Home
>
News
>
Publication
>
Rilisnya Angka CPI AS Kembali Membebani Harga Emas
Rilisnya Angka CPI AS Kembali Membebani Harga Emas
Thursday, 12 September 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1,1011

-0,05%

GBPUSD

1,3043

-0,08%

AUDUSD

0,6672

-0,01%

NZDUSD

0,6136

-0,11%

USDJPY

142,35

0,15%

USDCHF

0,8522

0,02%

USDCAD

1,3573

0,08%

GOLDUD

2511,5

-0,04%

USD/IDR

15390

0,14%

Fokus Emas:

  1. Tren inflasi AS cenderung mereda meskipun masih terdapat kenaikan biaya pada beberapa aspek
  2. Spekulasi para investor mengarah pada pemangkasan suku bunga akan dilakukan dalam level yang lebih kecil

Kamis, 12 September 2024 – Harga emas melemah ke zona $2511 per troy ons. Penurunan harga emas kembali dikaitkan dengan rilisnya data consumer price index (CPI) AS untuk bulan Agustus yang menunjukkan bahwa inflasi AS terus menunjukkan tren ke arah yang lebih rendah, meskipun terdapat kenaikan biaya pada aspek-aspek tertentu. Hal ini membuat spekulasi para investor cenderung mengarah pada pemangkasan suku bunga oleh The Fed akan dilakukan dalam level yang lebih kecil, yaitu sebesar 25 basis poin.

Menurut data inflasi terbaru yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Rabu (11/9), CPI AS meningkat secara moderat pada level yang sama dengan bulan Juli, yaitu sebesar 0,2% (m/m).  Hal ini mencerminkan adanya pelonggaran tekanan inflasi di AS yang terjadi secara bertahap. Kemudian, kenaikan tahunan CPI AS untuk bulan Agustus berada di level 2,5% (y/y), di mana level tersebut dianggap sebagai jumlah pertumbuhan year on year paling rendah sejak Februari 2021. Selain itu, CPI inti AS juga meningkat sebesar 0,3% (m/m) dipicu oleh adanya kenaikan sebesar 0,5% pada biaya tempat tinggal, yang mencakup biaya sewa dan biaya akomodasi hotel atau motel. Tren inflasi AS yang cenderung mereda akan membuat para pembuat kebijakan dapat lebih berfokus pada pasar tenaga kerja, yang belum menunjukkan peningkatan signifikan pada bulan Agustus, dalam upayanya untuk mempertahankan ekspansi ekonomi.

Dari sisi perkembangan geopolitik terkini di kawasan Timur Tengah, Hamas telah mengumumkan kesiapannya untuk menerapkan kesepakatan gencatan senjata terkait konflik di Gaza dan menyatakan bahwa tidak akan memberikan persyaratan lainnya yang berpotensi dapat menghambat perjanjian yang telah disepakati nantinya. Hal tersebut diungkapkan oleh tim negosiasi Hamas yang dipimpin oleh pejabat senior Khalil al-Hayya dalam pertemuannya dengan mediator dari Mesir dan Qatar pada hari Rabu (11/9). Direktur CIA, William Burns, yang juga merupakan pimpinan negosiator AS dalam negosiasi kesepakatan gencatan senjata terkait konflik di Gaza, menyatakan bahwa proposal kesepakatan gencatan senjata yang lebih rinci akan dibuat dalam beberapa hari ke depan. Proposal tersebut akan melengkapi resolusi yang sebelumnya telah diajukan oleh Presiden AS, Joe Biden, dan belum diimplementasikan hingga saat ini karena upaya mediasi yang dipimpin oleh AS, Mesir, dan Qatar belum menghasilkan kesepakatan antara Israel dan Hamas. Kesepakatan gencatan senjata terkait konflik di Gaza ini merupakan hal yang diharapkan oleh dunia internasional karena dianggap mampu meredakan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Harga emas meningkat dengan support saat ini beralih ke area $2500 dan resistance terdekat berada di area $2525. Support terjauhnya berada di area $2485 hingga ke area $2470, sementara untuk resistance terjauhnya berada di area $2530 hingga ke area $2535.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

19:30

US - Core PPI m/m

-

0.2%

0.0%

19:30

US - PPI m/m

-

0.1%

0.1%

19:30

US - Unemployment Claims

-

227K

227K

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Gold Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788