Home
>
News
>
Publication
>
Rencana Invasi Rafah Dilanjutkan, Minyak Kembali Menguat
Rencana Invasi Rafah Dilanjutkan, Minyak Kembali Menguat
Monday, 18 March 2024

Indikator Harga

 

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.08910

-0.05%

GBPUSD

1.27290

-0.03%

AUDUSD

0.65570

-0.11%

NZDUSD

0.60810

-0.12%

USDJPY

149.000

0.06%

USDCHF

0.88320

0.07%

USDCAD

1.35390

0.04%

GOLDUD

2,154.990

-0.15%

COFU

80.58

0.40%

USD/IDR

15,600

0.29%

Fokus Crude Oil:

  • Israel akan melanjutkan penyerangan ke Rafah sesuai rencana, ungkap Perdana Menteri Israel pada hari Minggu.
  • Iran luncurkan serangkaian proyek untuk meningkatkan produksi dalam negeri dari enam ladang minyak.

***************************************************************

Senin, 18 Maret 2024 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak pada tren bullish didukung oleh potensi meluasnya wilayah konflik di Gaza. Meski demikian, isyarat peningkatan produksi dari Iran dan AS membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Minggu mengumumkan bahwa ia akan melanjutkan rencana serangan ke wilayah Rafah yang berlokasi di selatan Jalur Gaza, dan sekaligus menjadi lokasi tempat pengungsian lebih dari 1 juta warga sipil Palestina. Di hari yang sama, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan langkah tersebut akan membuat negosiasi perdamaian regional yang sedang berlangsung menjadi “sangat sulit”. Berita tersebut mengindikasikan potensi semakin meluasnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Fokus pasar juga tertuju pada hasil pertemuan The Fed selama dua hari yang akan dirilis pada hari Rabu mendatang, di mana bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga stabil atau tidak berubah pada bulan ini dan kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan bulan Juni. Suku bunga AS yang lebih rendah menjadi katalis positif bagi harga minyak karena berpotensi mendorong kenaikan permintaan di AS.

Sementara itu, Iran dalam waktu dekat berencana meluncurkan serangkaian proyek untuk meningkatkan produksi minyak dari enam ladang minyak sebesar 350.000 bph, pasca tercapainya kontrak senilai $13 miliar pada hari Minggu, menurut laporan Kantor Berita Republik Islam yang dikelola pemerintah. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan peningkatan produksi Iran yang tentunya akan berdampak pada pasokan aliansi OPEC+ secara total. Iran sendiri merupakan produsen terbesar ketiga OPEC setelah Arab Saudi dan Irak.

Turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, produsen minyak serpih AS menunjukkan isyarat untuk meningkatkan aktivitas pengeboran minyak ke level tertinggi sejak September 2023. Dalam laporan jumlah rig minyak yang dirilis pada akhir pekan lalu oleh Baker Hughes menunjukkan jumlah rig minyak AS naik sebesar 6 rig menjadi 510 rig, angka terbesar sejak 15 September. Laporan tersebut mengindikasikan potensi peningkatan pasokan minyak AS di masa mendatang.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $82 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $78 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:00

USA - NAHB Housing Market Index

 

48

48

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

Licensed and supervised by
Member of
Certified by
© Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)
Join Our Monthly Newsletter
Follow Us
Contact Us
Jl. M.H. Thamrin No.3 7th Floor, RT.11/RW.2, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10110
+62 21 4050 7788