Home
>
News
>
Publication
>
Rilis Producer Price Index (PPI) AS Sesuai Ekspektasi, Dorong NZDUSD Melemah
Rilis Producer Price Index (PPI) AS Sesuai Ekspektasi, Dorong NZDUSD Melemah
Friday, 15 November 2024

INDIKATOR HARGA

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.0548

-0.09%

GBPUSD

1.2678

-0.06%

AUDUSD

0.6475

-0.26%

NZDUSD

0.5860

-0.17%

USDJPY

156.10

0.38%

USDCHF

0.8897

-0.01%

USDCAD

1.4044

0.20%

GOLDUD

2568.4

-0.05%

USD/IDR

15880

0.22%

Fokus NZDUSD:

  1. DXY berada pada level 106.70
  2. Ekspektasi RBNZ tekan NZDUSD

Jumat, 15 November 2024 - Pasangan mata uang Kiwi turun ke area 0.5840. Pasangan mata uang Kiwi mengalami penurunan tajam hingga ke level terendah sejak Agustus, dipicu oleh penguatan Dolar AS yang didorong oleh ekspektasi kebijakan ekonomi Presiden AS terpilih, Donald Trump. Para pelaku pasar berharap bahwa rencana Trump untuk meningkatkan tarif impor akan memicu pertumbuhan ekonomi AS dan meningkatkan inflasi, yang dapat menghambat rencana penurunan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve. Data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang baru-baru ini dirilis menunjukkan inflasi yang sulit diturunkan, memberi alasan bagi Fed untuk menahan laju penurunan suku bunga, sehingga mendukung penguatan USD lebih lanjut.

Dari data yang lain, Indeks Harga Produsen (PPI) AS naik 0,2% pada Oktober, selaras dengan target inflasi Fed, dan memperkuat harapan akan penurunan suku bunga pada Desember. Kenaikan ini dipicu oleh peningkatan biaya layanan, sementara harga barang tetap stabil. Klaim pengangguran mingguan turun menjadi 217.000, mengindikasikan pasar tenaga kerja yang tetap stabil. Kondisi inflasi yang terkendali dan pasar kerja yang kuat meningkatkan prospek ekonomi yang positif, memperkuat ekspektasi bahwa Fed akan memangkas suku bunga untuk mendukung investasi dan aktivitas ekonomi.

Di sisi lain, Dolar Selandia Baru (NZD) mengalami tekanan akibat meningkatnya ekspektasi bahwa Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan melakukan penurunan suku bunga yang lebih agresif. Keputusan ini terkait dengan ketidakpastian di pasar global, termasuk hasil stimulus fiskal Tiongkok yang mengecewakan dan ancaman perang dagang antara AS dan Tiongkok. Meskipun data ekonomi Tiongkok menunjukkan perbaikan dalam penjualan ritel dan penurunan angka pengangguran, sektor perumahan dan manufaktur masih lemah, mencerminkan tantangan struktural yang dapat berdampak pada ekonomi regional, termasuk Selandia Baru.

Dengan latar belakang ketidakpastian global ini, prospek NZD cenderung negatif. Sementara itu, penguatan Dolar AS semakin didorong oleh data ekonomi yang positif, dan pasar bersiap untuk melihat apakah data penjualan ritel AS serta komentar lebih lanjut dari pejabat Federal Reserve akan memperkuat pandangan bahwa suku bunga AS tetap kompetitif. Hal ini memperkuat perbedaan kebijakan moneter antara AS dan Selandia Baru, membuat nilai NZD semakin rentan terhadap tekanan dari penguatan USD.

Harga pada pasangan mata uang ini melemah. Support terdekatnya di area 0.5810 dan resistance terdekatnya di zona 0.5870. Support lanjutan di zona 0.5770 dan dilanjutkan ke zona 0.5720. Resistance lanjutan di zona 0.5910 dan dilanjutkan resistance selanjutnya di zona 0.5960.

EURUSD - Pasangan mata uang Euro turun ke zona 1.0530. Turunnya kinerja mata uang ini terdorong melemah akibat penguatan mata uang USD yang ditopang oleh angka inflasi tingkat produsen Producer Price Index (PPI) dirilis sesuai ekspektasi, meskipun ada sedikit kenaikan pada angka PPI inti yang disetahunkan. PPI utama sesuai dengan perkiraan di bulan Oktober, naik 0,2% MoM dibandingkan dengan revisi 0,1% di bulan sebelumnya. PPI inti untuk tahun yang berakhir di bulan Oktober melaju lebih cepat dari perkiraan, naik menjadi 3,1% dibandingkan dengan 3,0% yang diperkirakan naik di atas 2,9%, yang juga direvisi sedikit lebih tinggi dari 2,8%. Kalender ekonomi sekali lagi berat sebelah pada hari Jumat, dengan Penjualan Ritel AS yang akan menjadi penutup minggu perdagangan ini. Rilis data ekonomi AS terakhir minggu ini adalah Penjualan Ritel untuk bulan Oktober, yang diperkirakan turun menjadi 0,3% dari bulan sebelumnya 0,4%. Disisi Euro, data ekonomi menunjukkan pertumbuhan PDB sebesar 0,4% pada kuartal ketiga 2024, dengan Irlandia menjadi negara dengan laju pertumbuhan tertinggi. Meski demikian, angka ini masih menghadapi risiko dari potensi tarif AS yang akan mempengaruhi ekspor, terutama di sektor otomotif. Selain itu, data pasar tenaga kerja Eurozone mencatat kenaikan lapangan kerja sebesar 0,2%, memberikan sedikit optimisme bagi konsumsi domestik. Support terdekatnya di zona 1.0490 dan resistance terdekatnya di zona 1.0570.

GBPUSD – Pasangan mata uang Pound turun ke area 1.2670. Melemahnya kinerja mata uang Poundsterling berlanjut di tengah kurangnya kepercayaan pasar yang kuat, sementara Dolar AS menguat didukung oleh data ekonomi yang stabil. Angka Indeks Harga Produsen (PPI) AS pada Oktober sesuai perkiraan, dengan PPI utama naik 0,2% dari bulan sebelumnya yang direvisi menjadi 0,1%. PPI inti tahunan meningkat ke 3,1%, melebihi ekspektasi 3,0%, yang menunjukkan tekanan inflasi yang bertahan. Pasar keuangan kini menantikan data Produk Domestik Bruto (GDP) Inggris dan penjualan ritel AS pada Jumat. GDP Inggris untuk kuartal ketiga diperkirakan turun menjadi 0,2% dari 0,5% pada kuartal sebelumnya, yang dapat memengaruhi pergerakan Pound. Di sisi lain, penjualan ritel AS diprediksi sedikit melemah di 0,3% pada Oktober, dari 0,4% pada September. Bank Sentral Inggris dan Federal Reserve juga mempertimbangkan langkah kebijakan suku bunga mereka, dengan pelaku pasar mengantisipasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut di AS pada Desember, meskipun proyeksi BoE cenderung lebih hati-hati terhadap penurunan suku bunga. Support terdekatnya di area 1.2630 dan resistance terdekatnya di zona 1.2700.

AUDUSD - Pasangan mata uang Aussie turun ke zona 0.6450. Kinerja mata uang Aussie terpuruk terendahnya selama tiga bulan terakhir setelah data ekonomi yang mengecewakan dari Australia. Data ketenagakerjaan menunjukkan pertumbuhan pekerjaan hanya sebanyak 15,9 ribu pada Oktober, jauh di bawah perkiraan 25 ribu, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di 4,1%. Ekspektasi inflasi di Australia juga turun menjadi 3,8% pada November dari 4% bulan sebelumnya, terendah sejak 2021. Sementara itu, Bank Sentral Australia (RBA) menahan suku bunga pada 4,35% selama delapan kali pertemuan berturut-turut dan diperkirakan akan tetap menahan tingkat suku bunga hingga 2025. Di sisi lain, Dolar AS bertahan di level tertingginya tahun ini didukung data ekonomi yang positif, meskipun inflasi mengalami sedikit kenaikan di 2,6% YoY pada Oktober. Federal Reserve diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 0,25% pada pertemuan Desember. Di tengah harapan untuk penurunan suku bunga di AS, pasar kini menantikan data penjualan ritel AS dan pernyataan lebih lanjut dari para pejabat Fed. Support terdekatnya di zona 0.6420 dan resistance terdekatnya di zona 0.6480

USDJPY - Pasangan mata uang Yen naik ke zona 156.70. Kinerja mata uang Yen menguat didorong oleh penguatan Dolar AS secara umum. Sementara itu, data PDB Jepang untuk kuartal ketiga mencatatkan ekspansi 0,2% QoQ, sedikit melambat dari kuartal sebelumnya. Meskipun demikian, data ini lebih baik dari ekspektasi tahunan yang menunjukkan kenaikan 0,9%. Di sisi lain, Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda mengindikasikan ketidakpastian dalam rencana kenaikan suku bunga, yang dapat menambah tekanan pada yen. Sementara itu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyatakan bahwa ekonomi AS yang kuat memungkinkan bank sentral untuk lebih berhati-hati dalam memutuskan pemangkasan suku bunga, yang menguntungkan penguatan Dolar AS. Support terdekatnya di zona 155.90 dan resistance terdekatnya di zona 157.30.

USDCAD - Pasangan mata uang Loonie naik ke area 1.4050. Kinerja mata uang Loonie menguat sejalan dengan penguatan mata uang USD menyusul data inflasi Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang lebih tinggi dari perkiraan. Kenaikan PPI ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut di AS. Di sisi lain, penurunan harga minyak dapat memberi dampak negatif bagi CAD, mengingat Kanada adalah eksportir minyak terbesar ke AS. Dengan tidak adanya data ekonomi penting dari Kanada minggu ini, para trader CAD harus menunggu pembaruan Indeks Harga Konsumen (CPI) Kanada pada hari Selasa mendatang, yang diperkirakan tidak akan memberikan kabar baik bagi CAD. Support terdekatnya di area 1.4020 dan resistance terdekatnya di zona 1.4080.

USDCHF - Pasangan mata uang Swiss naik ke zona 0.8890. Pasangan mata uang ini terdorong menguat pasca data ekonomi AS yang lebih tinggi. Disisi lain, ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell pada hari Kamis mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi AS yang kuat akan memungkinkan para pembuat kebijakan untuk meluangkan waktu mereka dalam memutuskan tentang ukuran dan kecepatan penurunan suku bunga. “Perekonomian tidak mengirimkan sinyal bahwa kita perlu terburu-buru untuk menurunkan suku bunga,” kata Powell. Sikap Powell yang berhati-hati mendorong para pedagang untuk menurunkan ekspektasi mereka untuk penurunan suku bunga pada bulan Desember, sehingga mengangkat USD. Sementara itu, Presiden Fed Richmond Thomas Barkin menyatakan pada hari Kamis bahwa meskipun Fed telah membuat kemajuan yang kuat sejauh ini, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menjaga momentum tetap berjalan. Support terdekatnya di zona 0.8860 dan resistance terdekatnya di zona 0.8920.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

2:00am

EUR

ECB President Lagarde Speaks

-

-

-

3:00am

USD

Fed Chair Powell Speaks

-

-

-

3:43am

GBP

BOE Gov Bailey Speaks

-

-

-

4:00am

USD

Treasury Currency Report

-

-

-

4:15am

USD

FOMC Member Williams Speaks

-

-

-

4:30am

NZD

BusinessNZ Manufacturing Index

45.8

-

47

6:50am

JPY

Prelim GDP Price Index y/y

2.5%

2.8%

3.2%

6:50am

JPY

Prelim GDP q/q

0.2%

0.2%

0.7%

11:30am

JPY

Revised Industrial Production m/m

-

1.4%

1.4%

11:30am

JPY

Tertiary Industry Activity m/m

-

0.2%

-1.1%

2:00pm

EUR

German WPI m/m

-

0.1%

-0.3%

2:00pm

GBP

GDP m/m

-

0.2%

0.2%

2:00pm

GBP

Prelim GDP q/q

-

0.2%

0.5%

2:00pm

GBP

Construction Output m/m

-

0.3%

0.4%

2:00pm

GBP

Goods Trade Balance

-

-15.7B

-15.1B

2:00pm

GBP

Index of Services 3m/3m

-

0.2%

0.1%

2:00pm

GBP

Industrial Production m/m

-

0.1%

0.5%

2:00pm

GBP

Manufacturing Production m/m

-

0.0%

1.1%

2:00pm

GBP

Prelim Business Investment q/q

-

0.6%

1.4%

2:30pm

CHF

PPI m/m

-

0.1%

-0.1%

2:45pm

EUR

French Final CPI m/m

-

0.2%

0.2%

4:00pm

EUR

Italian Trade Balance

-

2.55B

1.43B

5:00pm

EUR

EU Economic Forecasts

-

-

-

8:30pm

CAD

Manufacturing Sales m/m

-

-0.7%

-1.3%

8:30pm

CAD

Wholesale Sales m/m

-

1.0%

-0.6%

8:30pm

USD

Core Retail Sales m/m

-

0.3%

0.5%

8:30pm

USD

Retail Sales m/m

-

0.3%

0.4%

8:30pm

USD

Empire State Manufacturing Index

-

-0.3

-11.9

8:30pm

USD

Import Prices m/m

-

-0.1%

-0.4%

9:00pm

USD

FOMC Member Collins Speaks

-

-

-

9:15pm

USD

Capacity Utilization Rate

-

77.1%

77.5%

9:15pm

USD

Industrial Production m/m

-

-0.3%

-0.3%

10:00pm

USD

Business Inventories m/m

-

0.2%

0.3%

10:30pm

AUD

CB Leading Index m/m

-

-

0.0%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788