| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.1808 | 0.21% |
GBPUSD | 1.3586 | 0.25% |
AUDUSD | 0.7005 | 0.46% |
NZDUSD | 0.6007 | 0.43% |
USDJPY | 157.22 | -0.64% |
USDCHF | 0.7753 | -0.12% |
USDCAD | 1.3673 | -0.17% |
GOLDUD | 4989.93 | 1.16% |
USD/IDR | 16,821 | 0.36% |
Fokus Emas:
Senin, 09 Februari 2026 – Harga emas naik pada level US$4.989 per troy ons pada awal sesi perdagangan hari ini, penguatan ini terjadi seiring pelemahan pasar saham global yang bermula dari Wall Street dan merembet ke bursa Asia, serta meningkatnya tensi geopolitik menyusul dimulainya kembali negosiasi nuklir AS–Iran di Oman. Di tengah ketidakpastian tersebut, emas kembali diminati sebagai aset lindung nilai, meski kenaikan dibatasi oleh keputusan CME Group menaikkan margin logam mulia menjadi sekitar 9% yang menekan aktivitas spekulatif jangka pendek.
Di sisi makro, penguatan dolar AS ke level tertinggi dua pekan masih menjadi faktor penahan laju emas. Sentimen tersebut dipicu oleh penunjukan Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed yang dipersepsikan hawkish dan berpotensi mendorong kebijakan moneter lebih ketat serta imbal hasil US Treasury yang lebih tinggi.
Meski demikian, permintaan struktural tetap solid, terutama dari bank sentral. People’s Bank of China (PBOC) kembali menambah cadangan emas pada Januari untuk bulan ke-15 berturut-turut, dengan total kepemilikan meningkat menjadi 74,19 juta troy ons dari 74,15 juta troy ons bulan sebelumnya. Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada rilis data Non-Farm Payrolls AS Januari yang dijadwalkan Rabu (11/2), serta data inflasi AS pada akhir pekan, yang akan menjadi penentu arah ekspektasi suku bunga The Fed.
Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.756 hingga $4.547, sedangkan resistance terdekat terletak di $5.072 hingga $5.179. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.231, sementara resistance jangka menengah berada di area $5.495.
Jam | Pair | Data | Actual | Ekspektasi | Sebelumnya |
| USD |
| - | - | - |