| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.0885 | 0.06% |
GBPUSD | 1.2710 | 0.04% |
AUDUSD | 0.6662 | 0.20% |
NZDUSD | 0.6185 | 0.26% |
USDJPY | 146.71 | -0.07% |
USDCHF | 0.8688 | -0.07% |
USDCAD | 1.3504 | -0.03% |
GOLDUD | 2070.75 | 0.65% |
COFU | 74.68 | -1.45% |
USD/IDR | 15400 | 0.16% |
Senin, 4 Desember 2023 - Pergerakan minyak mentah mengalami penurunan pada pagi ini dipicu oleh kondisi ekonomi china yang masih berfokuskan pada perbaikan ekonomi dan jumlah rig minyak AS yang bertambah.
Dari China, kebijakan fiskal proaktif direncanakan akan dilaksanakan pada tahun depan dikarenakan adanya stabilitas ekonomi yang masih terjaga dan upaya terus-menerus untuk memperbaiki kondisi ekonomi saat ini. Langkah ini diperlukan sebagai tanggapan terhadap sejumlah isu yang sebelumnya muncul, termasuk dampak pandemi COVID-19 dan krisis properti.
Selain itu harga minyak menurun dikarenakan jumlah rig minyak AS bertambah menjadi 625 pada minggu ini, yang merupakan level tertinggi, menurut perusahaan jasa energi Baker Hughes dalam laporannya pada hari Jumat.
Conference of the Parties 28 (COP-28), dijadwalkan berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab, pada 30 November-12 Desember 2023, menjadi penting. Lebih dari 50 perusahaan minyak, mewakili hampir setengah produksi global, telah berjanji untuk mencapai emisi metana mendekati nol dan menghentikan operasi pembakaran rutin pada tahun 2030.
Sementara itu, eskalasi serangan yang dilakukan oleh kelompok pemberontak Houthi terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Laut Merah, mengakibatkan beberapa kapal komersial mengalami serangan rudal. Kejadian ini bukan hanya menciptakan kerugian materiil, tetapi juga menjadi ancaman serius terhadap perdagangan internasional. Serangan ini menunjukkan ketidakstabilan di kawasan tersebut, dan dampaknya telah menciptakan kekhawatiran terhadap potensi kenaikan harga di pasar global.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $76 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $71 per barel.
Jam | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya | |||||
22:00 | USD - Factory Orders m/m | - | -2.7% | 2.8% | |||||