| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.08070 | 0.19% |
GBPUSD | 1.27860 | 0.19% |
AUDUSD | 0.67490 | 0.13% |
NZDUSD | 0.61450 | 0.07% |
USDJPY | 160.680 | -0.17% |
USDCHF | 0.89510 | -0.06% |
USDCAD | 1.36390 | -0.03% |
GOLDUD | 2,391.270 | 0.06% |
COFU | 83.15 | -0.32% |
USD/IDR | 16,265 | 0.09% |
Senin, 08 Juli 2024 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish dibebani oleh menguatnya sinyal perang dagang China dengan UE. Meski demikian, memudarnya harapan gencatan senjata dan ancaman Badai Tropis Beryl membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Sinyal perang dagang antara China dan UE kian menguat setelah Asosiasi Produsen Mobil China (CAAM) pada hari Sabtu menyatakan sangat tidak puas dengan keputusan UE untuk menerapkan tarif anti-subsidi hingga 37,6% pada impor kendaraan listrik produksi China mulai hari Jumat pekan lalu, yang diberlakukan sementara dengan jangka waktu empat bulan. Sebagai balasan atas penerapan tarif tersebut, China pada hari Jumat juga mengumumkan rencana untuk melakukan penyelidikan anti-dumping terhadap impor cognac Eropa.
Sementara itu, isyarat gencatan senjata di Gaza kembali memudar pasca Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Minggu mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang sedang diupayakan saat ini dengan mediasi Oatar dan Mesir, harus memungkinkan Israel untuk terus melanjutkan pertempuran sampai tujuannya tercapai. Masih terkait dengan perang Gaza, kelompok Hizbullah pada hari Minggu mengatakan telah melancarkan serangan drone ke Gunung Hermon di Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki Israel, dan sekaligus menjadi pusat instalasi pengawasan, spionase, dan pertahanan udara utama Israel. kelompok Hizbullah mengatakan mereka akan menghentikan operasinya hanya ketika perang Gaza berakhir.
Sentimen positif lainnya datang dari keputusan pelabuhan minyak utama di Texas, antara lain pelabuhan Corpus Christi, Houston, Galveston, Freeport dan Texas City, yang menutup sementara operasi dan lalu lintas kapal pada hari Minggu untuk menghadapi Badai Tropis Beryl, yang berpotensi meningkat menjadi badai Kategori 5, dan melewati daerah tersebut pada Senin pagi. Penutupan pelabuhan tersebut berpotensi mengganggu pasokan energi di AS karena pelabuhan Corpus Christi merupakan pusat ekspor minyak utama di AS. Selain itu, pelabuhan Texas City serta Freeport juga menjadi pusat pengiriman utama pasokan minyak dan produk turunannya di Gulf Coast AS.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $85 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $80 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
22:00 | USA - Consumer Inflation Expectations |
| 3.0% | 3.2% |