Home
>
News
>
Publication
>
Sinyal Lesunya Permintaan AS Buat Laju Minyak Terkoreksi Bearish
Sinyal Lesunya Permintaan AS Buat Laju Minyak Terkoreksi Bearish
Wednesday, 14 May 2025

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1166

0.26%

GBPUSD

1.3302

0.13%

AUDUSD

0.6469

0.19%

NZDUSD

0.5934

0.24%

USDJPY

147.46

-0.32%

USDCHF

0.8386

-0.08%

USDCAD

1.3935

-0.07%

GOLDUD

3,252.00

-0.41%

COFU

63.62

-0.38%

USD/IDR

16,529

-0.12%

Fokus Crude Oil:

  • China akan menyesuaikan tarif bea masuk atas barang-barang AS mulai 14 Mei, ungkap Kementerian Keuangan.
  • AS jatuhkan sanksi terhadap lebih dari 20 perusahaan karena terlibat dalam jaringan yang mengirim minyak Iran ke China.

***********************************************************

Rabu, 14 Mei 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish setelah reli bullish sejak awal pekan. Tekanan terhadap harga datang dari sinyal lesunya permintaan minyak di AS dan pembatalan kegiatan pemeliharaan di unit kilang Dangote Nigeria. Meski demikian, isyarat meredanya perang tarif serta sanksi terbaru AS terhadap Iran berpotensi mendorong harga kembali menguat.

Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan stok minyak mentah AS melonjak naik sebesar 4,29 juta barel untuk penutupan pekan yang berakhir 9 Mei. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS. Meski demikian, pasar masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh badan statistik EIA pada Rabu malam.

Turut membebani harga, kilang minyak Dangote Nigeria membatalkan kegiatan pemeliharaan untuk bulan Juni di unit kilang bensin yang memproduksi 204.000 barel per hari karena telah menyelesaikan pekerjaan yang direncanakan selama penghentian yang tidak direncanakan dari 7 April hingga 11 Mei, ungkap pemantau industri IIR. Sebelumnya Dangote mengumumkan rencana untuk menutup unit kilang bensinnya untuk pemeliharaan 30 hari pada bulan Juni. Berita tersebut memicu ekspektasi bahwa kegiatan di kilang minyak berkapasitas 650.000 barel per hari tersebut akan tetap berjalan normal.

Sementara itu, Kementerian Keuangan China pada hari Selasa merilis pernyataan resmi yang mengumumkan akan menurunkan tarif bea masuk atas barang-barang AS dari 34% menjadi 10% untuk 90 hari pertama mulai pukul 12:01 siang (04:01 GMT) pada hari Rabu. Selain itu, China juga akan membatalkan tarif tambahan sebesar 91% dalam dua putaran tindakan berikutnya, tambah pernyataan tersebut. Tindakan pengurangan tersebut menambah optimisme akan segera meredanya perang tarif antara AS dan China.

Dukungan lainnya datang dari Departemen Keuangan AS yang pada hari Selasa menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 20 perusahaan dalam jaringan yang dituduh telah lama membantu untuk mengirim minyak Iran ke China senilai miliaran dolar atas nama Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran dan perusahaan terdepannya, Sepehr Energy. Sanksi yang dijatuhkan tepat beberapa hari setelah negosiator dari Iran dan AS menyelesaikan putaran keempat perundingan nuklir, memicu kekhawatiran akan arah kelanjutan negosiasi serta berpotensi memperketat pasokan minyak Iran ke pasar global.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $66 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $61 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

-2.4M

-2.032M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

-0.9M

0.188M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788