| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.10670 | -0.15% |
GBPUSD | 1.32840 | -0.09% |
AUDUSD | 0.68830 | -0.15% |
NZDUSD | 0.62810 | -0.14% |
USDJPY | 143.560 | 0.24% |
USDCHF | 0.84630 | 0.11% |
USDCAD | 1.34880 | 0.01% |
GOLDUD | 2,660.850 | 0.17% |
COFU | 70.80 | 0.10% |
USD/IDR | 15,180 | 0.30% |
Rabu, 02 Oktober 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish menembus level di atas $70 per barel didukung oleh kekhawatiran meluasnya konflik di Timur Tengah pasca serangan rudal Iran ke Israel pada hari Selasa. Selain itu, gangguan di sektor logistik AS dan laporan stok minyak turut menjadi katalis positif bagi harga minyak.
Potensi meluasnya konflik di Timur Tengah kian menguat pasca Iran meluncurkan lebih dari 180 rudal balistik ke Israel pada hari Selasa. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang didukung penuh oleh Presiden AS Joe Biden berjanji akan memastikan Iran menghadapi konsekuensi berat atas serangan tersebut. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi pada Rabu pagi mengatakan bahwa serangan rudal ke Israel telah berakhir, namun apabila ada provokasi lebih lanjut, maka Iran akan memberikan respon yang lebih kuat dan lebih dahsyat.
Masih dari Timur Tengah, pihak militer Israel pada hari Selasa mengatakan telah membunuh komandan divisi Imam Hussein di Beirut, dan Muhammad Jaafar Qasir, seorang komandan yang bertanggung jawab atas transfer senjata dari Iran dan afiliasinya ke kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah, pada hari sebelumnya. Selain itu, pasukan Israel kembali melancarkan serangan udara pada Rabu pagi di pinggiran selatan Beirut, ibu kota Lebanon, dan mengeluarkan perintah evakuasi baru untuk beberapa bagian pinggiran kota. Dewan Keamanan PBB dijadwalkan akan mengadakan pertemuan pada hari Rabu untuk membahas situasi di Timur Tengah.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, pemogokan yang dilakukan pekerja pelabuhan Pantai Timur dan Gulf Coast AS pada hari Selasa, memaksa sekitar setengah dari total pengiriman laut negara itu terhenti. Aksi tersebut merupakan pemogokan skala besar pertama mereka dalam hampir 50 tahun, yang dipicu oleh masalah gaji dan kontrak kerja baru. Para analis memperkirakan potensi kerugian ekonomi AS sekitar $5 miliar per hari akibat pemogokan tersebut, dan apabila terus berlanjut makan dapat mengancam lapangan pekerjaan, dan berpotensi memicu inflasi.
Di sisi pasokan, dalam laporan mingguan terbaru yang dirilis oleh grup industri API menunjukkan stok minyak mentah turun sebesar 1,5 juta barel untuk pekan yang berakhir 27 September. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang bullish di pasar energi AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis pada Rabu malam oleh badan statistik EIA.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $73 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $68 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
19:15 | USA - ADP Employment Change |
| 120K | 99K |
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| -2.1M | -4.471M |
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
| -0.5M | -1.538M |
22:00 | USA - Fed Bowman Speech |
|
|
|
23:15 | USA - Fed Barkin Speech |
|
|
|