Home
>
News
>
Publication
>
Setelah Menguat Tajam, USD/JPY Mulai Kehilangan Momentum Pada Hari Ini
Setelah Menguat Tajam, USD/JPY Mulai Kehilangan Momentum Pada Hari Ini
Monday, 22 December 2025

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1710

0.08%

GBPUSD

1.3372

0.20%

AUDUSD

0.6605

0.27%

NZDUSD

0.5745

0.42%

USDJPY

157.67

-0.28%

USDCHF

0.7958

-0.21%

USDCAD

1.3796

-0.04%

GOLDUD

4340.90

1.01%

USD/IDR

16,717

0.08%

Fokus USD/JPY:

  1. Ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve
  2. BoJ meningkatkan tingkat suku bunganya

Senin, 22 Desember 2025 - Yen Jepang menguat terhadap dolar AS, dengan USDJPY dibuka di 157.67 dan turun -0.28%. USD/JPY melemah pada perdagangan hari ini, berbalik arah setelah mencatat penguatan tajam pada sesi sebelumnya. Pelemahan ini terutama dipicu oleh meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunga pada 2026, menyusul data inflasi dan pasar tenaga kerja AS yang menunjukkan tren perlambatan. Dalam suasana pasar yang cenderung sepi menjelang periode libur panjang, investor memilih mengurangi eksposur dolar AS dan bersikap lebih defensif, sehingga menekan USD terhadap yen meskipun pergerakannya masih relatif terbatas.

Kontras dengan kondisi hari ini, USD/JPY justru menguat signifikan pada perdagangan kemarin setelah keputusan Bank of Japan menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 30 tahun gagal memberikan dorongan berkelanjutan bagi yen. Kekecewaan pasar muncul karena BoJ tidak memberikan panduan yang jelas mengenai arah dan kecepatan pengetatan lanjutan. Sikap Gubernur Kazuo Ueda yang menekankan pendekatan berbasis data dinilai terlalu hati-hati, sehingga pasar menilai kebijakan moneter Jepang masih belum cukup agresif untuk memperkuat yen secara struktural. Hal ini memicu pelemahan yen secara luas dan mendorong USD/JPY naik ke level tertinggi dalam beberapa pekan.

Ke depan, arah USD/JPY akan sangat ditentukan oleh keseimbangan antara prospek pelonggaran moneter AS dan kredibilitas kebijakan BoJ pasca-kenaikan suku bunga. Di satu sisi, pernyataan pejabat Fed yang cenderung hawkish dapat membatasi pelemahan dolar dalam jangka pendek. Namun di sisi lain, ketidakpastian mengenai langkah BoJ selanjutnya serta kekhawatiran terhadap dampak kenaikan suku bunga terhadap utang publik Jepang berpotensi terus menahan pemulihan yen. Selama narasi tersebut bertahan, USD/JPY cenderung bergerak fluktuatif dengan kecenderungan koreksi jangka pendek setelah reli kuat yang terjadi sebelumnya.

Support terdekat berada di 157.20, sementara resistance di 158.10.

EURUSD – Euro dibuka di 1.1710 dan menguat 0.08%. Pasangan EUR/USD bergerak menguat seiring meningkatnya kepercayaan pasar terhadap ketahanan ekonomi Zona Euro dan sikap Bank Sentral Eropa (ECB) yang dinilai semakin mendekati akhir siklus pelonggaran kebijakan. Keputusan ECB untuk menahan suku bunga, disertai revisi naik proyeksi pertumbuhan dan inflasi, memberi sinyal bahwa tekanan ekonomi akibat guncangan global relatif terkendali. Pasar menilai ECB tidak lagi berada dalam posisi mendesak untuk memangkas suku bunga lebih dalam, sehingga euro mendapatkan dukungan fundamental dari stabilitas kebijakan dan membaiknya ekspektasi ekonomi kawasan. Di sisi lain, dolar AS cenderung kehilangan momentum setelah data inflasi terbaru menunjukkan perlambatan yang lebih besar dari perkiraan. Sikap Federal Reserve yang semakin berhati-hati dan kecenderungan pasar untuk memproyeksikan pemangkasan suku bunga lanjutan pada 2026 membuat daya tarik dolar berkurang. Kombinasi antara stabilnya prospek Eropa dan meningkatnya ekspektasi pelonggaran moneter AS menciptakan ruang bagi EUR/USD untuk melanjutkan penguatan secara fundamental dalam jangka menengah. Pergerakan ini menunjukkan bias positif terbatas, dengan support terdekat di 1.1685 dan resistance di 1.1740.

GBPUSD – Poundsterling dibuka di 1.3372 dan menguat 0.20%. GBP/USD menguat terbatas, mencerminkan tarik-menarik antara ekspektasi kebijakan moneter Inggris dan dinamika dolar AS. Pound sterling memperoleh dukungan dari persepsi bahwa Bank of England (BoE) tidak akan terburu-buru melonggarkan kebijakan, meskipun tekanan pertumbuhan domestik masih terasa. Pasar melihat BoE berada dalam posisi menunggu data lanjutan, khususnya terkait inflasi jasa dan pasar tenaga kerja, sehingga ruang pelemahan sterling menjadi relatif terbatas untuk saat ini. Namun demikian, penguatan GBP juga banyak ditopang oleh melemahnya dolar AS ketimbang kekuatan domestik Inggris itu sendiri. Perlambatan inflasi AS dan meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga Fed membuat investor cenderung mengurangi eksposur dolar, yang secara tidak langsung menopang GBP/USD. Selama perbedaan arah kebijakan antara Fed dan BoE tidak melebar signifikan, pasangan ini berpotensi tetap bergerak dengan bias menguat meski dibayangi fundamental Inggris yang masih rapuh.  Penguatan masih terjaga, dengan support di 1.3345 dan resistance terdekat di 1.3410.

AUDUSD – Dolar Australia dibuka di 0.6605 dan naik 0.27%. AUD/USD menunjukkan penguatan moderat di tengah membaiknya sentimen risiko global dan pandangan pasar bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan mempertahankan sikap kebijakan yang relatif ketat lebih lama. Ekspektasi inflasi domestik Australia yang masih tinggi menjaga persepsi bahwa RBA belum memiliki ruang luas untuk melonggarkan kebijakan, sehingga mendukung dolar Australia dari sisi fundamental. Selain itu, stabilnya kondisi ekonomi domestik meski terdapat perlambatan sektor tenaga kerja turut meredam tekanan jual pada AUD. Faktor eksternal juga berperan besar, terutama melemahnya dolar AS akibat meredanya tekanan inflasi dan ketidakpastian arah kebijakan Fed ke depan. Dalam konteks ini, AUD diperlakukan sebagai aset yang relatif diuntungkan ketika pasar global kembali mencari imbal hasil di luar dolar AS. Selama ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed tetap dominan, AUD/USD berpeluang mempertahankan tren penguatan secara bertahap. Sentimen cenderung positif, dengan support di 0.6585 dan resistance di 0.6640.

NZDUSD – Kiwi dibuka di 0.5745 dan menguat cukup solid sebesar 0.42%. NZD/USD bergerak menguat dengan dukungan dari membaiknya data ekonomi Selandia Baru, khususnya pertumbuhan Produk Domestik Bruto yang kembali positif setelah kontraksi sebelumnya. Data ini memperkuat pandangan bahwa ekonomi Selandia Baru mulai keluar dari fase terlemah, sehingga mengurangi tekanan terhadap Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) untuk melakukan pelonggaran lanjutan. Sikap RBNZ yang menekankan stabilitas suku bunga dalam jangka panjang memberikan fondasi yang cukup solid bagi kiwi. Di sisi global, melemahnya dolar AS kembali menjadi faktor utama yang mendukung NZD/USD. Ekspektasi bahwa Fed akan melanjutkan kebijakan pelonggaran pada 2026 membuat investor lebih nyaman mengambil eksposur pada mata uang berisiko seperti dolar Selandia Baru. Meski risiko geopolitik dan ketidakpastian global masih membayangi, kombinasi fundamental domestik yang membaik dan tekanan dolar AS membuka peluang lanjutan bagi penguatan NZD/USD. Support terdekat berada di 0.5715, sementara resistance berada di 0.5780.

USDCHF – Pasangan USDCHF dibuka di 0.7958 dan melemah -0.21%. USD/CHF bergerak melemah seiring kombinasi melemahnya dolar AS dan kuatnya fundamental eksternal Swiss. Perlambatan inflasi AS dan meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan Fed membuat dolar kehilangan sebagian daya tariknya sebagai mata uang imbal hasil. Hal ini mengurangi minat investor untuk mempertahankan posisi panjang dolar, termasuk terhadap franc Swiss. Sementara itu, Swiss Franc tetap didukung oleh surplus perdagangan yang kuat dan stabilitas ekonomi domestik. Swiss National Bank dipandang tidak memiliki urgensi untuk kembali ke kebijakan suku bunga negatif, sehingga menjaga kredibilitas CHF sebagai mata uang aman. Dalam lingkungan global yang masih sarat ketidakpastian, kombinasi tekanan dolar AS dan karakter defensif franc Swiss membuka ruang lanjutan bagi pelemahan USD/CHF. Tekanan jual masih terlihat, dengan support di 0.7935 dan resistance di 0.7980.

USDCAD – Dolar Kanada menguat tipis, dengan USDCAD dibuka di 1.3796 dan turun -0.04%. USD/CAD cenderung melemah seiring menurunnya daya tarik dolar AS dan relatif stabilnya fundamental Kanada. Perlambatan inflasi AS meningkatkan keyakinan pasar bahwa Federal Reserve akan melanjutkan siklus pemangkasan suku bunga, yang secara langsung mengurangi dukungan terhadap dolar. Dalam kondisi ini, setiap reli dolar cenderung dimanfaatkan pasar sebagai peluang untuk kembali menjual USD, termasuk terhadap dolar Kanada. Dari sisi Kanada, meskipun data domestik seperti penjualan ritel menunjukkan pelemahan, sikap Bank of Canada yang menilai kebijakan saat ini sudah berada pada level yang tepat membantu menjaga stabilitas CAD. Selain itu, ekspektasi bahwa perbedaan kebijakan moneter antara AS dan Kanada tidak akan melebar drastis membuat USD/CAD sulit membangun tren penguatan berkelanjutan. Selama sentimen global tidak berubah signifikan, pasangan ini berpotensi tetap berada dalam tekanan. Support berada di 1.3770, sedangkan resistance di 1.3830.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

8:00am

CNY

1-y Loan Prime Rate

3.0%

3.0%

3.0%

8:00am

CNY

5-y Loan Prime Rate

3.5%

3.5%

3.5%

2:00pm

GBP

Current Account

-

-19.1B

-28.9B

2:00pm

GBP

Final GDP q/q

-

0.1%

0.1%

2:00pm

GBP

Revised Business Investment q/q

-

-0.3%

-0.3%

8:30pm

CAD

IPPI m/m

-

0.3%

1.5%

8:30pm

CAD

RMPI m/m

-

0.6%

1.6%

9:00pm

CNY

CB Leading Index m/m

-

-

-0.8%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788