Home
>
News
>
Publication
>
Serangan Houthi Timbulkan Kenaikan Harga Minyak
Serangan Houthi Timbulkan Kenaikan Harga Minyak
Thursday, 14 December 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0872

0.22%

GBPUSD

1.2616

0.22%

AUDUSD

0.6661

0.78%

NZDUSD

0.6172

1.02%

USDJPY

142.88

-0.50%

USDCHF

0.8716

-0.37%

USDCAD

1.3513

-0.29%

GOLDUD

2026.39

0.32%

COFU 

69.70

-0.20%

USD/IDR

15450

0.13%

Fokus Crude Oil:

  • Houthi ancam kapal yang menuju Israel
  • EIA laporkan penurunan stok minyak

***************************************************************

Kamis, 14  Desember 2023 - Pada penutupan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak naik dipicu oleh serangan pemberontak Houthi terhadap kapal komersial di Laut Merah. Penurunan stok yang diliris oleh EIA turut menaikan harga minyak.

Kenaikan harga minyak dunia terkait erat dengan ketegangan di Timur Tengah, seperti yang tercermin dalam serangan yang dilakukan oleh pemberontak Houthi terhadap kapal tanker komersial. Pada hari Rabu(13/12), mereka menembakkan dua rudal ke Kapal tanker Ardmore Encounter yang membawa bahan bakar jet dari India menuju Terusan Suez melalui Laut Merah. Ketegangan semakin meningkat dengan pernyataan Houthi yang mengancam akan menganggap setiap kapal yang menuju Israel sebagai target. Serangan ini tidak hanya mengancam keselamatan pelayaran di wilayah tersebut tetapi juga memicu kekhawatiran akan stabilitas pasokan minyak global.

Sementara itu, data dari EIA menunjukkan bahwa cadangan minyak mentah saat in mengalami penurunan sebanyak 4,259 juta barel lebih besar dari perkiraan selama satu pekan terakhir. Kombinasi antara ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan penarikan besar-besaran cadangan minyak dapat menjadi pemicu utama kenaikan harga minyak. Kondisi ini menambah kompleksitas dinamika pasar minyak global untuk menjaga stabilitas ekonomi dan fluktuasi harga minyak.

Pada pertemuan iklim COP28 di UEA, lebih dari 200 negara meratifikasi kesepakatan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil secara global guna mengatasi dampak perubahan iklim. Kesepakatan tersebut, yang menandai berakhirnya era minyak, diambil sebagai langkah konkret untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada lingkungan. 

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $71 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $66 per barel.


DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

2:00

USD - Federal Funds Rate

5.50%

5.50%

5.50%

22:30

US - EIA Natural Gas Stock Change 

-

-54Bcf

-117Bcf

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter


Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788