890 | -0.04% |
GBPUSD | 1.41810 | -0.09% |
AUDUSD | 0.77580 | -0.12% |
NZDUSD | 0.72280 | -0.10% |
USDJPY | 109.240 | 0.11% |
USDCHF | 0.89750 | -0.04% |
USDCAD | 1.20800 | 0.06% |
GOLDUD | 1898.610 | -0.04% |
COFR | 987383 | -0.87% |
USD/IDR | 14250 | 0.04% |
Fokus Crude Oil:
Selasa, 08 Juni 2021 - Harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi turun ke zona bearish dan bergerak di kisaran harga IDR 977,000 - 987,000 per barel. Sinyal meningkatnya permintaan bahan bakar seiring dengan liburan musim panas di AS dan Eropa, serta prediksi optimis OPEC+ memberikan dukungan pada harga minyak. Namun, laporan bernada negatif dari China dan India membebani pergerakan harga lebih lanjut.
Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo pada hari Senin mengatakan OPEC+ memperkirakan persediaan minyak global akan turun lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang, didukung oleh kampanye vaksin dan stimulus fiskal. Meski demikian, Barkindo juga menambahkan bahwa ketersediaan vaksin global yang tidak merata, inflasi yang tinggi dan wabah Covid-19 yang berkelanjutan berpotensi menjadi risiko lanjutan terhadap permintaan minyak.
Sementara itu, data Kepabeanan terbaru China menunjukkan impor minyak mentah turun 14.6% menjadi 40.97 juta ton pada bulan Mei, setara dengan 9.65 juta bph, yang merupakan level impor harian terendah tahun ini. Para analis memperkirakan penurunan tersebut disebabkan oleh proses pemeliharaan di kilang yang membatasi permintaan untuk pembelian minyak. Meski demikian, pasar melihat dari data impor minyak China bulan Mei yang merupakan level terendah lima bulan tersebut mengindikasikan penurunan permintaan minyak di pasar Asia.
Di India dilaporkan bahwa penjualan diesel turun 19.7% menjadi 762 ribu ton dalam 6 hari pertama bulan Juni, dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang mengindikasikan berkurangnya permintaan karena harga eceran bahan bakar yang melonjak. Diesel sendiri berkontribusi sekitar 40% dari total konsumsi minyak mentah di negara konsumen minyak terbesar ketiga dunia itu. Di saat yang sama, para pengamat optimis bahwa ekonomi di India akan kembali normal seiring dengan pelonggaran penguncian di beberapa negara bagian pasca kasus harian Covid-19 mencapai level terendah dua bulan.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1,000,000 - 1,020,000 per barel serta kisaran Support di IDR 960,000 - 940,000 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |
| | | | | |
| | | | | |