Home
>
News
>
Publication
>
Sanksi AS Diperketat Dorong Harga Minyak
Sanksi AS Diperketat Dorong Harga Minyak
Friday, 13 October 2023

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0527

-0.07%

GBPUSD

1.2181

-0.02%

AUDUSD

0.6313

-0.08%

NZDUSD

0.5929

-0.15%

USDJPY

149.78

0.01%

USDCHF

0.9084

0.10%

USDCAD

1.3688

0.05%

GOLDUD

1868.52

0.22%

COFU

83.51

0.27%

USD/IDR

15720

0.03%

Fokus Crude Oil:

  • Sanksi AS terhadap kapal minyak Rusia.
  • Laporan persediaan dan produksi minyak mentah AS.

***************************************************************

Jum’at, 13 Oktober 2023 - Harga minyak pagi ini menguat setelah mengalami penurunan tiga hari berturut-turut setelah AS memperketat program sanksi terhadap ekspor minyak mentah Rusia. Laporan produksi AS yang meningkat dan Energy Information Administration (EIA) menurunkan pertumbuhan permintaan minyak pada tahun 2024 namun lebih optimis untuk tahun 2023. 

AS memberlakukan sanksi pertama terhadap pemilik kapal tanker yang membawa minyak Rusia dengan harga di atas batas harga G7 sebesar $60 per barel, untuk menutup celah dalam mekanisme yang dirancang untuk menghukum Moskow atas invasi mereka ke Ukraina. Pengawasan yang lebih ketat dari AS terhadap pengiriman dari Rusia sebagai produsen minyak terbesar dunia dapat membatasi pasokan meningkatkan kekhawatiran pasokan di pasar yang sudah ketat.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mempertahankan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global, dengan memperkirakan pertumbuhan permintaan akan mencapai 2,25 juta barel per hari tahun depan. Mengutip tanda-tanda ketahanan ekonomi dunia sepanjang tahun ini dan memperkirakan kenaikan permintaan lebih lanjut di Tiongkok, importir minyak terbesar di dunia.

Dari sisi Tiongkok, Indeks harga konsumen (CPI) tidak berubah pada bulan September dalam tingkat tahunan, menurut data dari Biro Statistik Nasional, meleset dari perkiraan kenaikan 0.2%. CPI naik 0,2% di bulan September secara bulanan setelah tumbuh 0.3% di bulan sebelumnya. Indeks harga produsen (PPI) turun 2.5% dari tahun sebelumnya, penurunan tersempit sejak bulan Maret, setelah menurun dengan tingkat 3.0% pda laporan bulan sebelumnya. Data yang dirilis menunjukkan tanda-tanda mulai muncul bahwa perekonomian terbesar kedua di dunia ini mulai stabil.

Sementara itu, EIA menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak pada tahun 2024, menunjukkan kekhawatiran ekonomi global yang lebih buruk dan kemajuan efisiensi energi akan membebani konsumsi. Badan tersebut sekarang memperkirakan pertumbuhan permintaan pada tahun 2024 sebesar 880.000 barel per hari (bph), dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 1 juta barel per hari. Namun, mereka menaikkan perkiraan permintaan tahun 2023 menjadi 2,3 juta barel per hari dari perkiraan 2,2 juta barel per hari.


Sentimen negatif lainnya datang dari data pemerintah AS menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik 10,2 juta barel pada minggu lalu menjadi 424,2 juta barel, jauh lebih tinggi dari ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan 500.000 barel. Produksi minyak mentah AS juga mencapai rekor 13,2 juta barel per hari dalam sepekan, data menunjukkan.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $87 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $80 per barel.


DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:00

USA - FOMC Member Harker Speaks

 -

-

-

21:00

USA - Prelim UoM Consumer Sentiment

 -

67.2

68.1

21:00

USA - FOMC Member Harker Speaks

 -

-

3.2%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788