| Pembukaan | % Perubahan |
EURUSD | 1.05910 | -0.09% |
GBPUSD | 1.22070 | -0.06% |
AUDUSD | 0.64210 | -0.08% |
NZDUSD | 0.59600 | -0.05% |
USDJPY | 148.900 | 0.02% |
USDCHF | 0.91190 | 0.07% |
USDCAD | 1.34530 | 0.07% |
GOLDUD | 1,915.530 | -0.09% |
COFU | 89.88 | -0.28% |
USD/IDR | 15,420 | 0.07% |
Selasa, 26 September 2023 - Harga minyak pagi ini terpantau masih bergerak bearish dibebani oleh keputusan Rusia untuk melonggarkan larangan ekspor bahan bakar dan penurunan impor energi UE selama 2 kuartal. Meski demikian, potensi peningkatan permintaan dari China serta sinyal pengetatan pasokan lebih dalam di Iran membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Setelah pada hari Kamis (21/9) Rusia mengambil langkah drastis untuk melarang ekspor semua bensin dan solar ke sebagian negara demi menstabilkan pasar domestiknya, dalam sebuah dokumen pemerintah yang dirilis hari Senin, Rusia menyetujui untuk melakukan beberapa perubahan terhadap larangan ekspor tersebut dengan mencabut pembatasan bahan bakar yang digunakan sebagai bahan bakar untuk beberapa kapal, namun tetap memberlakukan larangan untuk semua solar dan bensin berkualitas tinggi. Berita tersebut sedikit meredam kekhawatiran akan semakin ketatnya pasokan di pasar.
Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, impor energi Uni Eropa (UE) terus menunjukkan tren penurunan pada kuartal II seiring dengan komitmen para anggotanya untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan Rusia, ungkap data yang dirilis hari Senin oleh badan statistik UE Eurostat. Impor UE pada kuartal I-2023 mengalami penurunan nilai sebesar 26,5% dan volume sebesar 4,5% yang disusul oleh penurunan nilai sebesar 39,4% dan volume sebesar 11,3% pada kuartal II-2023.
Sementara itu, China akan memasuki libur perayaan Golden Week selama 7 hari yang akan dimulai pada hari Mingu, yang diperkirakan akan meningkatkan aktifitas perjalanan dan sekaligus mendorong kenaikan konsumsi bahan bakar di negara konsumen minyak terbesar kedua dunia itu.
Sentimen positif lainnya datang dari berita insiden yang terjadi di kilang minyak Bandar Abbas di Iran selatan pekan lalu, kutip media pemerintah Iran pada hari Senin. Situasi tersebut berpotensi menyebabkan pasokan minyak di Iran semakin mengetat.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $92 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $88 per barel.
Jam | Data | Aktual | Ekspektasi | Sebelumnya |
20:00 | USA - House Price Index MoM |
| 0.5% | 0.3% |
20:00 | USA - S&P/Case Shiller Home Price YoY |
| -0.3% | -1.2% |
21:00 | USA - CB Consumer Confidence |
| 105.5 | 106.1 |
21:00 | USA - New Home Sales |
| 0.700M | 0.714M |
21:00 | USA - Richmond Fed Manufacturing Index |
| -6 | -7 |