| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1773 | -0.12% |
GBPUSD | 1.3471 | -0.17% |
AUDUSD | 0.7067 | -0.40% |
NZDUSD | 0.5970 | -0.27% |
USDJPY | 154.99 | 0.19% |
USDCHF | 0.7747 | 0.15% |
USDCAD | 1.3678 | 0.12% |
GOLDUD | 5000.80 | 0.28% |
USD/IDR | 16,879 | 0.24% |
Fokus EUR/USD:
20 Februari 2026 – Euro dibuka di 1.1773 dan melemah -0.12%. EUR/USD bergerak relatif stabil di area 1,18, namun secara fundamental pasangan ini masih berada dalam tekanan. Dari sisi Amerika Serikat, rangkaian data ekonomi terbaru menunjukkan bahwa perekonomian tetap resilien meskipun suku bunga berada di level tinggi. Klaim pengangguran mingguan turun di bawah ekspektasi, mencerminkan pasar tenaga kerja yang tetap solid. Selain itu, survei aktivitas manufaktur regional dan beberapa indikator permintaan domestik menunjukkan perbaikan moderat. Risalah rapat terbaru Federal Reserve menegaskan bahwa mayoritas pejabat masih berhati-hati terhadap risiko inflasi yang bertahan di atas target 2%. Beberapa anggota bahkan menyatakan bahwa kenaikan suku bunga tambahan dapat dipertimbangkan apabila tekanan harga kembali meningkat. Nada kebijakan yang cenderung hawkish ini memperkuat persepsi bahwa suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama, sehingga menjaga daya tarik Dolar AS di mata investor global.
Di sisi lain, Euro menghadapi kombinasi tantangan struktural dan sentimen. Laporan dari Financial Times memunculkan spekulasi bahwa Presiden European Central Bank, Christine Lagarde, berpotensi mengakhiri masa jabatannya sebelum 2027. Meskipun belum ada konfirmasi resmi, wacana ini menimbulkan ketidakpastian mengenai kesinambungan arah kebijakan moneter di kawasan Euro. Stabilitas kepemimpinan sangat penting dalam menjaga kredibilitas bank sentral, terutama ketika pertumbuhan ekonomi kawasan masih belum sepenuhnya solid. Beberapa survei sentimen bisnis dan indikator aktivitas menunjukkan pemulihan yang tidak merata di antara negara-negara anggota, sementara inflasi inti masih memerlukan pengawasan ketat. Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati terhadap prospek penguatan Euro dalam jangka pendek.
Ke depan, fokus investor akan tertuju pada data makroekonomi utama dari kedua sisi Atlantik. Di Amerika Serikat, rilis Produk Domestik Bruto (PDB) kuartalan dan inflasi inti Personal Consumption Expenditures (PCE) akan menjadi penentu ekspektasi arah kebijakan The Fed selanjutnya. Angka PCE sangat krusial karena merupakan indikator inflasi favorit The Fed dalam mengevaluasi stabilitas harga. Jika data menunjukkan ekonomi tetap kuat dan inflasi bertahan, maka narasi suku bunga tinggi lebih lama akan semakin menguat dan berpotensi menekan EUR/USD lebih lanjut. Sebaliknya, pelemahan signifikan dalam data dapat memicu penyesuaian ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter AS.
Sementara itu, di kawasan Euro, data awal Purchasing Managers’ Index (PMI), kepercayaan konsumen, dan indikator aktivitas sektor jasa serta manufaktur akan memberikan gambaran terbaru mengenai momentum pertumbuhan. Jika data menunjukkan perlambatan lebih lanjut, spekulasi mengenai potensi pelonggaran tambahan dari ECB dapat kembali mencuat. Perbedaan arah kebijakan dan kekuatan ekonomi antara AS dan kawasan Euro menjadi faktor kunci yang membentuk dinamika EUR/USD saat ini. Selama ekonomi AS tetap menunjukkan ketahanan dan ECB menghadapi tantangan pertumbuhan serta ketidakpastian internal, tekanan fundamental terhadap pasangan ini cenderung tetap dominan.
Tekanan masih terlihat dalam fase konsolidasi, dengan support terdekat di 1.1740 dan resistance di 1.1815.
GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3471 dan turun -0.17%. GBP/USD mengalami pelemahan signifikan setelah kombinasi data ekonomi Inggris yang memburuk dan penguatan dolar AS. Tingkat pengangguran Inggris melonjak ke 5,2%, level tertinggi dalam lima tahun, sementara inflasi utama turun ke 3% dari 3,4%. Perlambatan juga terlihat pada pertumbuhan upah dan indeks harga produsen, menandakan tekanan harga semakin mereda. Kondisi ini secara drastis mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan Bank of England, dari sebelumnya “higher for longer” menjadi spekulasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Pasar kini mulai sepenuhnya memperhitungkan kemungkinan pemotongan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, yang otomatis mengurangi daya tarik Pound secara relatif. Di sisi lain, dolar AS mendapat dukungan kuat dari risalah FOMC yang menunjukkan Federal Reserve belum terburu-buru untuk memangkas suku bunga. Beberapa pejabat bahkan membuka kemungkinan kenaikan kembali jika inflasi membandel. Data tenaga kerja AS yang solid serta pertumbuhan ekonomi yang tetap tangguh memperkuat narasi bahwa kebijakan moneter AS akan tetap restriktif lebih lama dibanding Inggris. Divergensi kebijakan inilah yang menjadi faktor utama tekanan pada GBP/USD, membuat pelemahan Pound lebih bersifat fundamental dibanding sekadar sentimen jangka pendek. Pergerakan cenderung melemah moderat, dengan support di 1.3435 dan resistance terdekat di 1.3515.
AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.7067 dan melemah -0.40%. AUD/USD turut melemah meskipun data ketenagakerjaan Australia relatif stabil. Tingkat pengangguran bertahan di 4,1%, lebih baik dari ekspektasi, dan pertumbuhan upah tetap kuat. Risalah RBA juga menegaskan bias hawkish dengan membuka ruang kenaikan suku bunga lanjutan jika inflasi kembali meningkat. Namun, indikator Leading Index menunjukkan perlambatan momentum ekonomi, mengindikasikan bahwa pertumbuhan mulai kehilangan tenaga meskipun harga komoditas masih menopang sebagian sektor eksternal. Tekanan utama datang dari sisi dolar AS yang kembali menguat setelah risalah FOMC mengindikasikan pendekatan yang berhati-hati terhadap pelonggaran. Data klaim pengangguran AS yang lebih baik dari perkiraan serta survei manufaktur yang menguat memperkuat posisi dolar. Dalam konteks ini, meskipun RBA masih memiliki bias pengetatan, ketahanan ekonomi AS dan prospek suku bunga yang tetap tinggi membuat AUD/USD cenderung defensif, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Tekanan jual masih dominan, dengan support terdekat di 0.7030 dan resistance di 0.7105.
NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5970 dan turun -0.27%. NZD/USD mengalami pelemahan lebih dalam setelah Reserve Bank of New Zealand mempertahankan suku bunga di 2,25% dengan nada yang lebih dovish dari ekspektasi pasar. Gubernur baru Anna Breman menunda proyeksi kenaikan suku bunga berikutnya hingga akhir 2026 atau awal 2027, jauh lebih lambat dari perkiraan sebelumnya. Meskipun inflasi masih berada di atas target tengah, RBNZ menyatakan keyakinan bahwa tekanan harga akan kembali ke kisaran target tanpa tindakan agresif tambahan. Proyeksi jalur suku bunga yang dangkal memperlebar jarak kebijakan dengan Federal Reserve. Di saat yang sama, risalah FOMC kembali menegaskan bahwa Fed siap mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dan bahkan membuka kemungkinan pengetatan tambahan jika inflasi kembali naik. Kombinasi kebijakan RBNZ yang lebih hati-hati dan Fed yang tetap tegas menciptakan tekanan struktural terhadap NZD. Dengan pasar kini menilai siklus pengetatan Selandia Baru sangat terbatas, NZD/USD menjadi salah satu pasangan yang paling rentan terhadap dominasi dolar AS. Pergerakan masih berada dalam tekanan terbatas, dengan support di 0.5935 dan resistance terdekat di 0.6010.
USDJPY – USDJPY dibuka di 154.99 dan menguat 0.19%. USD/JPY menguat seiring kombinasi penguatan dolar AS dan melemahnya inflasi Jepang. Data CPI nasional Jepang turun menjadi 1,5%, di bawah target 2% Bank of Japan, sehingga mengurangi urgensi pengetatan kebijakan dalam waktu dekat. Meskipun sebagian ekonom masih memperkirakan kenaikan suku bunga BoJ pada pertengahan tahun, inflasi yang melambat memberikan ruang bagi bank sentral untuk tetap berhati-hati. Di sisi AS, data ekonomi yang solid serta sikap Fed yang tidak tergesa-gesa untuk memangkas suku bunga memperlebar kembali diferensial imbal hasil antara AS dan Jepang. Selain itu, ketegangan geopolitik global turut meningkatkan permintaan terhadap dolar sebagai aset likuid utama. Selama BoJ tidak mempercepat normalisasi kebijakan dan Fed tetap mempertahankan sikap restriktif, USD/JPY cenderung mempertahankan bias penguatan berbasis fundamental. Penguatan dolar terhadap yen berlangsung bertahap, dengan support terdekat di 154.50 dan resistance di 155.60.
USDCHF – USDCHF dibuka di 0.7747 dan naik 0.15%. USD/CHF juga menguat didorong oleh kekuatan dolar AS dan data ekonomi Swiss yang relatif lemah. Produksi industri Swiss mengalami kontraksi tahunan, sementara inflasi berada di kisaran sangat rendah mendekati batas bawah target Swiss National Bank. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa SNB tidak memiliki urgensi untuk mengetatkan kebijakan dalam waktu dekat, bahkan toleran terhadap inflasi rendah untuk menjaga stabilitas jangka menengah. Sebaliknya, dolar AS mendapat dorongan dari data tenaga kerja yang solid dan sikap Fed yang masih berhati-hati terhadap risiko inflasi. Meskipun franc Swiss sering dianggap sebagai safe haven, dominasi dolar sebagai mata uang cadangan global tetap lebih kuat dalam fase ketidakpastian saat ini. Selama ekspektasi pemangkasan suku bunga AS tidak meningkat drastis, USD/CHF cenderung mempertahankan kecenderungan menguat berbasis diferensial kebijakan dan stabilitas ekonomi AS yang relatif lebih solid. Rebound masih terjaga dalam rentang moderat, dengan support di 0.7715 dan resistance terdekat di 0.7785.
USDCAD – USDCAD dibuka di 1.3678 dan menguat 0.12%. USD/CAD bergerak menguat, meskipun kenaikan harga minyak sempat memberikan dukungan bagi dolar Kanada. Kanada sebagai eksportir utama minyak ke AS biasanya diuntungkan saat harga energi naik, namun efek tersebut tertahan oleh kekuatan dolar AS yang lebih dominan. Risalah FOMC yang bernada hawkish serta data tenaga kerja AS yang solid memperkuat sentimen terhadap Greenback. Selain itu, pasar mulai mempertimbangkan kemungkinan bahwa Bank of Canada akan lebih cepat melonggarkan kebijakan dibanding Federal Reserve apabila pertumbuhan domestik melemah. Ketidakpastian ekonomi global dan ketegangan geopolitik turut menambah permintaan terhadap dolar AS sebagai safe haven. Kombinasi faktor tersebut membuat USD/CAD tetap berada dalam jalur penguatan meskipun fundamental komoditas memberikan bantalan bagi CAD. Pergerakan relatif stabil dengan bias naik tipis, dengan support terdekat di 1.3645 dan resistance di 1.3720.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
12:00am | USD | Crude Oil Inventories | -9.0M | 1.7M | 8.5M |
4:00am | USD | President Trump Speaks | - | - | - |
4:45am | NZD | Trade Balance | -519M | -745M | -88M |
5:00am | AUD | Flash Manufacturing PMI | 51.5 | - | 52.3 |
5:00am | AUD | Flash Services PMI | 52.2 | - | 56.3 |
6:00am | NZD | RBNZ Gov Breman Speaks | - | - | - |
6:30am | JPY | National Core CPI y/y | 2.00% | 2.00% | 2.40% |
7:00am | EUR | ECB President Lagarde Speaks | - | - | - |
All Day | CNY | Bank Holiday | - | - | - |
7:30am | JPY | Flash Manufacturing PMI | 52.8 | 51.3 | 51.5 |
2:00pm | EUR | German PPI m/m | - | 0.3% | -0.2% |
2:00pm | GBP | Retail Sales m/m | - | 0.2% | 0.4% |
2:00pm | GBP | Public Sector Net Borrowing | - | -24.0B | 11.6B |
3:15pm | EUR | French Flash Manufacturing PMI | - | 50.9 | 51.2 |
3:15pm | EUR | French Flash Services PMI | - | 49.1 | 48.4 |
3:30pm | EUR | German Flash Manufacturing PMI | - | 49.6 | 49.1 |
3:30pm | EUR | German Flash Services PMI | - | 52.4 | 52.4 |
4:00pm | EUR | Flash Manufacturing PMI | - | 49.9 | 49.5 |
4:00pm | EUR | Flash Services PMI | - | 51.9 | 51.6 |
4:30pm | GBP | Flash Manufacturing PMI | - | 51.5 | 51.8 |
4:30pm | GBP | Flash Services PMI | - | 53.5 | 54 |
8:30pm | CAD | Core Retail Sales m/m | - | -0.1% | 1.7% |
8:30pm | CAD | Retail Sales m/m | - | -0.5% | 1.3% |
8:30pm | CAD | IPPI m/m | - | 0.2% | -0.6% |
8:30pm | CAD | RMPI m/m | - | 0.7% | 0.5% |
8:30pm | USD | Advance GDP q/q | - | 3.0% | 4.4% |
8:30pm | USD | Core PCE Price Index m/m | - | 0.3% | 0.2% |
8:30pm | USD | Advance GDP Price Index q/q | - | 2.9% | 3.8% |
8:30pm | USD | Personal Income m/m | - | 0.3% | 0.3% |
8:30pm | USD | Personal Spending m/m | - | 0.4% | 0.5% |
9:45pm | USD | Flash Manufacturing PMI | - | 52.4 | 52.4 |
9:45pm | USD | Flash Services PMI | - | 53 | 52.7 |
9:45pm | USD | FOMC Member Bostic Speaks | - | - | - |
10:00pm | USD | New Home Sales | - | 732K | - |
10:00pm | USD | Revised UoM Consumer Sentiment | - | 56.9 | 57.3 |
10:00pm | USD | Revised UoM Inflation Expectations | - | - | 3.5% |
Nov Data | USD | New Home Sales | - | - | 737K |