Home
>
News
>
Publication
>
Sinyal Lesu Ekonomi China Masih Membebani Pergerakan Minyak
Sinyal Lesu Ekonomi China Masih Membebani Pergerakan Minyak
Wednesday, 10 July 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08130

-0.04%

GBPUSD

1.27860

-0.01%

AUDUSD

0.67380

-0.03%

NZDUSD

0.61240

-0.57%

USDJPY

161.320

0.11%

USDCHF

0.89770

0.00%

USDCAD

1.36340

0.01%

GOLDUD

2,363.430

0.19%

COFU

81.81

-0.39%

USD/IDR

16,275

-0.03%

Fokus Crude Oil:

  • Pertumbuhan inflasi konsumen China bulan Juni tidak mencapai ekspektasi, ungkap data resmi China.
  • EIA melihat permintaan minyak global akan melebihi produksi sekitar 750.000 bph pada paruh kedua tahun 2024.

***********************************************************

Rabu, 10 Juli 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau masih bergerak bearish untuk hari ketiga berturut-turut sejak pembukaan pekan, dibebani oleh sentimen dari rilisnya data ekonomi terbaru China. Meski demikian, harga minyak mendapat dukungan dari proyeksi positif EIA, laporan API, dan situasi di Gaza.

Harga konsumen China bulan Juni mengalami pertumbuhan untuk bulan kelima, namun tidak mencapai ekspektasi. Data yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional (NBS) pada hari rabu menunjukkan CPI bulan Juni naik 0,2% dari tahun sebelumnya, dibandingkan kenaikan 0,3% pada bulan Mei, laju paling lambat dalam tiga bulan, dan di bawah 0,4% dari survey Reuters. Data tersebut memicu kekhawatiran akan pemulihan ekonomi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.

Sementara itu, permintaan minyak global akan melebihi produksi sekitar 750.000 bph pada paruh kedua tahun 2024, ungkap EIA dalam laporan Prospek Energi Bulanan Jangka Pendek yang dirilis hari Selasa. Untuk tahun depan diperkirakan permintaan rata-rata akan mencapai 104,7 juta bph, dan pasokan akan mencapai sekitar 104,6 juta bph, tambah EIA. Di sisi harga, EIA memperkirakan harga minyak mentah jenis Brent rata-rata $86,37 per barel tahun ini, naik dari $84,15 pada perkiraan sebelumnya, sementara untuk jenis WTI rata-rata $82,03 per barel, naik dari sebelumnya $79,70.

Turut mendukung pergerakan harga, dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan stok minyak mentah dan stok bensin AS dalam sepekan mengalami penurunan masing-masing sebesar 1,9 juta barel dan 3 juta barel untuk pekan yang berakhir 5 Juli. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA.

Sentimen positif lainnya datang dari sinyal memudarnya harapan gencatan senjata di Gaza dalam waktu dekat. Pasukan Israel masih terus melancarkan serangan via udara dan darat di Kota Gaza. Ismail Al-Thawabta, direktur kantor media pemerintah Gaza yang dikelola Hamas, mengatakan serangan Israel di wilayah tengah Gaza telah menewaskan 60 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya pada hari Selasa. Pihak mediator Qatar dan Mesir, yang didukung oleh AS, telah mempercepat upayanya pada minggu ini dan pembicaraan akan dilanjutkan di Doha pada hari Rabu, kata media yang berafiliasi dengan pemerintah Mesir.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $84 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $79 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:00

USA - Fed Chair Powell Speech

 

 

 

21:00

USA - Wholesale Inventories MoM

 

0.6%

0.2%

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

-0.250M

-12.157M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

-1.900M

-2.214M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788