| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.09810 | -0.05% |
GBPUSD | 1.27760 | -0.07% |
AUDUSD | 0.66130 | -0.09% |
NZDUSD | 0.61460 | -0.36% |
USDJPY | 143.330 | -0.08% |
USDCHF | 0.87520 | 0.08% |
USDCAD | 1.32770 | 0.02% |
GOLDUD | 1,944.500 | 0.24% |
COFU | 82.05 | 0.27% |
USD/IDR | 15,130 | 0.10% |
Rabu, 02 Agustus 2023 - Harga minyak mentah pagi ini terpantau bergerak bullish didukung oleh beberapa sentimen positif antara lain penurunan drastis stok minyak AS, potensi kenaikan harga jual Aramco bulan September, serta sinyal kenaikan konsumsi energi di Iran akibat serangan gelombang panas.
Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah dan stok bensin di AS dalam sepekan turun masing-masing sebesar 15.40 juta barel dan 1.68 juta barel untuk pekan yang berakhir 28 Juli. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang bullish di pasar energi AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik Energy Information Administration (EIA) untuk mendapatkan kepastian lebih lanjut.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Saudi Aramco diperkirakan akan menaikkan harga jual resmi (OSP) minyak mentah unggulan Arab Light untuk pengiriman bulanSeptember sekitar 45 sen dari OSP bulan Agustus menjadi $3.65 per barel, sekaligus harga tertinggi tahun ini, ungkap survei terbaru yang dilakukan Reuters terhadap lima sumber penyulingan. Adapun untuk pemicu kenaikan tersebut, sumber menilai berdasarkan potensi Saudi untuk memperpanjang pemotongan produksi sukarela hingga bulan September. Saudi Aramco biasanya merilis OSP sekitar tanggal 5 setiap bulan dan menjadi tren harga bagi produsen Timur Tengah lainnya seperti Iran, Kuwait, dan Irak, yang bersama-sama mempengaruhi sekitar 9 juta bph pasokan minyak ke Asia.
Sentimen positif lainnya datang dari Iran yang mengumumkan Rabu dan Kamis pekan ini sebagai hari libur umum akibat suhu panas yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menghimbau warganya untuk tetap tinggal di dalam rumah, lapor media pemerintah Iran pada hari Selasa. Gelombang panas yang melanda sebagian besar dunia dalam beberapa minggu terakhir telah memicu lonjakan konsumsi energi listrik yang digunakan untuk pendingin ruangan. Media pemerintah Iran melaporkan suhu minggu ini melebihi 123 derajat Fahrenheit (51 Celcius) di selatan kota Ahvaz.
Sementara itu, pemerintahan Biden mengumumkan untuk menarik kembali tawaran pembelian 6 juta barel minyak yang akan digunakan untuk mengisi Cadangan Minyak Strategis, karena harga minyak diperkirakan akan terus meningkat pasca penurunan produksi yang dilakukan Arab Saudi, kata juru bicara Departemen Energi pada hari Selasa. Meski demikian, pemerintahan Biden menyatakan tetap berkomitmen untuk membeli kembali minyak untuk cadangan apabila harga minyak bergerak di sekitar $67 hingga $72 per barel.
Dari China dilaporkan bahwa aktivitas pabrik bulan Juli kembali mengalami kontraksi yang dipicu oleh kondisi pasar yang lesu baik di dalam maupun luar negeri sehingga menyebabkan penawaran, permintaan dan pesanan ekspor semua ikut memburuk, ungkap survei Caixin pada hari Selasa. Indeks PMI manufaktur China bulan Juli turun menjadi 49.2 dari sebelumnya 50.5 pada Juni, lebih rendah dari perkiraan analis sebesar 50.3 dan sekaligus menandai penurunan aktivitas manufaktur pertama sejak bulan April.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $85 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $80 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
21:30 | USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
| -1.367M | -0.600M |
21:30 | USA - EIA Gasoline Stocks Change |
| -1.300M | -0.786M |