Home
>
News
>
Publication
>
Sawit Bangkit di Akhir November, CPO dan TBS Naik, Petani Kembali Tersenyum
Sawit Bangkit di Akhir November, CPO dan TBS Naik, Petani Kembali Tersenyum
Monday, 01 December 2025

Senin, 1 Desember 2025 - Sejumlah daerah penghasil sawit kembali mencatat perbaikan harga (TradingView+2sawitsetara.co+2). Pembaruan harga ini memberi angin segar bagi petani, di tengah harapan kuat bahwa tren positif akan berlanjut memasuki awal Desember.


Pergerakan Harga CPO dan TBS pada Penutupan Akhir November (28/11)

  • Di Provinsi Jambi, tim penetapan harga menyetujui harga rata-rata untuk Crude Palm Oil (CPO) sebesar Rp 13.772,82/kg dan kernel (inti sawit) Rp 10.738,60/kg. Indeks “K” yang digunakan: 95,50%. (sawitsetara.co+1), Sebagai dampaknya, harga Tandan Buah Segar (TBS) meningkat sebesar Rp 9,15/kg dibanding periode sebelumnya. (InfoSAWIT+1),
  • Untuk kebun sawit usia 10–20 tahun di Jambi, TBS kini dibeli pada Rp 3.418,53/kg. Kelompok umur tanaman lain bervariasi, misalnya umur 3 tahun: Rp 2.669,22/kg; umur 9 tahun: Rp 3.315,71/kg; umur ≥25 tahun: Rp 3.164,65/kg. sawitsetara.co


Kenaikan harga kali ini didorong oleh beberapa faktor — pertama, membaiknya harga CPO global dan domestik, yang tercermin dalam penetapan HR (harga referensi) CPO per November 2025. Selain itu juga dipicu oleh tren permintaan minyak nabati dan kebijakan biodiesel di negara produsen maupun importir. (Kantor Berita Sawit+1). Kedua, kestabilan produksi di kebun sawit, yang membuat penawaran TBS tetap terjaga sehingga produsen tetap bisa membayar harga lebih baik — terutama di kebun plasma. (elaeis.co+1)

 

Melihat kondisi ini maka Awal Desember 2025 (1 Desember dan Beberapa Hari ke Depan) cukup memiliki peluang Positif Terbuka, selain itu, berdasarkan data dan dinamika saat ini, ada beberapa potensi prospek menjanjikan dalam hari-hari mendatang:

  • Harga TBS, terutama di Jambi dan daerah dengan pola serupa, berpeluang bertahan stabil atau naik tipis lagi, jika harga CPO global tidak banyak fluktuasi dan permintaan biodiesel tetap kuat.
  • Harga CPO domestik kemungkinan tetap stabil atau menguat tipis, selama ekspor dan permintaan minyak nabati dunia tetap solid, ini mendukung industri sawit nasional dan menjaga daya beli petani.
  • Bagi petani sawit (plasma maupun swadaya), periode ini bisa menjadi momentum strategis untuk panen dan penjualan terutama untuk tanaman produktif (umur 8–20 tahun), yang memberikan harga per kg lebih menguntungkan.


Kenaikan harga TBS dan stabilitas CPO ini membawa optimisme bagi petani dan pemangku industri sawit. Untuk petani itu artinya pendapatan lebih baik, terutama bagi mereka yang sangat bergantung pada penjualan TBS. Untuk industri & pemerintah situasi ini memperkuat posisi sawit sebagai komoditas strategis, khususnya di tengah kebutuhan minyak nabati dan biodiesel global.

Kondisi ini juga bisa mendorong konsolidasi pasar: petani lebih terdorong menjual ke pabrik (PKS komersial) ketimbang tengkulak, meningkatkan transparansi, serta memperkuat stabilitas rantai supply dari hulu ke hilir.


Penulis: Yohanes Ferdinan Silaen

 

Disclaimer On:

Tulisan ini disusun berdasarkan data pasar, laporan lapangan, dan analisis independen. Informasi disajikan untuk tujuan edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi. Penulis tidak bertanggung jawab atas keputusan bisnis atau finansial yang diambil berdasarkan artikel ini. Data dan kebijakan dapat berubah sesuai dinamika pasar dan keputusan pemerintah.

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Midpoint Place, 22nd Floor, K.H. Fachrudin Street No. 26, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788