| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1896 | 0.15% |
GBPUSD | 1.3671 | 0.18% |
AUDUSD | 0.7076 | 0.27% |
NZDUSD | 0.6042 | 0.22% |
USDJPY | 156.29 | -0.40% |
USDCHF | 0.7677 | -0.34% |
USDCAD | 1.3568 | -0.12% |
GOLDUD | 5,057.53 | -1.39% |
COFU | 64.44 | -0.25% |
USD/IDR | 16,833 | 0.00% |
Selasa, 10 Februari 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish terbebani oleh sentimen dari isyarat pemulihan produksi Venezuela ke tingkat sebelum blokade AS, dan potensi konflik baru yang lebih luas menyusul rencana paket sanksi terbaru Uni Eropa terhadap Rusia, yang ikut menargetkan negara ketiga untuk pertama kalinya.
Pelonggaran pembatasan produksi di wilayah minyak mentah utama Venezuela, Orinoco Belt, turut membantu meningkatkan total produksi negara tersebut mendekati 1 juta bph, menurut sumber yang dekat dengan operasi tersebut. Selain itu, Departemen Keuangan AS juga telah mengeluarkan izin umum dalam beberapa minggu terakhir yang memungkinkan perusahaan-perusahaan AS, termasuk Trafigura dan Vitol, untuk mengekspor minyak Venezuela dan mendorong ekspor Venezuela kembali mendekati tingkat normal sebelum blokade ketat AS.
Turut membebani harga, Komisi Eropa berencana untuk menjatuhkan paket sanksi ke-20 terhadap Rusia, di mana dalam sanksi baru tersebut untuk pertama kalinya mencakup sanksi terhadap pelabuhan negara ketiga, yaitu pelabuhan Kulevi di Georgia dan Karimun di Indonesia karena menangani ekspor minyak Rusia, ungkap sebuah dokumen yang ditinjau oleh Reuters pada hari Senin. Selain itu, ada usulan untuk menambahkan bank dari Laos, Tajikistan, dan Kyrgyzstan karena menyediakan layanan aset kripto ke Rusia, ungkap informasi dalam dokumen tersebut.
Sementara itu, Departemen Transportasi AS pada hari Senin mengeluarkan peringatan agar kapal-kapal berbendera AS menghindari perairan Iran sejauh mungkin saat melintasi Selat Hormuz. Peringatan itu dikeluarkan menyusul insiden baru-baru ini di mana Korps Garda Revolusi Islam Iran mengganggu sebuah kapal tanker berbendera AS saat melintasi jalur tersebut pada 3 Februari. Situasi tersebut mengisyaratkan eskalasi tensi antara AS dengan Iran, yang memicu kekhawatiran berpotensi menyebabkan gangguan jangka pendek di jalur pelayaran Hormuz, yang dilalui sekitar sepertiga minyak global.
Dukungan lainnya datang dari hasil survei terbaru Reuters yang menunjukkan produksi minyak OPEC pada bulan Januari mencapai 28,34 juta bph, atau turun 60.000 bph dari total Desember, dengan penurunan terbesar terjadi di Nigeria dan Libya.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $67 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $62 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:30 | USA - Retail Sales MoM |
| 0.4% | 0.6% |
20:30 | USA - Export Prices YoY |
| 2.8% | 3.3% |
20:30 | USA - Import Prices YoY |
| 0.2% | 0.1% |
22:00 | USA - Business Inventories MoM |
| 0.2% | 0.3% |