Home
>
News
>
Publication
>
Serangan Israel Ke Beirut Dorong Minyak Kembali Bullish
Serangan Israel Ke Beirut Dorong Minyak Kembali Bullish
Wednesday, 31 July 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08150

0.06%

GBPUSD

1.28340

0.05%

AUDUSD

0.65370

-0.75%

NZDUSD

0.59030

0.08%

USDJPY

152.790

-0.12%

USDCHF

0.88220

-0.08%

USDCAD

1.38470

-0.01%

GOLDUD

2,409.870

-0.19%

COFU

75.24

0.47%

USD/IDR

16,280

0.15%

Fokus Crude Oil:

  • Israel klaim telah membunuh komandan senior Hizbullah dalam serangan di Beirut hari Selasa.
  • Sektor manufaktur dan nonmanufaktur China tumbuh melambat di bulan Juli, ungkap Biro Statistik Nasional.

***********************************************************

Rabu, 31 Juli 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak menguat didorong oleh meningkatnya potensi perang antara Israel dengan Hizbullah pasca dilancarkannya serangan ke ibu kota Lebanon oleh Israel. Meski demikian, rilisnya data ekonomi China yang suram memicu kekhawatiran akan membebani permintaan minyak.

Eskalasi konflik antara Israel dengan kelompok Hizbullah asal Lebanon kembali memanas pasca pihak militer Israel memutuskan untuk tetap melancarkan serangan ke ibu kota Lebanon, Beirut, pada hari Selasa, di mana dalam serangan tersebut Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan telah membunuh komandan senior Fuad Shukr yang merupakan ajudan utama Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah. Situasi tersebut memicu kekhawatiran akan meluasnya wilayah perang di Timur Tengah.

Sentimen positif lainnya datang dari rilisnya laporan terbaru dari grup industri API yang menunjukkan stok minyak mentah dan stok bensin AS dalam sepekan mengalami penurunan masing-masing sebesar 4,5 juta barel dan 2,8 juta barel untuk pekan yang berakhir 26 Juli. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik EIA.

Sementara itu, aktivitas di sektor manufaktur dan nonmanufaktur di China sepanjang bulan Juli menunjukkan perlambatan, yang memperkuat ekspektasi bahwa pemerintah masih perlu meluncurkan lebih banyak stimulus dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi lebih lanjut di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu. Data resmi yang dirilis Biro Statistik Nasional pada hari Rabu menunjukkan PMI turun menjadi 49,4 pada bulan Juli dari 49,5 pada bulan Juni, dan untuk PMI nonmanufaktur turun melambat ke angka 50,2 dari 50,5 pada bulan Juni.

Fokus pasar juga tertuju pada pertemuan komite pemantauan bersama menteri (JMMC) OPEC dan sekutunya yang dijadwalkan berlangsung secara online pada 1 Agustus pukul 10:00 GMT. Lima sumber OPEC mengatakan kemungkinan aliansi masih akan tetap berpegang pada kesepakatannya saat ini untuk memangkas produksi dan mulai menghentikan beberapa pemangkasan sejak Oktober, meskipun harga minyak baru-baru ini turun tajam.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $78 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $73 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:15

USA - ADP Employment Change

 

150K

150K

20:45

USA - Chicago PMI

 

44.5

47.4

21:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

 

 

-3.741M

21:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

 

 

-5.572M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788