| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.05330 | -0.05% |
GBPUSD | 1.21390 | -0.02% |
AUDUSD | 0.63340 | -0.55% |
NZDUSD | 0.58550 | -0.36% |
USDJPY | 149.930 | 0.01% |
USDCHF | 0.89860 | 0.03% |
USDCAD | 1.37110 | 0.10% |
GOLDUD | 1,947.390 | 0.18% |
COFU | 87.22 | -0.17% |
USD/IDR | 15,780 | 0.22% |
Kamis, 19 Oktober 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish, tertekan oleh sentimen dari sikap OPEC yang menolak menuruti desakan Iran untuk memboikot Israel melalui embargo minyak, dan ditambah dengan keputusan AS yang memberikan izin kerjasama dengan perusahan Venezuela selama 6 bulan, termasuk di sektor minyak.
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian pada hari Rabu mendesak negara-negara Muslim untuk melakukan boikot penuh dan segera terhadap Israel, termasuk embargo minyak, menyusul serangan rudal Israel ke sebuah rumah sakit di Kota Gaza yang menewaskan sedikitnya 500 warga Palestina pada Rabu pagi. Israel sendiri tercatat hanya mengimpor minyak sekitar 250 ribu bph, yang berasal dari Kazakhstan, Azerbaijan, Irak dan negara-negara Afrika. Namun, meski impor minyak Israel terbilang kecil dan hanya sedikit yang berasal dari Timur Tengah, akan tetapi seruan boikot tersebut menandai eskalasi verbal atas konflik Israel dengan Hamas.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah, Energy Information Administration (EIA), menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS dalam sepekan turun sebesar 4.49 juta barel, melebihi prediksi awal yang memperkirakan stok akan turun sebesar 300 ribu barel. Untuk stok bensin juga dilaporkan turun sebesar 2.37 juta barel, lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan stok turun sebesar 1.10 juta barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS.
Sementara itu, OPEC tidak berencana mengadakan pertemuan luar biasa atau mengambil tindakan segera terkait desakan Iran yang meminta semua negara anggota Organisation of Islamic Cooperation (OIC) untuk memberlakukan embargo minyak dan sanksi lainnya terhadap Israel, ungkap empat sumber dari kelompok produsen tersebut pada hari Rabu. Sumber tersebut menegaskan bahwa OPEC bukanlah organisasi politik, sehingga harus tetap menjaga keamanan energi dan tidak boleh menggunakan minyak sebagai senjata. Pernyataan sikap OPEC tersebut meredakan kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan minyak global.
Sentimen negatif lainnya datang dari keputusan terbaru AS yang merilis izin selama enam bulan yang membebaskan perusahaan-perusahaan energi di seluruh dunia dari keharusan memerlukan lisensi individu atau “surat kenyamanan” untuk bekerja dengan perusahaan minyak milik negara PDVSA, kata Francisco Monaldi, pakar energi Amerika Latin di Baker Institute di Rice University. Pelonggaran saksi tersebut diyakini tidak akan secara cepat mendorong kenaikan produksi Venezuela, terlebih menghidupkan kembali operasi minyak dan gas yang telah sangat dibatasi oleh sanksi AS dan kurangnya investasi selama beberapa dekade.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $89 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $85 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:30 | USA - Continuing Jobless Claims |
| 1710K | 1702K |
19:30 | USA - Initial Jobless Claims |
| 212K | 209K |
19:30 | USA - Philadelphia Fed Manufacturing Index |
| -6.4 | -13.5 |
21:00 | USA - CB Leading Index MoM |
| -0.4% | -0.4% |