Home
>
News
>
Publication
>
Rencana Iran Tingkatkan Produksi Buat Pergerakan Minyak Terbebani
Rencana Iran Tingkatkan Produksi Buat Pergerakan Minyak Terbebani
Tuesday, 05 November 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08800

0.06%

GBPUSD

1.29560

0.02%

AUDUSD

0.65840

0.09%

NZDUSD

0.59710

0.13%

USDJPY

152.110

-0.03%

USDCHF

0.86390

-0.08%

USDCAD

1.38990

-0.06%

GOLDUD

2,736.470

0.04%

COFU

71.62

-0.10%

USD/IDR

15,760

0.10%

Fokus Crude Oil:

  • Iran setujui rencana peningkatan produksi hingga 250.000 bph, kutip situs resmi kementerian minyak Shana.
  • Aktivitas jasa China bulan Oktober menunjukkan peningkatan pada laju tercepat dalam tiga bulan.

***********************************************************

Selasa, 05 November 2024 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish dibebani oleh rencana peningkatan ouput Iran dan rilisnya hasil survei terbaru produksi OPEC. Meski demikian, harga minyak juga berpotensi terdorong menguat didukung oleh data positif ekonomi terbaru China dan gangguan produksi AS akibat Badai Rafael.

Produsen terbesar keempat OPEC, Iran pada hari Senin mengumumkan melalui situs berita kementerian perminyakan Shana bahwa Dewan Ekonomi Iran telah menyetujui rencana peningkatan produksi hingga 250.000 bph. Menyusul setelahnya, Wakil Presiden pertama negara itu Mohammad Reza Aref menegaskan bahwa rencana peningkatan output itu sangat penting dalam mendukung ekonomi Iran.

Turut membebani pergerakan harga, survei terbaru yang dirilis hari Senin oleh Reuters menunjukkan produksi minyak OPEC bulan Oktober mencapai 26,33 juta bph atau naik sebesar 195.000 bph. Kenaikan terbesar berasal dari Libya yang pasokannya kembali pulih setelah tercapainya penyelesaian sengketa ata kendali bank sentral. Selain itu, produksi dari Venezuela juga naik mencapai 860.000 bph atau level tertinggi sejak 2020, ungkap hasil survei tersebut.

Sementara itu, survei sektor swasta, PMI Caixin pada hari Selasa menunjukkan aktivitas jasa China berkembang pada laju tercepat dalam tiga bulan pada bulan Oktober, didukung oleh tanda-tanda awal bahwa dorongan stimulus besar pemerintah telah membantu memperbaiki kondisi bisnis di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu. Hasil survei tersebut sejalan dengan PMI resmi yang dirilis minggu lalu, yang menunjukkan aktivitas non-manufaktur termasuk jasa dan konstruksi kembali mengalami ekspansi.

Sentimen positif lainnya datang dari potensi gangguan produksi di AS akibat ancaman badai tropis Rafael. Dua produsen utama Shell dan Chevron pada hari Senin terlihat mulai memindahkan beberapa staf dari anjungan lepas pantai pasca peringatan dari Pusat Badai Nasional yang pada hari Rabu memprediksi Badai Rafael berpotensi meningkat menjadi badai kategori 2 saat mencapai Teluk Meksiko pada pertengahan minggu. Produsen minyak AS diperkirakan dapat kehilangan output antara 3,1 juta hingga 4,9 juta barel minyak, ungkap hasil analisa dari firma analisis energi Earth Science Associates.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $74 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $69 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - Trade Balance

 

$-84.1B

$-70.4B

21:45

USA - S&P Global Composite PMI Final

 

54.3

54.0

21:45

USA - S&P Global Services PMI Final

 

55.3

55.2

22:00

USA - ISM Services PMI

 

53.8

54.9

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788